Meningkatkan Efisiensi Bisnis Melalui Sistem Anti Penyuapan ISO 37001

Dalam kondisi perekonomian yang sangat menantang, perusahaan menghadapi banyaknya tantangan atas persaingan usaha. Perusahaan harus menjalankan strategi yang tepat untuk dapat memaksimalkan strategi yang tepat dan efektif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah menjalankan Sistem ISO 37001. Mengapa ISO 37001 dapat meningkatkan efisiensi bisnis perusahaan?

(1) Pengendalian Biaya Perusahaan Secara Tepat

Dengan menjalankan sistem anti korupsi, perusahaan memiliki standar pembiayaan biaya yang tepat dalam pengelolaan budget yang ada dalam perusahaan. Memiliki sistem manajemen yang terbebaskan dari korupsi menjadi bagian penting dari perusahaan untuk melakukan penyusunan perencanaan keuangan yang tepat dan tidak menimbulkan resiko pembiayaan dengan nilai tinggi.

(2) Memberikan Manfaat Kerbelangsungan Bisnis

Anti penyuapan membuat bisnis berjalan secara adil dan transparan. Pembentukan sistem kepegawaian dijalankan berdasarkan kompetensi, pemilihan atas vendor didasarkan pada pengukuran yang yang obyektif. Hal ini menyebabkan pengendalian bisnis dapat berjalan secara tepat dan efisien.

(3) Mengoptimalkan Produktifitas

Semangat anti korupsi dapat membuat nilai kompetitif bisnis semakin baik dan semakin profesional. Biaya yang dialokasikan terkait dengan penyuapan dapat dipergunakan untuk peningkatan kompetensi SDM dan penilaian atas sumber daya lainnya dalam perusahaan. Efisiensi yang disebabkan adanya penggunaan biaya yang berlebihan untuk penyuapan akan menjadi masalah besar dalam pengembangan bisnis selanjutnya.

(4) Meningkatkan Kepercayaan Partner Bisnis

Kepercayaan terbentuk tidak melalui penyuapan. Kepercayaan muncul karena perusahaan secara kualifikasi mampu memberikan hal yang terbaik dalam bisnis. Serta bagaimana setiap partner percaya dengan kemampuan bisnis yang ditetapkan oleh perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan sistem manajemen anti penyuapan? Memastikan bahwa sistem anti penyuapan dapat dilakukan dalam perusahaan memberikan nilai positif yang strategis dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Advertisement

Mendesain Ulang Skala Pengupahan Perusahaan

Saat ini banyak perusahaan yang mengalami tuntutan untuk menjadi lebih efisien. Salah satu program efisiensi yang dijalankan adalah dengan melakukan proses perampingan remunerasi. Beberapa perubahan mengambil jalan pintas dari permasalahan yang muncul dengan memotong gaji karyawan secara sepihak.

Untuk jangka pendek penyelesaian masalah ini dapat dilakukan, namun untuk jangka panjangnya, dapat menimbulkan dampak yang merugikan perusahaan. Seperti salah satunya penurunan produktifitas. Alih-alih melakukan proses pemotongan gaji sepihak, perusahaan bisa melakukan proses perombakan atas remunerasi karyawan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengoptimalkan permasalahan remunerasi tersebut.

(1) Menghitung ulang produktifitas karyawan

Tidak ada salahnya perusahaan melakukan analisis produktifitas jabatan yang ideal untuk kemudian dilakukan proses perhitungan atas nilai output yang dihasilkan. Proses rasionalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi bobot yang ada.

(2) Kajian atas grade jabatan

Apabila memang dibutuhkan, penetapan atas fungsi dan jabatan dapat dikaji. Kebutuhan atas jumlah dan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Penetapan kualifikasi jabatan ditetapkan dilakukan sesuai dengan persyaratan yang secara aktual sedang dihadapi oleh perusahaan.

(3) Penetapan atas pengendalian budget perusahaan

Budget memegang peranan penting dalam perhitungan remunerasi. Lakukan analisis ketersediaan budget perusahaan berdasarkan pada rasio produktifitas. Restrukturisasi kembali skala pengupahan berdasarkan pada budget yang tersedia.

Proses perhitungan remunerasi ini menjadi bagian penting dalam organisasi untuk meningkatkan produktifitas dan loyalitas karyawan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengelola remunerasi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Menyusun Sistem Penggajian Retail

Perusahaan retail saat ini sedang berhadapan dengan tantangan yang cukup besar. Bagaimana menyeimbangkan antara biaya operasional dengan pendapatan dari perusahaan. Mengurangi outlet dan karyawan menjadi salah satu pilihan seperti pisau bermata dua. Di lain pihak dapat mengurangi beban biaya perusahaan, namun di lain pihak dapat menghilangkan potensi dari pendapatan.

Pengurangan karyawan juga dapat menimbulkan tantangan tersendiri, hal ini dikarenakan mengingat nilai yang perusahaan telah investasikan terkait dengan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) juga tidak sedikit. Untuk dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dan kepentingan perusahaan tersebut, maka berikut ini adalah tahapan yang dapat dijalankan oleh konsultan terkait dengan penetapan sistem remunerasi perusahaan retail.

(1) Penetapan Fungsi Core Business dan Support dalam Perusahaan

Core business dalam retail harus didefinisikan ulang. Lakukan analisis terkait dengan identifikasi perubahan pada bisnis retail. Apabila aktifitas penjualan dijalankan secara digital maka core business yang ditetapkan adalah unit kerja digital. Ada baiknya perusahaan melakukan transformasi bisnis dengan tepat untuk dapat meningkatkan penjualan perusahaan dengan tepat.

(2) Penetapan Desain Kompensasi Sales Operation

Retail sangat berhubungan dengan sales dan teknik sales dijalankan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan jenis produk. Penetapan kompetensi yang tepat dalam bidang sales akan mengidentifikasi nilai budget yang harus dikeluarkan perusahaan sesuai dengan persyaratan sales tersebut. Setelah dilakukan penetapan kompetensi yang dimaksud, maka ditetapkan sistem remunerasi berdasarkan pada gaji pokok serta tunjangan yang terkait dengan intensif penjualan.

(3) Desain Bonus dan Reward yang Tepat

Retail sangat berhubungan dengan SDM, sehingga sangat tepat apabila menetapkan sistem pengukuran prestasi karyawan yang dilengkapi dengan bonus dan reward.

Bagaimana penyusunan sistem remunerasi dalam Sistem Manajemen Retail Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penetapan sistem kompenasi yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempergunakan KPI Sebagai Strategi Efektifitas Bisnis

Saat ini, dunia usaha mendapatkan tantangan antara biaya dan produktifitas. Kadangkala tingginya produktifitas tidak selaras dengan nilai efisiensi perusahaan. Lalu bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan kedua hal tersebut?

Salah satu strategi yang perlu untuk dijalankan dalam dunia bisnis adalah pentingnya menetapkan parameter-parameter terukur yang mampu untuk menjaga ukuran produktifitas dan efisiensi tersebut. Penetapan parameter ini ditetapkan dalam bentuk KPI.

Lalu bagaimana proses penetapan atas strategi tersebut dijalankan.

(1) Menyusun Budget

Salah satu parameter yang ditetapkan adalah budget. Menyusun budget itu sendiri harus dilakukan dengan mempergunakan rasio yang tepat. Untuk dapat mengukur rasio antara output produktifitas dan nilai biaya.

(2) Penetapan Program Efisiensi

Perusahaan ada baiknya menyusun program efisiensi yang kemudian dijabarkan ke setiap departemen. Memastikan setiap divisi tersedia tanggung jawab atas terlaksananya program tersebu.

(3) Meningkatkan Nilai Output

Mengukur nilai optimalisasi dari masing-masing divisi untuk kemudian menetapkan sebagai nilai output yang tepat.

Lalu bagaimana perusahaan Anda mengelola Efektifitas Bisnis? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk menjalankan efektifitas bisnis tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Program Training secara Optimal

Mengembangkan karyawan adalah suatu proses yang memakan waktu dan kadangkala tidak murah. Sehingga ada baiknya perusahaan menjalankan pengelolaan program training dengan tepat dan efektif. Lalu bagaimana mekanisme yang tepat damam menyusun program training?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang menjadi perhatian untuk menyusun program pelatihan.

(1)  Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan

Analisis target yang dibutuhkan oleh perusahaan serta jenis-jenis kompetensi apa saja yang menjadi persyaratan. Berdasarkan pada jenis kompetensi tersebut maka lakukan proses perencanaan atas program pelatihan yang dibutuhkan.

(2) Mendesain Silabus Pelatihan

Menyusun agenda dan isi pelatihan yang akan diberikan terkait dengan jenis program pelatihan yang disusun.  Membuat detail materi yang diberikan serta periode pelatihan tersebut.  Sebaiknya program evaluasi atas kegiatan pelatihan tersebut juga ditetapkan.

(3) Melakukan Evaluasi Program Pelatihan

Melakukan proses evaluasi yang dijalankan untuk memastikan bagaiaman proses pelatihan tersebut memberikan perbaikan dalam pelaksanaan.  Mengembangkan pelaksanaan yang tepat untuk dapat memastikan bahwa proses evaluasi terkait dengan program pelatihan tersebut memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda mendesain program pelatihan? Lakukan proses pencarian referesi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan program pelatihan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meminimalkan Dampak Penyimpangan Rekruitmen

Saat ini, program rekruitmen adalah menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Dalam beberapa kondisi, ditemukan bahwa proses rekruitmen riskan atas penyimpangan. Faktor penyebab penyimpangan itu sendiri beragam, mulai dari proses pencarian yang memakan waktu, proses seleksi karyawan , serta memastikan bagaimana program rekruitmen yang dimaksudkan tersebut dapat memberikan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan kualifikasi persyaratan yang sesuai.

Lalu bagaimana perusahaan dapat meminimalkan resiko yang terkait dengan kesalahan proses rekruitmen.

(1) Meneliti Latar Belakang Pelamar

Melakukan proses pemeriksaan atas latar belakang pelamar secara teliti dan detail.  Apabila memungkinkan dapat melakukan proses pengecekan silang ke perusahaan dmana karyawan tersebut bekerja. Bahkan saat ini tidak sedikit perusahaan yang melakukan proses pemeriksaan melalui media sosial.

(2) Mempergunakan Jasa Head Hunter

Apabila perusahaan mempergunakan jasa head hunter, maka pastikan bahwa kualifikasi dari head hunter tersebut adalah sesuai dengan kebutuhan.  Hal ini untuk mengurangi resiko karena biaya dari proses rekruitmen perusahaan menjadi tinggi dan sia-sia.  Sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan adanya jaminan bahwa jasa head hunter dapat memberikan jaminan apabila di tengah jalan kandidat mengundurkan diri.

(3) Mendesain Alat Psikometris yang Akurat

Penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses assessment sebagai proses pengujian atas kegiatan rekruitmen.  Dengan memiliki pusat assessment maka perusahaan dapat secara akurat dan efisien dalam melakukan proses pengujian.

Bagaimana dengan proses rekruitmen yang dilakukan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan dan mengelola proses rekruitmen dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik Mengaplikasikan Arsitektur Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia)

Dalam menjalankan Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia), perusahaan harus dapat dipastikan menjalankan aplikasi manajemen SDM dengan tepat. Salah satu pendekatan efektif yang dijalankan untuk mengaplikasikan manajemen SDM adalah dengan mempergunakan teknik struktur dari arsitektur manajemen SDM.  Gambaran dari arsitektur manajemen SDM nya adalah sebagai berikut.

diagram-hr

Detail dari program aplikasi yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

(1) HR Service

Proses operasional layanan yang dijalankan terkait dengan hak dan kewajiban SDM (Sumber Daya Manusia) seperti layanan atas rekruitmen, kompensasi/ remunerasi,  serta administrasi kepersonaliannya yang menyangkut hak dan kewajiban.

(2) HR System

Penetapan atas sistem SDM (Sumber Daya Manusia) yang terstruktur dalam bentuk sistem. Sistem ini disusun berdasarkan business process perusahaan dan kemudian menempatkan posisi HR sebagai pendukung business process. Termasuk di dalamnya adalah penetapan peraturan atas regulasi maupun aspek hukum yang mengikat dalam sistem.

(3) HR Strategy

Penetapan strategi dan kebijakan yang disusun oleh perusahaan sebagai bentuk pemastian terkait dengan arahan manajemen untuk memperjelas aplikasi dari aspek  peraturan perusahaan. Stategi lebih mengutamakan arahan yang dipergunakan untuk menetapkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan nilai kinerja SDM (Sumber Daya Manusia)

Bagaimana perusahaan Anda menerapkan sistem manajemen SDM? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan sistem manajemen SDM dijalankan secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik yang Tepat dalam Menangani Karyawan yang Bermasalah

Dalam beberapa kondisi, perusahaan seringkali dihadapkan dengan karyawan-karyawan bermasalah. Permasalahan dapat berbentuk permasalahan administratif ataupun permasalahan kedisiplinan. Perusahaan sendiri seringkali sudah menerapkan sanksi atas permasalahan tersebut, namun terkadang permasalahan atas kedisiplinan/ administratif juga masih muncul.

Lalu bagaimana teknik yang tepat dalam menangani karyawan yang bermasalah? Terdapat beberapa teknik yang dapat perusahaan gunakan untuk melakukan proses penanganan terhadap karyawan yang bermasalah.

(1) Coaching Program

Teknik pendekatan yang dilakukan secara khusus untuk melakukan proses pendampingan karyawan untuk menghindari konflik ataupun stress kerja yang berlebihan. Pendampingan dalam bentuk coaching tersebut dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk menjalani program. Memastikan perubahan yang muncul berdasarkan keputusan dari karyawan.

(2) Intervensi Kelompok

Salah satu faktor masalah dari karyawan harus dilakukan proses pengkajian. Pengkajian juga dilakukan dengan melihat prilaku organisasi dan kelompok kerja dalam menyelesaikan pekerjaan dan permasalahan. Melakukan program intervensi untuk dapat mengubah prilaku individu berdasarkan pada intervensi kelompok.

(3) Penyusunan Desain Secara  Sanksi Sistematis

Bagaimana perusahaan menyusun dan menetapkan desain sanksi yang tepat dan sistematis dalam proses kerja. Sanksi melibatkan penekanan bukan hanya penalti individual namun juga dijalankan pada penalti kelompok. Dimana penerapan sanksi dijalankan pada kelompok kerja dan individual.

Bagaimana proses penanganan karyawan bermasalah dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jangan Hanya Memberi Gaji Besar Kepada Karyawan

Saat ini perusahaa mendapatkan tantangan yang sangat besar. Salah satu dari tantangan tersebut adalah seberapa besar perusahaan berkewajiban untuk memberikan gaji kepada karyawan? Menarik untuk ditelusuri, bahwa salah satu penyebab karyawan untuk merasa nyaman di dalam perusahaan adalah masalah salary. Namun seberapa besar perusahaan harus mengalokasikan salary agar karyawan tidak hanya merasa “nyaman” namun juga merasa tertantang dengan target yang diberikan oleh perusahaan.

Beberapa pertimbangan dapat perusahaan jalankan terkait dengan penetapan nilai salary perusahaan.

(1) Komposisi Remunerasi

Perusahaan harus menciptakan komponen-komponen remunerasi yang tepat, dimana karyawan mendapatkan suatu kompensasi tambahan atas prestasi maupun kompetensi yang dimilikinya. Beberapa perusahaan juga memberikan alokasi tunjangan khusus atas dasar loyalitas, tentu saja hal ini adalah nilai penting untuk dapat mengembangkan dan mengendalikan sistem remunerasi yang ada.

(2) Grade Jabatan

Sistem salary harus membedakan tidak hanya pada prinsip loyalitas dan prestasi namun juga melihat pada struktur jabatan dalam perusahaan. Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk menciptakan sistem salary yang tepat dalam penetapan jabaran, sehingga karyawan termotivasi untuk mengikuti jenjang karir yang ada.

(3) Orientasi Hasil

Selain mempertimbangkan remunerasi rutin, perusahaan juga dapat mengembangkan sistem insentif/ kompensasi khusus yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan hasil.  Dimana aspek partisipasi perusahaan akan ditingkatkan untuk dapat meningkatkan nilai keterlibatan karyawan dalam hasil akhir.

Bagaimana konsep remunerasi dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal terkait dengan program remunerasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Insentif pada Bisnis Jasa

Seperti umumnya pada sektor bisnis lainnya, sektor jasa adalah sektor yang sangat kritikal terkait dengan pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia). Selain itu, sektor jasa memiliki aspek fleksibilitas yang tinggi mengingat tingkat keberagaman kebutuhan pelanggan.

Untuk dapat mengakomodasi antara bisnis dan pengelolaan SDM, adalah penting bagi perusahaan untuk mendesain insentif yang sesuai antara pertumbuhan bisnis dengan tuntutan SDM (Sumber Daya Manusia)

Berikut adalah mekanisme insentif yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

(1) Berbasiskan Pada Proyek

Insentif dengan basis proyek menjadi stimulus kepada bidang jasa yang menggunakan prinsip pekerjaan berbasiskan proyek. Dimana dalam kegiatan per proyek tersebut, perusahaan harus dapat memastikan perhitungan bonus tergambarkan melalui bentuk kriteria-kriteria pencapaian yang jelas. Termasuk nilai serta komponennya.

(2) Berbasiskan Pada Kepuasan Pelanggan

Penilaian ini sangat terkait dengan sektor jasa dimana perusahaan menempatkan karyawan langsung berinteraksi dengan pelanggan. Ada faktor kedekatan yang terbentuk antara karyawan dengan pelanggan. Bisanya konsep insentif yang dijalankan adalah insentif adalah tips.  Beberapa perusahaan menjalankan konsep ini sebagai bentuk motivasi atas upaya peningkatan pelanggan.

(3) Berbasikan Pada Kreatifitas

Pemberian insentif dijalankan dengan melakukan proses evaluasi inovasi yang dijalankan selama menyelesaikan pekerjaan. Semakin kuat atas tantangan yang harus diselesaikan beserta dengan nilai kreatifitas karyawan.

Bagaimana dengan program pemberian insentif yang dilakukan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan bahwa program insentif dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)