Proses Penyusunan Analisis Jabatan

Proses analisis jabatan, adalah tahapan untuk melakukan suatu proses penelaahan terkait dengan karakteristik pekerjaan, baik dari sisi resiko, tingkat kesulitan, ataupun kompetensi yang dipersyaratkan.  Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan analisis, yang di dalamnya sendiri adalah tahapan langkah sebagai berikut:

(1) Mengkaji Uraian Jabatan

Adalah penting bagi suatu perusahaan untuk dapat menjalankan proses analisis jabatan dengan melakukan proses kajian dari uraian jabatan untuk dapat memastikan kondisi aktual pekerjaan yang terkandung dari jabatan tersebut.  Proses kajian dapat dilakukan dengan analisis dokumen serta proses interview.  Kedua pekerjaan tersebut harus dijalankan bersamaan untuk dapat memastikan bahwa jabatan yang dianalisis adalah benar valid.

(2) Menganalisis Kebutuhan Kualifikasi Jabatan

Proses selanjutnya adalah dengan melakukan proses identifikasi yang terkait dengan kualifikasi jabatan yang dimaksudkan tersebut. Bagaimana kualifikasi menjadi menjadi suatu aspek penting untuk melihat bagaimana tingkatan jabatan tersebut ditetapkan.

(3) Analisis Beban Kerja

Salah satu tahapan yang terpenting dari proses analisis jabatan adalah proses perhitungan beban kerja. Proses ini menuntut adanya analisis dari proses perhitungan waktu dan tingkatan resiko dari pekerjaan tersebut.

Demikian tahapan yang dilakukan dalam menjalankan proses analisis jabatan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Advertisements

Tahapan Penyusunan Sistem Anti Korupsi dalam Perusahaan

Banyak perusahaan mengalami permasalahan yang terkait dengan kondisi penggelapan atau korupsi dalam sistem perusahaan.  Dalam beberapa kasus, potensi penggelapan lebih banyak disebabkan karena sistem manajemen yang tidak kuat dalam memastikan sistem anti fraud tersebut dapat dijalankan.

Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat disusun terkait dengan Sistem Anti Fraud dalam perusahaan

(1) Lakukan Proses Analisis Resiko

Ada baiknya ketika sistem tersebut dibentuk dilakukan proses analisis resiko. Tujuan dari program analisis resiko tersebut adalah untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional tersebut secara resiko terukur.

(2) Menyusun Sistem Pencegahan

Meyusun sistem yang bertujuan untuk bermitigas terhadap proses pencegahan dari resiko yang muncul tersebut. Penetapan tindakan pencegahan yang terbentuk dalam sistem dapat dilakukan dengan cara:

(a) Menetapkan sistem pemeriksaan/ verifikasi

(b) Menghilangkan resiko atau tahapan yang beresiko

(c) Meningkatkan pelatihan karyawan

(d) Menambah tahapan sistem operasional

(3) Meningkatkan Sistem Manajemen SDM

Penggelapan/ korupsi adalah suatu resiko yang muncul akibat sistem memiliki celah.  Proses pengembangkan aspek kompetensi-kompetensi non teknis yang bersifat meningkatkan aspek integritas adalah hal penting bagi perusahaan.  Divisi SDM juga harus meningkatkan kemampuan dalam melakukan proses penempatan karyawan sehingga karyawan yang ditempatkan di lokasi tersebut tidak membuat suatu proses korupsi yang skematis.

Ada baiknya perusahaan mengembangkan Sistem Anti Fraud yang tepat, lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam mengoptimalkan sistem anti fraud dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Penyusunan Customer Relationship Program

Dalam proses penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), adalah hal yang sulit untuk ditetapkan. Mengingat bahwa kebutuhan dan kepentingan dari konsumen akan selalu berubah dan sifatnya adalah dinamis.

Untuk dapat menyelesaikan permasalahan mengenai sistem tersebut, ada baiknya perusahaan menyusun masterplan program yang dapat dipergunakan untuk menjadi program pemasaran yang tepat dan strategis.  Salah satu strategi penting dalam penyusunan sistem adalah proses pengembangan Customer Relationship Program. Konsep dan stategis dari proses pengembangan program/ perencanaan terhadap pendekatan pelanggan adalah menetapkan tahapan program Customer Relationship.

Adapun tahapan penyusunan program itu sendiri dapat dilakukan sebagai berikut:

(1) Pemahaman Kebutuhan Pelanggan

Perusahaan harus dapat mendefinisikan pelanggan yang dimiliki, bahkan potensi yang akan dimiliki.  Bagaimana proses ini dilakukan? Salah satunya adalah dengan mengembangkan program-program survey maupun proses riset.  Dengan dapat mendefiniskan kebutuhan pelanggan secara tepat, maka perusahaan dapat mengembangkan jenis program yang akan dikembangkan.

(2) Penyusunan Program

Dalam proses penyusunan program, perusahaan harus dapat menyesuaikan antara jenis produk maupun jenis pelanggan yang dipersyaratkan.  Penetapan program itu sendiri adalah program yang harus diperhatikan menyentuh esensi produk dan esensi kebutuhan.  Memastikan bahwa program itu akan memegang pengaruh atas kepercayaan pelanggan terhadap produk Anda. Program bisa terbagi atas 3 (tiga) jenis, yaitu:

(a) Program Pelayanan Terpadu

Dimana dalam program ini, perusahaan menciptakan suatu sistem terpusat (satu pintu) dimana pelanggan diberikan akses satu pintu untuk kebutuhan keluhan, produk maupun masalah teknis lainnya.  Program pelayanan terpadu ini sebaiknya dipastikan dijalankan dengan kondisi tanpa kendala akses sehingga pelanggan tidak mudah kecewa.

(b) Program Marketing dengan Sistem Keterlibatan Pelanggan

Proses penjualan dengan pemberian nilai poin dan apabila terdapat status penjualan referensi adalah suatu metode yang tepat dalam memastikan bahwa pelanggan adalah bagian dari diri perusahaan.  Perusahaan harus dapat memposisikan bahwa produk dan pelayanan yang mereka berikan adalah solusi bagi pelanggan. Strategi ini banyak dikembangkan oleh perusahaan yang menerapkan sistem Multilevel Marketing.

(c) Program Pengembangan Identitas Produk dan Pelanggan

Perusahaan harus menerapkan strategi dengan modal kuat, sehingga brand yang terbentuk pada diri pelanggan adalah sangat identik dan menjadi bagian penting dari diri pelanggan.  Mengembangkan merk yang kuat dengan identitas yang dekat dengan pelanggan,

(3) Proses Evaluasi Program

Bagaimana suatu program tersebut dapat dipastikan efektif dijalankan? Perusahaan harus memastikan adanya suatu pemantauan terkait dengan pelaksanaan program yang dijalankan. Adanya strategi yang penting untuk melakukan program perbaikan secara terus-menerus menjadi hal penting untuk memastikan bahwa program yang dibentuk adalah untuk memastikan bahwa pelanggan Anda adalah bagian penting dari perusahaan.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program perusahaan Anda menjadi bagian penting bagi pelanggan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08153467638)