Memahami Prinsip PDCA dalam TACCP

Saat ini telah dilakukan proses penerbitan standar baru PAS 96:2026 terkait Food defence – Protection and prevention from deliberate acts –Guide. Dimana melalui penerbitan standar yang dimaksud, perusahaan diminta untuk melakukan kajian dan pengkinian atas penyusunan TACCP sesuai dengan standar PAS 96:2026.

Sebelum melakukan kajian lebih lanjut, ada baiknya perusahaan melihat prinsip PDCA dalam menyusun TACCP. Berikut ini adalah prinsip PDCA yang dimaksud.

Dengan mempergunakan prinsip PDCA, perusahaan dapat menyusun dokumen TACCP yang tepat. Referensi eksternal dapat membantu perusahaan dalam menyusun TACCP yang tepat. Lakukan penggunaan konsultan yang berpengalaman dalam penyusunan TACCP dalam memenuhi standar persyaratan keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi ISO 19011:2026 pada Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Proses internal audit yang dijalankan dalam persyaratan keamanan pangan, sebaiknya dilakukan dengan tepat dan disesuaikan dengan standar persyaratan keamanan pangan. Perubahan atas regulasi itu sendiri menjadi bagian penting untuk dipertimbangkan dalam penerapan internal audit. Salah satu persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam proses implementasi audit keamanan pangan adalah persyaratan ISO 19011:2026.

Bagaimana penerapan ISO 19011: 2026 sesuai dengan persyaratan yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, berikut ini adalah ilustrasi gambaran yang dimaksud.

Untuk dapat meningkatkan kualitas Sistem Manajemen Internal Audit di dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pastikan bahwa perusahaan selau memastikan pengkinian atas standar sistem yang terbaru. Lakukan proses pelatihan dan pencarian referensi eksternal yang tepat agar pelaksanaan Internal Audit Sistem Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan berjalan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengelolaan Spesifikasi Sesuai dengan Persyaratan Keamanan Pangan

Untuk memastikan setiap tahapan proses serta material yang dipergunakan dalam suatu produk sesuai dengan persyaratan keamanan pangan. Untuk dapat memastikan bahwa spesifikasi tersebut sesuai dengan standar persyaratan keamanan pangan. Perusahaan harus dapat melakukan pengelolaan spesifikasi yang tepat sesuai dengan persyaratan keamanan pangan yang dimaksud.

Berikut ini adalah tahapan yang terkait dengan bagaimana proses pengeloaan spesifikasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Dari diagram yang dimaksud, perusahaan diminta untuk melakukan proses persiapan teknis dalam membuat spesifikasi atas produk, bahan baku, bahan tambahan pangan serta kemasan. Dengan melakukan proses review serta kajian yang terkait dengan spesifikasi, diharapkan produk serta material lainnya sesuai dengan regulasi, proses serta harapan dan persepsi pelanggan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Melihat Perbedaan QA Manager dan Food Safety Team Leader

Di dalam industri pangan, keberadaan Food Safety Team Leader adalah persyaratan wajib yang terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Selain FSTL (Food Safety Team Leader), dalam mengelola sistem, perusahaan dapat mengembangkan fungsi Quality Assurance Manager. Beberapa perusahaan, melakukan penggabungan QA Manager dengan Food Safety Team Leader, namun terdapat beberapa perusahaan yang memisahkan antara fungsi QA Manager dan FSTL.

Agar lebih jelas dalam memahami perbedaan yang berikut ini, berikut ini adalah perbedaan antara QA Manager dan FSTL.

Dengan melakukan analisis terkait dengan perbedaan yang dimaksud, perusahaan dapat melakukan pengembanan fungsi dengan tepat. Untuk dapat memaksimalkan perbedaan yang dimaksud, perusahaan dapat melakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Proses Pengendalian OPRP (Operational Pre Requisite Program)

Pada penerapan ISO 22000 ataupun FSSC 22000, selain dengan pengendalian melalui CCP (Critical Control Point) maka dilakukan proses pengendalian terkait dengan OPRP (Operational Pre Requisite Program). OPRP ini sendiri walaupun dalam klasfikasi pengendaliannya tidak sama dengan CCP, proses pengendalian tetap harus dijalankan.

Untuk melakukan pengendalian OPRP, berikut ini adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

Dengan melakukan pengendalian yang tepat, maka OPRP ini dapat berfungsi maksimal untuk menurunkan ataupun mengendalikan aspek bahaya keamanan pangan. Lakukan pengembangan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Allergen dengan Tepat pada Industri Pangan

Dalam persyaratan Codex Versi 2022 terkait dengan bahaya pangan, allergen menjadi salah satu potensi atas bahaya yang perlu untuk dikendalikan pada industri pangan. Untuk dapat mengelola allergen itu sendiri di dalam industri pangan, terdapat beberapa langkah yang perlu untuk dijalankan.

Berikut ini adalah tahapan proses yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan proses pengendalian allergen.

Ada baiknya perusahaan menjalankan seluruh pengendalian secara terdokumentasi serta dilengkapi dengan bukti implementasinya. Penggunaan konsultan yang telah berpengalaman di dalam industri pangan, dapat membantu perusahaan dalam menjalankan proses pengendalian allergen yang dimaksud. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Peranan Produksi dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Industri Pangan

Penerapan Sistem Manajmen Keamanan Pangan dalam industri Pangan juga melibatkan peranan tim produksi. Dimana peranannya dijalankan secara signifnikan untuk memastikan bahwa produk menjadi aman dan tidak terkena kontaminasi. Pelaksanaan yang terkait dengan peranan produksi itu sendiri dapat digambarkan adalah sebagai berikut.

Bagaimana penerapan atas industri pangan itu dijalankan dengan tepat dan sesuai dengan peranan dan fungsi dari produksi. Penanganan dan pengendalian yang terkait dengan keamanan pangan juga menjadi bagian produksi dan bukan juga di dalamnya adalah bagian QC (Quality Control). Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang terkait dengan penerapan keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun VACCP (Vulnerability Analysis Critical Control Point)

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, yang terkait dengan sertifikasi yang telah disetujui Global Food Safety Initiative (GFSI), seperti BRCGS, FSSC ataupun sertifikasi lainnya, mewajibkan adanya proses penyusunan yang terkait dengan VACCP. Penerapan atas VACCP ini adalah salah satu pendekatan sistematis yang dilakukan untuk mencegah adanya potensi food fraud.

Berikut ini adalah gambaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk proses penyusunan VACCP.

Sistem VACCP harus dipastikan dibuat setepat mungkin dan harus disesuaikan dengan proses yang berjalan di masing-masing perusahaan. Perusahaan juga harus memastikan implementasi bisa dijalankan dengan tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk kemudian menetapkan sistem pengembangan atas VACCP yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Menjalankan Food Safety Risk Assessment

Salah satu pelaksanaan yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, adalah dengan melakukan proses analisis resiko. Penilaian resiko ini yang menjadi dasar dari proses pelaksanaan penilaian bahaya. Lalu bagaimana tahapan yang terkait dengan penyusupan penilaian resiko.

Berikut ini adalah tahapan menjalankan Food Safety Risk Assessment yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan penilaian dapat dijalankan.

Penilaian atas resiko ini dapat dijalankan secara periodik, meskipun demikian proses kajian dapat dilakukan apabila terdapat pelatihan yang terkait dengan data dan informasi yang berhubungan dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan bahwa proses penilaian resiko dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kaidah persyaratan keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Pengelolaan Gudang yang Tepat dalam Industri Pangan Sesuai dengan Persyaratan FSSC Versi 6

Pengelolaan gudang dalam industri pangan harus dipastikan dijalankan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan. Dalam penerapan FSSC Versi 6, proses pengelolaan ini melibatkan prinsip keamanan pangan, kualitas, serta keamanan atas produk. Penjabaran yang tepat terkait dengan pengelolaan gudang dapat memberikan dampak positif dalam implementasi keamanan pangan yang dijalankan dalam perusahaan.

Penerapan FSSC Versi 6 adalah salah satu bentuk komitmen perusahaan terkait dengan keamanan pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)