Pelatihan Mendesain KPI

Dalam memastikan mekanisme kinerja perusahaan terukur dengan tepat, perusahaan sebaiknya melakukan proses penyusunan KPI sebagai bentuk dari proses pengukuran kinerja yang obyektif. Selain untuk dapat melakukan penilaian per jabatan yang ada dalam organisasi, pelatihan itu sendiri dapat membantu perusahaan untuk memastikan bahwa KPI yang dimiliki dapat dipergunakan untuk melakukan proses pengukuran kinerja dapat membantu pengembangan organisasi.

Lalu, bagaimana program pelatihan yang tepat dan efektif untuk dapat menyusun KPI tersebut. Pelatihan selama 1 (satu) hari ini disusun untuk memastikan bagaimana KPI tersebut disusun.

Berikut ini adalah silabus untuk pelatihan satu hari yang dipergunakan untuk memastikan bagaimana proses penyusunan KPI dapat dijalankan secara tepat dan efektif.

No Agenda Pelatihan Waktu Pelatihan Output
1 Penyusunan SWOT Analysis 1 jam Peserta memahami teknik penyusunan SWOT Analysis sebagai dasar pembuatan KPI
2 Perumusan aspek variable indicator kinerja perusahaan 1 jam Peserta mampu menyusun variable indicator kinerja untuk keuangan, internal proses, customer dan learning
3 Pembuatan KPI per departemen berbasiskan balanced score card 2 jam Peserta mampu menjabarkan KPI per departemen sesuai dengan fungsi dan deskripsi masing-masing jabatan
4 Pembuatkan worksheet KPI 2 jam Peserta mampu untuk menyusun worksheet yang menjadi catatan atas pengisian kinerja karyawan
5 Pembuatan manual KPI 1 jam Peserta mampu untuk menyusun manual KPI

Bagaimana perusahaan Anda melakukan penyusunan KPI? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa KPI yang dijalankan adalah tepat dan efektif untuk dapat dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal Penting yang Tidak Boleh Dilupakan Perusahaan Ketika Menyusun Peraturan Perusahaan

Ketika perusahaan akan melakukan penyusunan peraturan perusahaan. Adalah penting untuk memastikan bahwa peraturan perusahaan tidak hanya menjadi suatu tatanan administratif yang menjadi bagian penting dari regulasi, namun juga menjadi bagian penting sebagai bentuk pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia). Peraturan perusahaan yang efektif tidak hanya sebagai bentuk komitmen atas kepatuhan namun juga mendudukkan hak dan kewajiban atas tenaga kerja secara seimbang.

(1) Memastikan Seluruh Atas Hak dan Kewajiban Terpenuhi

Perusahaan harus dapat memahami regulasi secara tepat, termasuk perihal mengenai hak dan kewajiban dari karyawan.  Aspek atas hak dan kewajiban tersebut harus dipastikan dijalankan sesuai dengan regulasi terkait dengan penetapan atas hak dan kewajiban karyawan terebut.

(2) Mendefinisikan Status Kepegawaian

Menjadi bagian penting dalam perusahaan untuk dapat mendefinisikan status kepegawaian yang dialokasikan untuk karyawan. Penetapan atas kontrak serta status percobaan juga harus dipastikan dijalankan berdasarkan standar dan regulasi yang dipersyaratkan.

(3) Sanksi dan Penghargaan Karyawan

Dalam peraturan perusahaan, terdapat penetapan atas sanksi dan penghargaan yang dialokasikan perusahaan kepada karyawan. Definisi serta penjelasan atas seluruh pengenaan terkait sanksi dan penghargaan menjadi penting untuk diinformasikan dalam peraturan perusahaaan.

(4) Program Terminasi Karyawan

Bagi karyawan, kepastian atas hak yang didapatkan serta pengaturan apabila terdapat proses pemutusan hubungan kerja menjadi bagian penting ketika proses terminasi dijalankan.  Bagaimana konsep dari pengelolaan terminasi tersebut diaplikasikan sebaiknya secara detail menjadi bagian yang diinformasikan.

(5) Tunjangan Karyawan

Pemberian tunjangan adalah suatu kebijakan yang menjadi alokasi penting untuk disampaikan di dalam peraturan perusahaan. Kebijakan terkait dengan tunjangan karyawan menjadi bagian penting untuk dialokasikan dalam peraturan perusahaan.

Bagaimana penerapan dari peraturan perusahaan dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bagaimana program manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik Mengaplikasikan Arsitektur Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia)

Dalam menjalankan Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia), perusahaan harus dapat dipastikan menjalankan aplikasi manajemen SDM dengan tepat. Salah satu pendekatan efektif yang dijalankan untuk mengaplikasikan manajemen SDM adalah dengan mempergunakan teknik struktur dari arsitektur manajemen SDM.  Gambaran dari arsitektur manajemen SDM nya adalah sebagai berikut.

diagram-hr

Detail dari program aplikasi yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

(1) HR Service

Proses operasional layanan yang dijalankan terkait dengan hak dan kewajiban SDM (Sumber Daya Manusia) seperti layanan atas rekruitmen, kompensasi/ remunerasi,  serta administrasi kepersonaliannya yang menyangkut hak dan kewajiban.

(2) HR System

Penetapan atas sistem SDM (Sumber Daya Manusia) yang terstruktur dalam bentuk sistem. Sistem ini disusun berdasarkan business process perusahaan dan kemudian menempatkan posisi HR sebagai pendukung business process. Termasuk di dalamnya adalah penetapan peraturan atas regulasi maupun aspek hukum yang mengikat dalam sistem.

(3) HR Strategy

Penetapan strategi dan kebijakan yang disusun oleh perusahaan sebagai bentuk pemastian terkait dengan arahan manajemen untuk memperjelas aplikasi dari aspek  peraturan perusahaan. Stategi lebih mengutamakan arahan yang dipergunakan untuk menetapkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan nilai kinerja SDM (Sumber Daya Manusia)

Bagaimana perusahaan Anda menerapkan sistem manajemen SDM? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan sistem manajemen SDM dijalankan secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik yang Tepat dalam Menangani Karyawan yang Bermasalah

Dalam beberapa kondisi, perusahaan seringkali dihadapkan dengan karyawan-karyawan bermasalah. Permasalahan dapat berbentuk permasalahan administratif ataupun permasalahan kedisiplinan. Perusahaan sendiri seringkali sudah menerapkan sanksi atas permasalahan tersebut, namun terkadang permasalahan atas kedisiplinan/ administratif juga masih muncul.

Lalu bagaimana teknik yang tepat dalam menangani karyawan yang bermasalah? Terdapat beberapa teknik yang dapat perusahaan gunakan untuk melakukan proses penanganan terhadap karyawan yang bermasalah.

(1) Coaching Program

Teknik pendekatan yang dilakukan secara khusus untuk melakukan proses pendampingan karyawan untuk menghindari konflik ataupun stress kerja yang berlebihan. Pendampingan dalam bentuk coaching tersebut dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk menjalani program. Memastikan perubahan yang muncul berdasarkan keputusan dari karyawan.

(2) Intervensi Kelompok

Salah satu faktor masalah dari karyawan harus dilakukan proses pengkajian. Pengkajian juga dilakukan dengan melihat prilaku organisasi dan kelompok kerja dalam menyelesaikan pekerjaan dan permasalahan. Melakukan program intervensi untuk dapat mengubah prilaku individu berdasarkan pada intervensi kelompok.

(3) Penyusunan Desain Secara  Sanksi Sistematis

Bagaimana perusahaan menyusun dan menetapkan desain sanksi yang tepat dan sistematis dalam proses kerja. Sanksi melibatkan penekanan bukan hanya penalti individual namun juga dijalankan pada penalti kelompok. Dimana penerapan sanksi dijalankan pada kelompok kerja dan individual.

Bagaimana proses penanganan karyawan bermasalah dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jangan Hanya Memberi Gaji Besar Kepada Karyawan

Saat ini perusahaa mendapatkan tantangan yang sangat besar. Salah satu dari tantangan tersebut adalah seberapa besar perusahaan berkewajiban untuk memberikan gaji kepada karyawan? Menarik untuk ditelusuri, bahwa salah satu penyebab karyawan untuk merasa nyaman di dalam perusahaan adalah masalah salary. Namun seberapa besar perusahaan harus mengalokasikan salary agar karyawan tidak hanya merasa “nyaman” namun juga merasa tertantang dengan target yang diberikan oleh perusahaan.

Beberapa pertimbangan dapat perusahaan jalankan terkait dengan penetapan nilai salary perusahaan.

(1) Komposisi Remunerasi

Perusahaan harus menciptakan komponen-komponen remunerasi yang tepat, dimana karyawan mendapatkan suatu kompensasi tambahan atas prestasi maupun kompetensi yang dimilikinya. Beberapa perusahaan juga memberikan alokasi tunjangan khusus atas dasar loyalitas, tentu saja hal ini adalah nilai penting untuk dapat mengembangkan dan mengendalikan sistem remunerasi yang ada.

(2) Grade Jabatan

Sistem salary harus membedakan tidak hanya pada prinsip loyalitas dan prestasi namun juga melihat pada struktur jabatan dalam perusahaan. Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk menciptakan sistem salary yang tepat dalam penetapan jabaran, sehingga karyawan termotivasi untuk mengikuti jenjang karir yang ada.

(3) Orientasi Hasil

Selain mempertimbangkan remunerasi rutin, perusahaan juga dapat mengembangkan sistem insentif/ kompensasi khusus yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan hasil.  Dimana aspek partisipasi perusahaan akan ditingkatkan untuk dapat meningkatkan nilai keterlibatan karyawan dalam hasil akhir.

Bagaimana konsep remunerasi dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal terkait dengan program remunerasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Insentif pada Bisnis Jasa

Seperti umumnya pada sektor bisnis lainnya, sektor jasa adalah sektor yang sangat kritikal terkait dengan pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia). Selain itu, sektor jasa memiliki aspek fleksibilitas yang tinggi mengingat tingkat keberagaman kebutuhan pelanggan.

Untuk dapat mengakomodasi antara bisnis dan pengelolaan SDM, adalah penting bagi perusahaan untuk mendesain insentif yang sesuai antara pertumbuhan bisnis dengan tuntutan SDM (Sumber Daya Manusia)

Berikut adalah mekanisme insentif yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

(1) Berbasiskan Pada Proyek

Insentif dengan basis proyek menjadi stimulus kepada bidang jasa yang menggunakan prinsip pekerjaan berbasiskan proyek. Dimana dalam kegiatan per proyek tersebut, perusahaan harus dapat memastikan perhitungan bonus tergambarkan melalui bentuk kriteria-kriteria pencapaian yang jelas. Termasuk nilai serta komponennya.

(2) Berbasiskan Pada Kepuasan Pelanggan

Penilaian ini sangat terkait dengan sektor jasa dimana perusahaan menempatkan karyawan langsung berinteraksi dengan pelanggan. Ada faktor kedekatan yang terbentuk antara karyawan dengan pelanggan. Bisanya konsep insentif yang dijalankan adalah insentif adalah tips.  Beberapa perusahaan menjalankan konsep ini sebagai bentuk motivasi atas upaya peningkatan pelanggan.

(3) Berbasikan Pada Kreatifitas

Pemberian insentif dijalankan dengan melakukan proses evaluasi inovasi yang dijalankan selama menyelesaikan pekerjaan. Semakin kuat atas tantangan yang harus diselesaikan beserta dengan nilai kreatifitas karyawan.

Bagaimana dengan program pemberian insentif yang dilakukan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan bahwa program insentif dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategic Performance Management

Pengendalian terkait manajemen kinerja dalam perusahaan adalah penting diaplikasikanya untuk menyamakan gerakan dinamis perusahaan dalam mencapai tujuan.  Mengkombinasikan antara manajemen kinerja dan manajemen strategis merupakan suatu langkah tepat untuk dapat mensinergikan program yang disusun oleh perusahaan.

Banyak manfaat yang dapat dimiliki oleh perusahaan ketika menjalankan Strategic Performance Management. Hal yang utama adalah memunculkan rasa tanggung jawab pada setiap individu dalam perusahaan untuk mencapai arahan dan strategi perusahaan.

Untuk mencapai kunci keberhasilan dalam konsep strategic management, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu untuk memastikan kinerja manajemen berjalan dengan tepat.

(1) Penyusunan Strategi Perusahaan

Untuk memastikan penetapan kriteria pencapaian sesuai, perusahaan harus mampu melakukan analisis secara tepat dan efektif untuk memastikan bahwa strategi disesuaikan dengan konteks organisasi. Perusahaan harus memastikan bahwa strategi konteks yang dikembangkan adalah sesuai dengan kondisi yang menjadi perbaikan dalam perusahaan. Pertimbangan atas strategis perusahaan adalah mengidentifikasi setiap tahapan input dan output dalam perusahaan untuk mendapatkan sinergi yang kuat dalam performa perusahaan. Dimana orientasi dalam pencapaian tujuan perusahaan adalah pada konteks peerusahaan secara keseluruhan dan tidak hanya terfokus kepada satu bagian/ individu saja.

(2) Pengelolaan Inovasi

Pencapaian target harus dikondisikan dengan memberikan ruang yang memadai bagi karyawan untuk terus berusaha dalam mencapai target tanpa melupakan orientasi proses. Pengembangan kreatifitas dan pola pemikiran yang terus-menerus meningkatkan pembelajaran dapat dipastikan untuk mencapai nilai maksimal dari program inovasi yang ditetapkan dalam perusahaan.

Lalu bagaimana pengembangan dan pengelolaan perusahaan dapat dikembangkan sesuai dengan konsep pencapaian strategis. Kinerja yang tepat dapat membawa perusahaan dalam dinamika pertumbuhan yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)