Pelatihan HACCP untuk SPPG

Dalam penerapan program MBG (Makan Bergizi Gratis), SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dipastikan menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, yaitu HACCP selain itu juga menetapkan sertifikat terkait dengan HACCP. Pelatihan HACCP untuk SPPG ini tidak dapat digabungkan dengan dengan pelatihan HACCP sesuai dengan standar dan persyaratan Codex 1-1969 Revisi 2022.

Untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), pengelolaan yang terkait dengan SPPG itu harus dipastikan sesuai dengan persyaratan HACCP. Berikut ini adalah pelatihan HACCP yang dapat diikut oleh unit SPPG. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan pelatihan terkait dengan SPPG.

Pelatihan HACCP yang dijalankan pada SPPG memiliki tujuan agar unit SPPG dapat menjalankan fungsi dari jaminan keamanan pangan. Dimana setiap potensi yang terkait bahaya keamanan pangan harus dapat dikendalikan pada setiap tahapan proses. Penetapan atas standar dan persyaratan yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

(1) Pemahaman terkait dengan PRP (Pre Requisite Program)

Dimana unit SPPG memahami persyaratan PRP yang ditetapkan untuk pengelolaan katering. Bagaimana perusahaan harus menetapkan lay out area proses, memilih peralatan, menjalankan proses sanitasi, pest control, personal hygiene serta persyaratan lainnya. PRP adalah program dasar yang harus dijalankan untuk memastikan bahwa setiap resiko keamanan pangan dapat dikendalikan dengan tepat.

(2) Penetapan Tahapan Penyusunan HACCP

Memastikan bahwa penyusunan HACPP dilakukan dengan sebelumnya dilakukan pembentukan tim HACCP. Proses penyusunan HACCP itu dilakukan oleh tim untuk memastikan bahwa status pengendalian dapat dilakukan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dan dirancang sesuai dengan validasi dan verifikasi.

(3) Teknik Implementasi

Menginformasikan tata cara terkait dengan mekanisme proses implementasi yang dijalankan. Bagaimana pelaksanaan operasional dilakukan dengan tepat dan terstruktur. Serta memastikan bahwa kesadaran terkait dengan keamanan pangan berjalan di dalam organisasi.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan dari persyaratan keamanan pangan. Dengan mempergunakan jasa konsultan yang berpengalaman secara otomatis dapat membantu proses penyusunan dokumen serta implementasi dari keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pertanyaan yang Seringkali Muncul dalam Penerapan Sistem Remunerasi?

Setiap perusahaan berupaya untuk memiliki sistem remunerasi yang tepat dan mendukung produktifitas. Dalam pelaksanannya, seringkali muncul pertanyaan terkait dengan sistem remunerasi yang menjadi bagian penting dalam menyusun sistem remunerasi yang tepat dan efektif. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut ini adalah resume terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud.

Dalam menyusun sistem remunerasi, pastikan seluruh informasi yang diperlukan berasal dari sumber yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menyusun sistem remunerasi di perusahaan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Menyusun SOP Katering

Saat ini, perkembangan bisnis kateriang/food service mengalami peningkatan secara komersial. Pertumbuhan yang positif ini harus disertai dengan sistem yang tepat. Namun, untuk dapat memastikan bahwa SOP katering yang dimaksudkan tersebut dapat dijalankan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Untuk dapat memaksimalkan penerapan yang terkait dengan SOP katering, berikut ini adalah diagram yang berhubungan dengan SOP katering.

Untuk dapat meningkatkan bisnis, pengelola katering harus bisa memastikan bahwa penjagaan atas sistem berjalan dengan tepat dan efektif. Lakukan pemeriksaan proses untuk dapat mengevaluasi sampai sejauhmana sistem menjaga proses organisasi dengan tepat, Penggunaan referensi eksternal dapat membantu pengelolaan bisnis perusahaan secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Temuan Audit GMP yang Perlu Diwaspadai Pada Industri Kemasan Pangan

Industri kemasan pangan menjadi bagian penting dalam rantai pasokan pangan. Melihat dari peranannya, posisi dari industri kemasan pangan menjadi aspek penting yang perlu ditangani dengan tepat. Dalam penerapan keamanan pangan, pelaksanaan audit GMP (Good Manufacturing Practice) dijalankan sebagai bentuk evaluasi terkait dengan efektifitas sistem. Pelaksanaan GMP sendiri dalam industri kemasan pangan dijalankan untuk menyesuaikan dengan resiko produk itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa temuan audit GMP yang perlu menjadi kajian pada industri kemasan pangan.

Mempertimbangkan temuan yang dimaksud, akan menjadi salah satu bentuk pembelajaran agar pengembangan yang terkait dengan penerapan GMP. Lakukan proses pengembangan yang terkait dengan implementasi GMP pada industri kemasan pangan agar pelaksanaan menjadi efektif, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Program Pelatihan Keamanan Pangan pada Food Retail

Pengembangan food retail saat ini mengalami peningkatan bisnis yang positif. Namun di balik pertumbuhan tersebut, terdapat bom waktu yang dapat muncul yaitu resiko keamanan pangan. Untuk dapat menjamin persyaratan keamanan pangan, program pelatihan keamanan pangan dapat dikembangkan. Dengan tujuan untuk memastikan bahwa kesadaran personel untuk menjamin terkait dengan pengendalian atas penanganan bahan pangan serta pengolahan yang tepat untuk mencegah adanya kontaminasi.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan program pelatihan keamanan pangan pada food retail.

Untuk dapat memiliki pelatihan yang efektif, penggunaan referensi eksternal dapat dipergunakan untuk dapat memberikan kontribusi pengembangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang berpengalaman dalam mengembangkan jaminan keamanan pangan pada bisnis food retail. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Food Retail Dari Kontaminasi Mikroba Pathogen

Pengelolaan food retail memiliki tingkat resiko yang tinggi terkait dengan kondisi penanganan serta pengolahan atas produk food retail. Potensi yang berhubungan dengan kontaminasi pathogen adalah salah faktor dengan resiko tinggi yang membutuhkan perhatian penting. Pathogen ini muncul sebagai akibat dari kontaminasi silang atau dari pertumbuhan produk pangan itu sendiri. Bakteri pathogen, adalah bakteri yang memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen. Bakteri pathgoen ini dapat berasal dari produk pangan itu sendiri (seperti bahan baku segar, kemasan, ataupun ingredient) dan dari kontaminasi (berasal dari lingkungan, peralatan, dan personel yang menangani produk itu sendiri).

Untuk memastikan bahwa keamanan produk dan dapat terbebas dari kontaminasi pathogen. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh unit pengolahan pangan pada food retail untuk mencegah kontaminasi mikroba pathogen.

Dengan mempelajari langkah yang tepat, pencegahan kontaminasi bakteri pathogen dari produk pangan dapat dilaksanakan dengan maksimal. Lakukan pengelolaan proses yang tepat untuk dapat meningkatkan kualitas dan keamanan pangan produk. Unit usaha dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk mencegah mikrobiologi pathogen pada produk itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Pelatihan Implementasi ISO 9001

Proses sertifikasi ISO 9001 menjadi bagian penting dijalankan bagi perusahaan yang akan meningkatkan kualitas kinerja organisasinya. Namun tidak sedikit perusaaan mengalami hambatan yang terkait dengan proses implementasi ISO 9001. Untuk dapat meningkatkan proses implementasi ISO 9001, berikut ini adalah beberapa pelatihan yang perlu dikembangkan oleh perusahaan terkait dengan proses implementasi yang dimaksud.

(1) Pelatihan Internal Audit ISO 9001

Pelatihan ini ditujukan untuk menetapkan kompetensi terkait dengan internal auditor. Tentu saja internal auditor yang dimaksudkan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dari internal auditor serta bagaimana personel yang dimaksud mampu untuk menjalankan kegiatan internal audit. Secara prinsip pelatihan internal audit dapat memberikan dasar pada organisasi terkait dengan kemampuan untuk menjadi internal auditor, mulai dari menyusun perenencanaan audit, teknik dan kemampuan untuk melakukan audit serta kemampuan untuk membuat laporan yang terkait dengan kegiatan internal audit.

(2) Pelatihan Manajemen Kinerja

Dalam penerapan ISO 9001, terdapat siklus PDCA (Plan, Do, Check and Action), perencanaan yang ditetapkan adalah target dari perusahaan. Target ini menurut ISO 9001 adalah Sasaran Mutu yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Mutu perusahaan. Salah satu pelatihan yang dapat dilakukan adalah pelatihan KPI (Key Performance Indicator) dimana dalam pelatihan ini perusahaan mendapatkan penjelasan terkait dengan bagaimana target perusahaan tercapai.

(3) Pelatihan Pengelolaan Resiko

Perusahaan diminta untuk mengenali resiko-resiko yang terkait dengan organisasi/ perusahaan. Setiap unit kerja yang ada di dalam perusahaan diminta untuk mengenali resiko yang ada untuk kemudian melakukan pengendalian atas resiko yang dimaksud.

(4) Pelatihan Pengendalian Dokumen dan Catatan

Pelatihan ini bertujuan untuk dapat mendukung perusahaan terkait dengan penyusunan dokumen, proses penetapan identifikasi, proses kajian dan evaluasi serta pemusnahan dokumen. Satu hal yang wajib diketahui adalah bahwa dokumen ini merupakan wujud komitmen dari implementasi Sistem Manajemen Mutu.

(5) Pelatihan Penanganan dan Pelayanan Pelanggan

Tujuan paling utama dari implementasi Sistem Manajemen Mutu adalah bagaimana penanganan serta pengendalian yang terkait pelanggan dapat memenuhi kebutuhan dan standar keberterimaan pelanggan. Dalam pelatihan ini, perusahaan diajarkan untuk membentuk spesifikasi mutu dari kebutuhan pelanggan serta bagaimana setiap unit kerja memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.

(6) Pelatihan Quality Improvement Tools

Pelatihan yang memberikan arahan serta pendekatan teknis terkait dengan metode perbaikan yang dapat dilakukan pada organisasi/ perusahaan. Pendekatan ini dapat dijalankan dengan beberapa jenis pelatihan seperti QCC, Six Sigma, Kaizen, ataupun Quality Deployment Program.

Dengan melihat pelatihan yang terkait dengan implementasi ISO 9002, sepertinya langkah pengembangan atas ISO 9002 dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan/organisasi. Perusahaan/organisasi dapat selalu mengembangkan Sistem Manajemen Mutu sebagai teknik untuk peningkatan pertumbuhan bisnis. Untuk dapat menghasilkan output terbaik, tidak ada salahnya perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan ISO 9001. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan SOP (Standard Operating Procedure) yang Strategis bagi Perusahaan

Walaupun perusahaan sudah memiliki SOP (Standard Operating Procedure), namun tidak semua perusahaan memiliki SOP yang memiliki manfaat secara strategis. Proses pengembangan sebaiknya dilakukan untuk mengkaji apakah saat ini tersebut sudah memiliki syarat-syarat yang menunjukkan bahwa SOP yang dimiliki perusahaan adalah SOP yang strategis yang dapat membantu tata kelola yang tepat.

Berikut ini adalah informasi yang terkait dengan penyusunan SOP yang strategi di dalam perusahaan.

Untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan, penyusunan SOP yang bersifat strategi sangat diperlukan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk membantu perusahaan dalam menjalankan pengembangan SOP di dalam perushaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Sistem Sanitasi dan Kebersihan pada Industri Kemasan Pangan

Proses sanitasi dan pembersihan pada industri kemasan pangan secara prinsip memprioritaskan pencegahan atas kontaminasi kepada produk. Penerapan disesuaikan dengan peruntukan kemasan tersebut. Untuk kemasan yang masuk ke dalam kategori food contact product maka proses penetapan terkait dengan sistem sanitasi dilakukan dengan tingkat higienitas yang lebih ketat. Lalu bagaimana industri kemasan pangan sebaiknya melakukan proses penetapan sistem sanitasi dan kebersihan? Berikut ini adalah beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendesain sistem sanitasi pada industri kemasan pangan.

(1) Melakukan Penilaian Resiko Kontaminasi

Proses identifikasi dijalankan untuk menetapkan tingkatan resiko kontaminasi kepada produk. Salah satu metode yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk melakukan penilaian resiko adalah dengan menjalankan Environmental Monitoring Program. Dengan mempertimbangkan aspek ini maka desain sanitasi yang terkait dengan pencegahan kontaminasi mikrobiologi dapat dijalankan dengan tepat.

(2) Menetapkan Metode Sanitasi

Metode sanitasi yang dijalankan harus dipastikan tidak menambah kontaminasi terhadap produk.  Penggunaan metode sanitasi yang mempergunakan bahan-bahan kimia harus dilakukan dengan kehati-hatian yang tinggi. Mengingat bahan kimia dapat menimbulkan residu yang walaupun aman terkadang tetap memberikan resiko. Penggunaan jenis sanitasi kering dapat dilakukan  sebagai alternatif untuk proses pembersihan.

(3) Melakukan Evaluasi dan Verifikasi Status Sanitasi

Untuk lebih meyakinkan proses evaluasi dan verifikasi bisa dijalankan oleh perusahaan. Verifikasi dapat dilakukan secara rutin pada saat awal proses dan akhir proses untuk melihat sampai sejauh mana kegiatan sanitasi telah efektif dijalankan. Namun apabila ingin lebih akurat terkait identifikasi kontaminasi mikrobiologi dapat mempergunakan uji swab test.

Proses sanitasi menjadi bagian penting dalam implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Untuk dapat lebih mengoptimalkan proses implementasi, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Mengelola Kemitraan Retail Pangan yang Tepat

Saat ini banyak bermunculan kemitraan retail yang terkait dengan jasa penyediaan layanan pangan (food service), pengembangan atas sektor ini juga meningkatkan pola kemitraan pada sektor ini. Namun tidak sedikit pelaku bisnis melakukan proses pengembangan kemitraan dengan cara yang kurang tepat sehingga menyebabkan permasalahan yang seringkali kritikal untuk bisnis itu sendiri. Lalu bagaimana menjalankan kemitraan yang tepat dijalankan untuk layanan pangan (food service) itu sendiri? Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha.

(1) Menjaga dan Mengelola Merk Produk

Ketika pemilik usaha akan menjalankan proses kemitraan, maka yang harus dipastikan adalah menjaga dan mengelola merk. Menjaga merk dilakukan dengan memastikan adanya proteksi hukum dimana perusahaan harus memastikan bahwa perlindungan atas kekayaan intelektual untuk memastikan bahwa merk yang dimiliki oleh perusahaan terjaga.

(2) Menetapan Organisasi Perusahaan

Memastikan bahwa organisasi perusahaan pendukung layanan pangan terlengkapi dengan tepat, termasuk di dalamnya adalah fungsi pelayanan utama dan pelayanan pendukung. Penetapan organisasi tersebut harus diikuti dengan proses pembuatan uraian jabatan pada struktur organisasi yang dimaksud. Uraian jabatan harus disesuaikan dengan rancangan business process yang ada dalam organisasi. Semakin detail business process yang dibuat maka akan semakin jelas uraian jabatan yang disusun dalam organisasi.

(3) Melakukan Proses Penyusunan SOP

Melakukan proses penetapan Standard Operating Procedure berdasarkan pada business process yang telah tersusun tersebut. Termasuk di dalamnya adalah memastikan bahwa SOP (Standard Operating Procedure) yang didesain sesuai dengan Business Process yang dimaksud. Termasuk adalah bagaimana proses penetapan atas format pelaporan dan verifikasi pekerjaan. Standard Operating Procedure harus dipisahkan antara SOP yang dibuat oleh perusahaan dan SOP yang akan dijalankan oleh pihak mitra. SOP internal adalah SOP yang terkait dengan strategi perusahaan, pengaturan proses internal seperti pengendalian pemasok, proses rekruitmen ataupun SOP yang berhubungan dengan keuangan. Sedangkan SOP eksternal adalah SOP terkait dengan preparasi produk dan pelayanan yang terkait dengan pelanggan.

Bagaimana melakukan proses pengembangan kemitraan yang tepat? Lakukan proses pengelolaan dan pengendalian yang efektif agar perkembangan sistem kemitraan bisa memberikan pertimbuhan bisnis yang pesat dalam organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk pengembangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)