Peranan Konsultan dalam Menyusun Sistem Penggajian Retail

Perusahaan retail saat ini sedang berhadapan dengan tantangan yang cukup besar. Bagaimana menyeimbangkan antara biaya operasional dengan pendapatan dari perusahaan. Mengurangi outlet dan karyawan menjadi salah satu pilihan seperti pisau bermata dua. Di lain pihak dapat mengurangi beban biaya perusahaan, namun di lain pihak dapat menghilangkan potensi dari pendapatan.

Pengurangan karyawan juga dapat menimbulkan tantangan tersendiri, hal ini dikarenakan mengingat nilai yang perusahaan telah investasikan terkait dengan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) juga tidak sedikit. Untuk dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dan kepentingan perusahaan tersebut, maka berikut ini adalah tahapan yang dapat dijalankan oleh konsultan terkait dengan penetapan sistem remunerasi perusahaan retail.

(1) Penetapan Fungsi Core Business dan Support dalam Perusahaan

Core business dalam retail harus didefinisikan ulang. Lakukan analisis terkait dengan identifikasi perubahan pada bisnis retail. Apabila aktifitas penjualan dijalankan secara digital maka core business yang ditetapkan adalah unit kerja digital. Ada baiknya perusahaan melakukan transformasi bisnis dengan tepat untuk dapat meningkatkan penjualan perusahaan dengan tepat.

(2) Penetapan Desain Kompensasi Sales Operation

Retail sangat berhubungan dengan sales dan teknik sales dijalankan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan jenis produk. Penetapan kompetensi yang tepat dalam bidang sales akan mengidentifikasi nilai budget yang harus dikeluarkan perusahaan sesuai dengan persyaratan sales tersebut. Setelah dilakukan penetapan kompetensi yang dimaksud, maka ditetapkan sistem remunerasi berdasarkan pada gaji pokok serta tunjangan yang terkait dengan intensif penjualan.

(3) Desain Bonus dan Reward yang Tepat

Retail sangat berhubungan dengan SDM, sehingga sangat tepat apabila menetapkan sistem pengukuran prestasi karyawan yang dilengkapi dengan bonus dan reward.

Bagaimana penyusunan sistem remunerasi dalam Sistem Manajemen Retail Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penetapan sistem kompenasi yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Skala Pengupahan yang Efektif

Saat ini, banyak perusahaan menjalankan program cost saving. Salah satu program cost saving yang seringkali perusahaan lakukan adalah dengan melakukan program efisiensi dalam proses penggajian karyawan. Meskipun menjadi alternatif dalam program efisiensi, perusahaan sendiri harus memperhatikan sistem dan skala pengupahan yang tepat dan efektif untuk dijalankan dalam perusahaan.

Berikut ini adalah tahapan penting yang perusahaan harus perhatikan dalam mendesain skala pengupahan.

(1) Penetapan Kelas Jabatan dalam Organisasi

Melakukan penetapan kelas jabatan dalam organisasi. Selang penetapan kelas jabatan itu sendiri ditetapkan berdasarkan pada besarnya organisasi ataupun dengan bentuk dari struktur organisasi. Penetapan kelas jabatan itu sendiri juga harus mengakomodasi pada aspek struktural dan fungsional dalam organisasi.

(2) Penetapan Grade Jabatan

Skala pengupahan yang ditetapkan dalam perusahaan harus memastikan bahwa penetapan tabulasi dilakukan berdasarkan pada kompetensi, beban kerja serta resiko. Dari aspek inilah dilakukan penetapan grade jabatan dalam perusahaan.

(3) Menetapkan Skala Pengupahan

Pengelompokan status skala pengupahan tersebut ke dalam bentuk parameter pengupahan dasar yang ditetapkan oleh pemerintah, benchmark dari referensi perusahaan sejenis, serta melakukan proses penyusunan berdasarkan pada data penggajian yang sudah ada. Teknik pengolahan atas data-data ini kemudian disajikan dalam bentuk tabel untuk kemudian dilakukan penetapan atas pengendalian pengupahan yang dijalankan dalam perusahaan.

(4) Penetapan Variabel Remunerasi

Penetapan tunjangan khusus juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan sistem pengupahan. Penetapan tunjangan dijalankan dengan pertimbangan faktor struktural, aspek fungsional, kompetensi khusus serta resiko tertentu yang ditetapkan melalui kebijakan khusus dalam perusahaan.

Bagaimana penyusunan skala pengupahan yang dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses penyusunan skala pengupahan yang tepat dan efektif untuk memastikan sistem penggajian dalam perusahaan Anda dijalankan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Mendesain Struktur Organisasi yang Efisien

Semakin besar perusahaan, perusahaan dituntut untuk dapat lebih profesional dan strategis dalam menyusun struktur organisasi. Namun, beberapa perusahaan secara aktual mengalami kesulitan dalam mendesain struktur organisasi yang efisien.  Terdapat kecenderungan, struktur organisasi terlihat “gemuk” yang selain menyebabkan sulit dalam pengelolaan perusahaan juga terlihat tidak efisien.

Lalu bagaimana mendesain struktur organisasi yang tepat dan efisien dalam perusahaan? Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menyusun struktur organisasi yang efisien.

(1) Memfokuskan Pada Core Business

Fokus pada core business,dimana area ini adalah area yang paling penting dalam organisasi. Lakukan analisis struktur yang akan didesain dalam organisasi untuk mengoptimalkan core business.

(2) Pemetaan Peta Proses

Petakan proses pada area core business. Lakukan analisis atas detail proses untuk kemudian menetapkan aspek authorisasi dan operasional yang dijalankan dalam peta proses tersebut.  Seluruh detail tersebut kemudian dipetakan dalam diagram untuk kemudian dilakukan proses analisis jabatan.

(3) Pengelompokan Jabatan

Menetapkan stratifikasi jabatan dengan tepat, seperti posisi manager, asisten manager maupun posisi lainnya terkait dengan peta proses yang ditetapkan dalam organisasi.  Penetapan atas jabatan dapat pemetaan proses  yang ditetapkan tersebut.

(4) Pengembangan Fungsi Supporting

Penetapan atas aspek supporting dalam organisasi dijalankan setelah melakukan proses identifikasi core business dengan tepat.  Menetapkan aspek supporting dalam peta proses untuk kemudian mendesain organisasi yang dimaksudkan tersebut.

Saat ini, adalah langkah yang tepat bagi perusahaan untuk mendesain organisasi secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendesain struktur organisasi Anda secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Skala Remunerasi yang Tepat dan Efektif dalam Sektor Manudacturing

Peningkatan UMR dan UMP menjadi suatu tantangan tersendiri bagi perusahaan. Di lain pihak perusahaan berhadapan dengan tuntutan dari kompetisi bisnis untuk dapat menurunkan nilai jual dari produk. Lalu bagaimana menyusun desain skala remunerasi untuk sektor Manufacturing.

(1) Evaluasi Sistem Kerja dan Produktifitas Perusahaan

Ada baiknya perusahaan melakukan evaluasi sistem kerja dan pengendalian produktifitas. Lakukan perhitungan ideal serta peningkatan nilai yang dapat terukur. Kelola konsep variable cost yang terbentuk pada sistem penggajian tersebut dengan output hasil yang dipersyaratakan.

(2) Mengendalikan Konsep Strategi Unit Support

Unit support jangan hanya terukur sebagai cost centre, mengembangkan unit support juga dapat dijadikan sebagai profit centre. Setiap output harus terukur dengan tepat dan kuantifikasi dalam perhitungan nilai jualnya.

(3) Mengubah Pola Remunerasi

Mengedepankan prestasi dan strategi jangka panjang terkait dengan kosep remunerasi.  Pola lama kerja dapat direvisi menjadi rasio kompetensi. Dimana remunerasi tidak hanya berjalan berdasarkan pada waktu kerja saja namun juga berdasarkan pada pemenuhan kompetensi yang dipersyaratkan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan proses remunerasi dalam pengelolaan kepegawaian? Lakukan proses pencarian referensi ekternal yang tepat terkait dengan pengelolaan kompetensi yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempergunakan KPI Sebagai Strategi Efektifitas Bisnis

Saat ini, dunia usaha mendapatkan tantangan antara biaya dan produktifitas. Kadangkala tingginya produktifitas tidak selaras dengan nilai efisiensi perusahaan. Lalu bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan kedua hal tersebut?

Salah satu strategi yang perlu untuk dijalankan dalam dunia bisnis adalah pentingnya menetapkan parameter-parameter terukur yang mampu untuk menjaga ukuran produktifitas dan efisiensi tersebut. Penetapan parameter ini ditetapkan dalam bentuk KPI.

Lalu bagaimana proses penetapan atas strategi tersebut dijalankan.

(1) Menyusun Budget

Salah satu parameter yang ditetapkan adalah budget. Menyusun budget itu sendiri harus dilakukan dengan mempergunakan rasio yang tepat. Untuk dapat mengukur rasio antara output produktifitas dan nilai biaya.

(2) Penetapan Program Efisiensi

Perusahaan ada baiknya menyusun program efisiensi yang kemudian dijabarkan ke setiap departemen. Memastikan setiap divisi tersedia tanggung jawab atas terlaksananya program tersebu.

(3) Meningkatkan Nilai Output

Mengukur nilai optimalisasi dari masing-masing divisi untuk kemudian menetapkan sebagai nilai output yang tepat.

Lalu bagaimana perusahaan Anda mengelola Efektifitas Bisnis? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk menjalankan efektifitas bisnis tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Tim Anti Fraud dalam Perusahaan

Praktek fraud di dalam perusahaan dapat teridentifikasi dengan berbagai cara, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun tim anti fraud. Tim yang dibentuk ini berfungsi untuk melakukan pencegahan dan penghilangan terkait dengan kasus fraud yang muncul.

Bagaimana proses pembentukan tim anti fraud dijalankan untuk melakukan proses pengelolaan perusahaan?

(1) Melakukan Pelatihan Pencegahan Anti Fraud

Melakukan program pelatihan terkait dengan sistem anti fraud termasuk di dalamnya adalah pengendalian fraud.  Bagaimana proses pelatihan bisa mengembangkan komitmen yang kuat terkait dengan proses pencegahan anti korupsi.

(2) Membangun Penetapan Tanggung Jawab dan Kewenangan Tim

Bagaimana tim bertanggung jawab dan berperan penuh terkait dengan status kewenangan tim. Bagaimana tim bisa bergerak dan mengembangkan kewenangan penuh untuk melakukan proses penanganan dan pencegahan terkait dengan potensi dan kejadian korupsi yang ada.

(3) Melakukan Audit Anti Fraud

Penting untuk melakukan kajian atas sistem anti fraud dan memastikan bahwa mekanisme serta sistem antifraud dijalankan dalam perusahaan. Hasil dari kegiatan audit wajib untuk dievaluasi dan dijalankan untuk memastikan bahwa konsep dan strategi anti fraud dijalankan secara tepat dan efektif.

(4) Melakukan evaluasi Kinerja dan Fungsi Tim Anti Fraud

Perusahaan harus dapat memastikan bahwa konsep dan strategi anti fraud untuk kemudian melakukan proses evaluasi terkait dengan kinerja dan fungsi tim anti fraud yang dimaksudkan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kinerja tim anti fraud dapat berjalan dengan tepat dan efektif.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program anti fraud? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk  dapat mengembangkan sistem anti fraud dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempersiapkan Sumber Daya Manusia di Era Industri 4.0

Perkembangan teknologi saat ini sangat maju dan kompleks. Transformasi tidak hanya terjadi di pelaku industri saja. Namun juga terjadi di sektor pelanggan. Setiap bisnis menghadapi masalah terbesar yaitu sumber daya manusia.

Keterbatasan pada kemampuan dan kecepatan mengadopsi perubahan adalah tantangan yangbharus dijawab. Secara regulasi, bisnis juga terpatok pada peraturan pemerintah, sehingga membongkar pasang sumber daya manusia adalah hal yang tidak dapat dilakukan secara mudah. Lalu apa yang harus perusahaan jalankan dalam mengelola sumber daya manusia tersebut?

(1) Mengembangkan Divisi HRD ke Arah Strategis

Divisi HRD tidak mengedepankan kembali proses rutin manajemen secara umum. Terdapat pertimbangan untuk dapat mengidentifikasi tantangan dan melakukan transformasi perubahan ke arah bisnis secara strategis.

(2) Mengembangkan Kemitraan Tenaga Kerja

Dibandingkan dengan melakukan rekruitmen tenaga kerja baru dengan skill yang tinggi, lakukan proses kemitraan untuk meningkatkan alih teknologi di dalam bisnis. Sedikit demi sedikit kompetensi SDM perusahaan Anda akan berkembang

(3) Fleksibilitas Terstruktur

Konsep fleksibilitas adalah konsep bisnis yang mampu untuk menjawab tantangan. Namun pastikan bahwa konsep tersebut terstruktur, namun apabila sulit untuk terstruktur kembangkan dalam konteks project.

Bagaimana perusahaan Anda saat ini? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan transformasi SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sistem Bukanlah Sertifikasi Namun Transformasi Bisnis

Terdapat asumsi bahwa perusahaan yang memiliki sertifikat baik ISO maupun keamanan pangan, seperti BRC dan FSSC adalah perusahaan yang telah tersistemkan dengan baik. Namun banyak perusahaan yang melupakan bahwa sistem adalah transfirmasi bisnis.

Tidak sedikit perusahaan yang tidak mempergunakan program sertifikasi sebagai waktu transformasi bisnis dengan tepat. Lalu bagaimana proses transfirmasi tersebut dijalankan?

(1) Memperbaiki Perusahaan

Secara efektif sistem akan menjaga perusahaan dari segala resiko yang dapat muncul dalam bisnis. Salah satunya adalah mengidentifikasi seluruh resiko yang berpotensi muncul dan merugikan perusahaan. Menyusun sistem mitigasi adalah tepat. Namun pencegahan adalah hal positif lainnya yang harus disusun.

(2) Memperbaiki Budaya Perusahaan

Sistem harus terimplementasi dengan tepat. Budaya perusahaan yang positif menjadi suatu bentuk strategi positif yang dapat di kembangkan sebagai dasar untuk pelaksanaan implementasi dilakukan.

(3)Pengembangan Leadership

Menyusun ulang kompetensi leadership dapat dilakukan dalam perusahaan. Bagaimana konsep perubahan dapat dilakukan oleh agen perubahan yang kemudian dapat mengembangkan sistem secara konsisten ke arah yang tepat.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Jangan sia-siakan program sertifikasi di perusahaan Anda hanya dengan tujuan mendapatkan sertifikat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meminimalkan Dampak Penyimpangan Rekruitmen

Saat ini, program rekruitmen adalah menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Dalam beberapa kondisi, ditemukan bahwa proses rekruitmen riskan atas penyimpangan. Faktor penyebab penyimpangan itu sendiri beragam, mulai dari proses pencarian yang memakan waktu, proses seleksi karyawan , serta memastikan bagaimana program rekruitmen yang dimaksudkan tersebut dapat memberikan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan kualifikasi persyaratan yang sesuai.

Lalu bagaimana perusahaan dapat meminimalkan resiko yang terkait dengan kesalahan proses rekruitmen.

(1) Meneliti Latar Belakang Pelamar

Melakukan proses pemeriksaan atas latar belakang pelamar secara teliti dan detail.  Apabila memungkinkan dapat melakukan proses pengecekan silang ke perusahaan dmana karyawan tersebut bekerja. Bahkan saat ini tidak sedikit perusahaan yang melakukan proses pemeriksaan melalui media sosial.

(2) Mempergunakan Jasa Head Hunter

Apabila perusahaan mempergunakan jasa head hunter, maka pastikan bahwa kualifikasi dari head hunter tersebut adalah sesuai dengan kebutuhan.  Hal ini untuk mengurangi resiko karena biaya dari proses rekruitmen perusahaan menjadi tinggi dan sia-sia.  Sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan adanya jaminan bahwa jasa head hunter dapat memberikan jaminan apabila di tengah jalan kandidat mengundurkan diri.

(3) Mendesain Alat Psikometris yang Akurat

Penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses assessment sebagai proses pengujian atas kegiatan rekruitmen.  Dengan memiliki pusat assessment maka perusahaan dapat secara akurat dan efisien dalam melakukan proses pengujian.

Bagaimana dengan proses rekruitmen yang dilakukan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan dan mengelola proses rekruitmen dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Mendesain KPI

Dalam memastikan mekanisme kinerja perusahaan terukur dengan tepat, perusahaan sebaiknya melakukan proses penyusunan KPI sebagai bentuk dari proses pengukuran kinerja yang obyektif. Selain untuk dapat melakukan penilaian per jabatan yang ada dalam organisasi, pelatihan itu sendiri dapat membantu perusahaan untuk memastikan bahwa KPI yang dimiliki dapat dipergunakan untuk melakukan proses pengukuran kinerja dapat membantu pengembangan organisasi.

Lalu, bagaimana program pelatihan yang tepat dan efektif untuk dapat menyusun KPI tersebut. Pelatihan selama 1 (satu) hari ini disusun untuk memastikan bagaimana KPI tersebut disusun.

Berikut ini adalah silabus untuk pelatihan satu hari yang dipergunakan untuk memastikan bagaimana proses penyusunan KPI dapat dijalankan secara tepat dan efektif.

No Agenda Pelatihan Waktu Pelatihan Output
1 Penyusunan SWOT Analysis 1 jam Peserta memahami teknik penyusunan SWOT Analysis sebagai dasar pembuatan KPI
2 Perumusan aspek variable indicator kinerja perusahaan 1 jam Peserta mampu menyusun variable indicator kinerja untuk keuangan, internal proses, customer dan learning
3 Pembuatan KPI per departemen berbasiskan balanced score card 2 jam Peserta mampu menjabarkan KPI per departemen sesuai dengan fungsi dan deskripsi masing-masing jabatan
4 Pembuatkan worksheet KPI 2 jam Peserta mampu untuk menyusun worksheet yang menjadi catatan atas pengisian kinerja karyawan
5 Pembuatan manual KPI 1 jam Peserta mampu untuk menyusun manual KPI

Bagaimana perusahaan Anda melakukan penyusunan KPI? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa KPI yang dijalankan adalah tepat dan efektif untuk dapat dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)