Implementasi Cleaning & Desinfektan Sesuai dengan Standar ISO 22002-100: 2025

Pelaksanaan dari kegiatan cleaning & Desinfektan sesuai dengan standar yang berhubungan dengan ISO 22002-100: 2025, mengalami beberapa penambahan yang bertujuan untuk mengembangkan pelaksanaan dari keamanan pangan yang tepat. Terkait dengan pengembangan tersebut, berikut ini adalah ilustrasi terkait dengan pengembangan cleaning & desinfektan.

Proses implementasi dapat dijalankan oleh perusahaan disesuaikan dengan kondisi yang sudah dijalankan dalam perusahaan. Lakukan risk assessment yang tepat untuk memastikan bahwa program cleaning & desinfektan yang dimaksud berjalan dengan tepat. Perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan program keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perubahan HACCP Codex CXC I:1969 Versi 2022

Penetapan yang terkait dengan persyaratan yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pasti memasukkan adanya informasi atas standar yang terkait dengan HACCP. Sejak mulai dibentuk dari tahun 1969 sampai dengan saat ini, terdapat beberapa revisi yang terkait dengan perubahan dari HACCP itu sendiri. Revisi yang terakhir adalah pada HACCP Codex CXC I:1969.

Berikut ini adalah gambaran perubahan terbaru sesuai dengan revisi pada periode tahun 2022.

Untuk dapat mengimplementasikan, ada baiknya perusahaan mempelajari perubahan atas revisi yang dimaksud. Setiap perubahan yang dimaksud kemudian dievaluasi dengan penerapan yang sudah dijalankan untuk kemudian dilakukan revisi atas perubahan yang dimaksud. Lakukan proses pencarian referensi eksterna yang tepat untuk dapat memastkan bahwa revisi yang terkait dengan penerapan HACCP Versi 2022 ini dapat dilakukan di dalam perusahaan sesuai dengan standar. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

7 Langkah dalam Mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Shop Floor Level

Dalam industri, penerapan sistem yang paling kritikal dan memiliki tantangan adalah penerapan sistem pada shop floor level (level pelaksana di lapangan). Hal ini lebih banyak disebabkan pada tingkat kepraktisan yang dijalankan yang mana menyebabkan kesulitan dalam menjalankan sistem. Dengan tantangan yang ada tersebut, perusahaan dapat mengembangkan langkah-langkah yang dimana dapat dipergunakan untuk dapat mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada level yang dimaksud.

Berikut ini adalah gambaran bagaimana perusahaan dapat menjalankan proses implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Shop Floor Level.

Langkah yang ada terlihat panjang dan rumit, namun tujuan utama yang diharapkan adalah bukan untuk menimbulkan penerapan keamanan pangan ala kadarnya saja, namun benar-benar suatu penerapan yang dijalankan sesuai dengan standar. Pastikan perusahaan dapat menjalankan implementasi dengan tepat dan mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman agar implementasi tersebut dapat berjalan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Kegiatan Internal Audit GMP

Dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, kegiatan internal audit GMP (Good Manufacturing Practice) adalah wajib untuk dijalankan. Penetapan atas internal audit GMP dapat dilaukan dengan periode waktu yang disesuaikan dengan resiko produk. Untuk dapat menjalankan kegiatan internal audit GMP yang efektif, berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dapat dijalankan.

Kegiatan ini menjadi bagian verifikasi untuk dapat mengukur tingkat efektifitas dari penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan itu sendiri. Untuk dapat memaksimalkan efektifitasnya, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Temuan Audit GMP yang Perlu Diwaspadai Pada Industri Kemasan Pangan

Industri kemasan pangan menjadi bagian penting dalam rantai pasokan pangan. Melihat dari peranannya, posisi dari industri kemasan pangan menjadi aspek penting yang perlu ditangani dengan tepat. Dalam penerapan keamanan pangan, pelaksanaan audit GMP (Good Manufacturing Practice) dijalankan sebagai bentuk evaluasi terkait dengan efektifitas sistem. Pelaksanaan GMP sendiri dalam industri kemasan pangan dijalankan untuk menyesuaikan dengan resiko produk itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa temuan audit GMP yang perlu menjadi kajian pada industri kemasan pangan.

Mempertimbangkan temuan yang dimaksud, akan menjadi salah satu bentuk pembelajaran agar pengembangan yang terkait dengan penerapan GMP. Lakukan proses pengembangan yang terkait dengan implementasi GMP pada industri kemasan pangan agar pelaksanaan menjadi efektif, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Praktis Pelaksanaan Keamanan Pangan Pada Katering MBG

Pelaksana dari katering MBG (Makan Bergizi Gratis) menjalankan pelaksanaan pengolahan pangan katering yang bersifat kontinyu dan massif. Melihat pada pertimbangan tersebut, kebutuhan untuk menjalankan keamanan pangan menjadi sistem yang diaplikasikan. Namun, mempertimbangkan bahwa beberapa pelaksana dari kegiatan MBG banyak didominasi oleh pelaku usaha kecil dan menengah. Tahapan praktis awal dapat dipergunakan sebagai bentuk proses pelaksanaan keamanan pangan pada katering MBG. Berikut ini adalah tahapan yang dapat dijalankan oleh pelaku usaha yang dimaksud.

Untuk dapat menjalankan sistem yang tepat, penerapan keamanan pangan perlu diaplikasikan dengan tepat dengan mempertimbangkan skala usaha yang tepat dengan mempertimbangkan atas resiko yan terkait dengan kualitas dan keamanan pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan yang terkait dengan keamanan pangan pada program MBG. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Praktis dalam Menyusun HACCP Manual pada Food Service/Katering

Bagi pelaku dunia food service/katering, penyusunan HACCP Manual menjadi hal yang terkadang rumit dan sulit untuk dijalankan. Hal ini tentu saja menjadi hambatan apabila akan melakukan peningkatan sistem dan mengimplementasikan manajemen keamanan pangan.

Berikut ini adalah 6 langkah praktis yang dapat dijalankan setiap pelaku sektor food service/katering dalam menyusun HACCP Manual.

Selain langkah yang dimaksud, ada baiknya pelaku sektor katering/food service melakukan kajian atas referensi yang berhubungan dengan Codex HACCP CXC 1-1969 versi 2022. Dengan mempergunakan referensi eksternal, dapat dipastikan proses penyusunan dokumen dan implementasi dalam penyediaan makanan untuk katering dan food service dapat berjalan dengan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Mengaplikasikan MSC COC pada Industri Perikanan

Industri saat ini, khususnya industri perikanan, bukan hanya memperhatikan aspek keamanan pangan saja. Namun juga harus memperhatikan aspek yang terkait dengan keberlangsungan (sustainability). Penerapan atas sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) Chain of Custody, adalah salah satu bentuk industri perikanan dalam mendukung penerapan dari keberlangsungan tersebut.

Dalam proses penerapannya, terdapat beberapa hal yang menjadi bagian penting dalam pengendalian. Hal yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Untuk dapat memastikan MSC COC dapat berjalan dengan tepat di dalam perusahaan, ada baiknya perusahaan mulai dalam memahami persyaratan yang dimaksud dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Perusahaan dalam Menjalankan SMETA SEDEX

Penerapan atas SMETA (Sedex Members Ethical Trade Audit) sangat penting bagi perusahaan, khususnya perusahaan yang akan menjalankan bisnis secara internasional (ekspor impor). SMETA adalah suatu sistem yang dimana di dalam sistem yang dimaksud terdapat kombinasi yang terkait dengan persyaratan yang terkait dengan etika, penerapan K-3, perlindungan lingkungan hidup serta perlindungan yang terkait dengan Hak Azazi Manusia (HAM).

Berikut ini adalah manfaat yang terkait dengan proses pelaksanaan dari SMETA SEDEX tersebut.

Implementasi yang dijalankan terkait dengan persyaratan SMETA itu sendiri sewajarnya sudah menjadi utama bagi perusahaan untuk dapat dijalankan. Menjalankan sistem ini selain menunjukkan komitmen atas kepatuhan juga sangat membantu perusahaan dalam memastikan adanya peningkatan kepercayaan pelanggan. Lakukan pemastian bahwa pelaksanaan sistem dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Jenis-jenis Fraud dalam Industri Pangan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, selain mengidentifikasi atas bahaya keamanan pangan, proses penetapan atas bahaya yang disengaja dengan motivasi ekonomi juga menjadi suatu proses yang penting untuk diidentifikasi. Bahaya yang terkait dengan fraud itu sendiri patut untuk dapat diidentifikasi untuk dapat menetapkan control measure dari bahaya yang dimaksud.

Berikut ini adalah beberapa jenis fraud yang terkait dengan praktek pengelolaan industri pangan.

Penerapan atas pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan penerapan VACCP (Vulnerability Analysis Critical Control Point). Lakukan penyusunan dan implementasi dari VACCP secara tepat di perusahaan, penggunaan referensi eksternal dapat memberikan kontribusi terkait dengan pelaksanaan sistem yang optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)