Peranan PPIC dalam Program Efisiensi

Di dalam perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing, perusahaan harus dapat memastikan bahwa program efisiensi dijalankan dengan tepat. Proses pengelolaan efisiensi dijalankan oleh segenap elemen yang ada dalam organisasi. Salah satunya adalah PPIC yang dimana menjalankan program efisiensi dengan tepat.

Lalu bagaimana PPIC menjalankan peranannya untuk melakukan program efisiensi? Berikut ini adalah tahapan yang terkait dengan program efisiensi.

Berikut adalah detail penjelasan yang dimaksud terkait dengan pengembangan fungsi PPIC dalam program efisiensi.

(1) Mengendalikan Inventory

PPIC memiliki fungsi untuk menjaga inventory agar konsumsi dari kebutuhan produksi terjaga. Tidak terdapat kondisi stock yang berlebihan (overstock) ataupun stock yang berkurang. Perhitungan atas kapasitas ini dilakukan dengan menyesuaikan dengan jalur penjualan serta perencanaan produksi.

(2) Melakukan Screening Pembelian

Mengendalikan status pembelian yang dilakukan oleh perusahaan. Dimana proses pembelian yang dijalankan harus disesuaikan dengan budget yang ditetapkan. Tidak terdapat proses pembelian yang berlebihan di luar konsumsi yang dibutuhkan selain itu juga menyesuaikan dengan kapasitas dari stock gudang serta kapasitas produksi.

(3) Merealisasikan Target Pengiriman Barang ke Pelanggan dengan Tepat

Menjalankan pengawasan yang terkait dengan realisasi produksi sampai dengan merealisasikan pengiriman barang secara tepat waktu dan tepat kuantitas. Memastikan bahwa antrian atas order dapat berjalan dengan tepat.

(4) Mengendalikan Budget

Melakukan proses pengendalian terkait dengan anggaran yang dipergunakan untuk kegiatan produksi. Dimana budget yang ditetapkan tersebut dikendalikan secara tepat dan efisien sesuai dengan kapasitas produksi, kebutuhan material serta pengendalian variabel lain yang berhubungan dengan proses operasional manufacturing, termasuk di dalamnya adalah kegiatan pemeliharaan/maintenance mesin dan infrastruktur.

(5) Akurasi Laporan

PPIC melakukan fungsi untuk melakukan verifikasi yang tepat terhadap data pelaporan. Melakukan pemeriksaan atas data administrasi dengan data lapangan. Apabila ditemukan adanya penyimpangan, maka dilakukan proses koreksi atas laporan.

(6) Pengendalian Supply Chain

Pengelolaan terkait dengan alir pasokan atas material sampai dengan logistik menjadi bagian penting untuk dilakukan pemastian bahwa pengendalian atas alir supply chain tersebut dijalankan dengan tepat dan seefisien mungin.

Penanganan atas efisiensi perusahaan saat ini adalah salah satu strategi penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan, termasuk di dalamnya adalah perusahaan yang bergerak di sektor manufacturing. Untuk dapat memaksimalkan program, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat dalam proses pengendalian program yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun KPI sebagai Strategi Efisiensi Perusahaan

Efisiensi sebagai bentuk strategi dalam perusahaan bisa dikelola dengan mengintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen Kinerja. Penerapan yang tekait dengan Sistem Manajemen Kinerja ini dijalankan dalam bentuk penetapan KPI (Key Performance Indicator), yang dimana KPI ini dapat diaplikasikan untuk melakukan pemantauan atas program efisiensi itu sendiri.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan penetapan KPI sebagai strategi efisiensi perusahaan.

Dengan mengetahui bagaimana KPI dapat membantu perusahaan dalam mengelola efisiensi, diharapkan bahwa strategi efisiensi dapat berjalan terstruktur dan terukur. Penerapan atas strategi efisiensi adalah penting mempertimbangkan proses pengukuran dan program yang dapat dilakukan evaluasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program efisiensi berjalan dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Mengefisienkan Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam industri pangan, penerapan keamanan pangan adalah hal mutlak yang tidak dapat ditawar keberadaannya. Banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa penerapan sistem manajemen keamanan pangan ini menjadi wajib untuk dijalankan, salah satunya adalah karena faktor regulasi/ perijinan serta jaminan atas keamanan konsumen. Namun, tidak sedikit perusahaan melihat bahwa penerapan yang terkait dengan standar kemanan pangan membutuhkan biaya yang sangat besar, lalu bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang dimaksud?

(1) Pengelolaan Terkait dengan Resiko yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pengendalian atas resiko yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat dipertimbangkan terkait dengan proses pengelolaan sistem. Resiko rendah tentu saja tidak membutuhkan adanya sistem yang overprotektif dan secara biaya dapat dirasionalkan terkait dengan sistem pengendaliannya. Namun juga yang perlu untuk proses penanganan dan pengelolaan tetap harus mempertimbangkan resiko yang muncul.

(2) Mengembangkan Sistem Relasi yang tepat dengan Pemasok

Pemasok dapat sangat membantu efisiensi dalam proses pengelolaan operasional. Pengelolaan operasional yang tepat dapat meningkatkan nilai bahan baku ataupun produk yang dibeli oleh perusahaan dari pemasok. Dengan peningkatan nilai yang dimaksud tentu efisiensi dapat tercapai. Lakukan proses kalkulasi atas resiko dari pemasok tersebut untuk kemudian dijalankan proses pengendalian yang dimaksud. Semakin kecil resiko dari pemasok akan menurunkan nilai pengendalian dari pemasok ke perusahaan.

(3) Menjalankan proses perbaikan yang berkelanjutan

Konsep perbaikan berkelanjutan dapat bermanfaat untuk efisiensi dalam perusahaan. Dimana perbaikan berkelanjutan tersebut akan sangat membantu perusahaan dalam mengendalikan resiko yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sistem preventive dapat membantu perusahaan untuk menghilangkan kemunculan dari permasalahan yang terkait dengan kemunculan resiko, khususnya resiko keamanan pangan. Dimana resiko ini dapat meningkatkan nilai biaya pengelolaan dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Carilah referensi yang tepat agar pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang dijalankan dalam perusahaan dapat efisien dan memberikan nilai yang maksimal pada perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Melakukan Efisiensi Melalui ISO 9001:2015

Saat ini, banyak perusahaan yang telah memiliki ISO 9001:2015, namun sangat jarang perusahaan yang telah memiliki ISO 9001:2015 mendapatkan manfaat terkait dengan sertifikasi ISO itu sendiri. Tidak banyak yang tahu bahwa melalui ISO 9001:2015, perusahaan dapat menjalankan program efisiensi. Bagaimana cara yang tepat untuk menjalankan program efisiensi tersebut?

(1) Meminimalkan Seluruh Resiko Bisnis

Biaya-biaya yang muncul akibat dari kesalahan resiko dapat diperkecil melalui proses analisis resiko yang tepat. Menetapkan tindakan pencegahan yang akurat terkait dengan bagaimana mengendalikan seluruh resiko bisnis yang ada dalam perusahaan.

(2) Mengukur Kemampuan Organisasi dan Pihak Eksternal

Melakukan proses identifikasi terkait dengan pengukuran kemampuan perusahaan dan pihak eksternal yang terkait dengan bagaimana mengelola komponen-komponen eksternal dan internal dalam proses pemastian bahwa program efisiensi dapat dijalankan dengan tepat dalam perusahaan.

(3) Proses Pembaharuan Sistem Berdasarkan Pada Perbaikan yang Dijalankan dalam Perusahaan

Memastikan bahwa sistem terevaluasi secara terus-menerus. Pembaharuan dilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan perusahaan dalam menjalankan seluruh resiko yang muncul di dalam bisnis. Penggunaan ISO 9001:2015 dapat dipergunakan untuk memastikan bahwa seluruh perbaikan telah dapat dijalankan dengan tepat dan efektif.

Bagaimana perusahaan menjalankan Sistem ISO 9001:2015 yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang dapat membantu perushaan dalam memperbaiki sistem yang dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)