Pengembangan Strategi Bisnis yang Tepat Dalam Industri Pengolahan Sarang Burung Walet

Sarang burung walet adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia. Namun, meskipun memiliki nilai produktifitas tinggi, kualitas maupun keunggulan produk dari sarang burung walet di Indonesia kurang kompetitif. Hal ini lebih disebabkan karena pengolahan atas produk sarang burung walet lebih terfokus kepada pengolahan bahan baku dan pencucian yang meskipun rumit tidak memiliki aspek keunggulan yang kompetitif.

Untuk dapat lebih mengembangkan nilai produk, tidak ada salahnya pengusaha ataupun perusahaan sarang burung walet untuk lebih mengoptimalkan strategi bisnis yang dijalankan. Berikut ini adalah strategi yang dapat dilakukan untuk dapat lebih meningkatkan nilai produk sarang burung walet tersebut.

(1) Inovasi Produk

Pengembangan inovasi produk dapat dilakukan melalui perbaikan teknis pengemasan atau pengembangan varietas produk. Produk turunan atas sarang burung walet dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk dapat mengembangkan produk. Pengembangan produk turunan ini dapat menjadi manfaat penting bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan bisnia lebih tinggi.

(2) Pengembangan Teknologi

Teknologi proses dan pengemasan menjadi alternatif yang dapat dikembangkan oleh industri pengolahan sarang burung walet dalam meningkatkan nilai produk. Kualitas kemasan yang tepat dapat memperpanjang nilai simpanpada produk. Teknologi juga mempertimbangkan aspek keamanan pangan pada produk yang dapat meningkatkan nilai kepercayaan konsumen.

(3) Peningkatan Skill SDM

Industri pengaolahan sarang burung walet adalah industri yang mengedepankan skill (keahlian) dari SDM (Sumber Daya Manusia) untuk melakukan penanganan atas produk. Proses peningkatan SDM baik dari kompetensi maupun ketaatan atas aturan menjadi hal penting untuk memastikan konsistensi kualitas dijalankan.

Pengembangan investasi dalam industri sarang burung walet merupakan peluang yang baik sebagai alternatif dari pengembangan usaha. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan manajemen pengelolaan bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Ulang Skala Pengupahan Perusahaan

Saat ini banyak perusahaan yang mengalami tuntutan untuk menjadi lebih efisien. Salah satu program efisiensi yang dijalankan adalah dengan melakukan proses perampingan remunerasi. Beberapa perubahan mengambil jalan pintas dari permasalahan yang muncul dengan memotong gaji karyawan secara sepihak.

Untuk jangka pendek penyelesaian masalah ini dapat dilakukan, namun untuk jangka panjangnya, dapat menimbulkan dampak yang merugikan perusahaan. Seperti salah satunya penurunan produktifitas. Alih-alih melakukan proses pemotongan gaji sepihak, perusahaan bisa melakukan proses perombakan atas remunerasi karyawan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengoptimalkan permasalahan remunerasi tersebut.

(1) Menghitung ulang produktifitas karyawan

Tidak ada salahnya perusahaan melakukan analisis produktifitas jabatan yang ideal untuk kemudian dilakukan proses perhitungan atas nilai output yang dihasilkan. Proses rasionalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi bobot yang ada.

(2) Kajian atas grade jabatan

Apabila memang dibutuhkan, penetapan atas fungsi dan jabatan dapat dikaji. Kebutuhan atas jumlah dan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Penetapan kualifikasi jabatan ditetapkan dilakukan sesuai dengan persyaratan yang secara aktual sedang dihadapi oleh perusahaan.

(3) Penetapan atas pengendalian budget perusahaan

Budget memegang peranan penting dalam perhitungan remunerasi. Lakukan analisis ketersediaan budget perusahaan berdasarkan pada rasio produktifitas. Restrukturisasi kembali skala pengupahan berdasarkan pada budget yang tersedia.

Proses perhitungan remunerasi ini menjadi bagian penting dalam organisasi untuk meningkatkan produktifitas dan loyalitas karyawan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengelola remunerasi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Skala Pengupahan yang Efektif

Saat ini, banyak perusahaan menjalankan program cost saving. Salah satu program cost saving yang seringkali perusahaan lakukan adalah dengan melakukan program efisiensi dalam proses penggajian karyawan. Meskipun menjadi alternatif dalam program efisiensi, perusahaan sendiri harus memperhatikan sistem dan skala pengupahan yang tepat dan efektif untuk dijalankan dalam perusahaan.

Berikut ini adalah tahapan penting yang perusahaan harus perhatikan dalam mendesain skala pengupahan.

(1) Penetapan Kelas Jabatan dalam Organisasi

Melakukan penetapan kelas jabatan dalam organisasi. Selang penetapan kelas jabatan itu sendiri ditetapkan berdasarkan pada besarnya organisasi ataupun dengan bentuk dari struktur organisasi. Penetapan kelas jabatan itu sendiri juga harus mengakomodasi pada aspek struktural dan fungsional dalam organisasi.

(2) Penetapan Grade Jabatan

Skala pengupahan yang ditetapkan dalam perusahaan harus memastikan bahwa penetapan tabulasi dilakukan berdasarkan pada kompetensi, beban kerja serta resiko. Dari aspek inilah dilakukan penetapan grade jabatan dalam perusahaan.

(3) Menetapkan Skala Pengupahan

Pengelompokan status skala pengupahan tersebut ke dalam bentuk parameter pengupahan dasar yang ditetapkan oleh pemerintah, benchmark dari referensi perusahaan sejenis, serta melakukan proses penyusunan berdasarkan pada data penggajian yang sudah ada. Teknik pengolahan atas data-data ini kemudian disajikan dalam bentuk tabel untuk kemudian dilakukan penetapan atas pengendalian pengupahan yang dijalankan dalam perusahaan.

(4) Penetapan Variabel Remunerasi

Penetapan tunjangan khusus juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan sistem pengupahan. Penetapan tunjangan dijalankan dengan pertimbangan faktor struktural, aspek fungsional, kompetensi khusus serta resiko tertentu yang ditetapkan melalui kebijakan khusus dalam perusahaan.

Bagaimana penyusunan skala pengupahan yang dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses penyusunan skala pengupahan yang tepat dan efektif untuk memastikan sistem penggajian dalam perusahaan Anda dijalankan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sudahkan Lay Out Industri Pangan Anda Sesuai?

Banyak perusahaan manufacturing yang lalai dalam melakukan evaluasi terkait dengan lay out. Hal ini dapat menimbulkan adanya biaya tambahan, peningkatan resiko kontaminasi atas produk serta dapat menyebabkan tidak efisiennya proses. Ada baiknya saat ini perusahaan melakukan proses evaluasi terkait dengan kesesuaian atas lay out yang dimiliki.

Bagaimana proses evaluasi tersebut dijalankan?

(1) Mengidentifikasi Potensi Kontaminasi Produk

Seberapa besar produk mengalami kontaminasi produk selama proses dijalankan? Semakin besar potensi kontaminasi muncul, berarti semakin besar peluang ketidaksesuaian dari lay out yang ada.

(2) Waktu Penyelesaian Proses

Ada baiknya perusahaan melakukan evaluasi terkait dengan deviasi dari waktu yang ideal ditetapkan dengan waktu aktual. Semakin besar deviasi yang muncul berarti semakin besar ketidakefektfitan dari lay out yang ada.

(3) Output produktifitas

Melakukan proses penilaian terkait dengan output produktifitas dari standar yang dipersyaratkan. Bagaimana performa produktifitas dapat ditingkatkan melalui proses perbaikan lay out.

Perusahaan sebaiknya melakukan kajian atas lay out, untuk mendapatkan hasil produksi yang lebih baik. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memiliki hasil yang lebih maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

 

Mengelola Sistem Manajemen Remunerasi dalam Bisnis Retail

Bisnis retail saat ini adalah salah satu faktor usaha yang cukup tertekan. Tidak sedikit bisnis retail yang sebelumnya dominan, mendadak tutup dan tidak dapat berkembang bahkan tutup.

Hal ini juga menyebabkan adanya kesulitan dalam mengelola sumber daya manusia retail. Lalu bagaimana proses pengelolaan SDM yang tepat dalam perusahaan?

(1) Menerapkan Sistem SDM dalam Jangka Panjang

Proses rekruitmen dalam dunia retail harus diselaraskan dengan konsep manajemen perusahaan jangka panjang. Sehingga investasi SDM dapat dijalankan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Lakukan penyusunan kompetensi untuk periode jangka panjang yang dijalankan.

(2) Menetapkan Cost Variable dari Sistem Remunerasi

Fungsi dari retail adalah bagaimana mengembangkan suatu sistem penjualan secara langsung kepada pelanggan.  Aspek kreatifitas menjadi suatu nilai yang patut untuk dideskripsikan dan diukur sebagai bagian dari variabel yang dapat diukur dengan tepat.

(3) Menyusun Kajian Strategi Remunerasi

Melakukan pendetailan aspek remunerasi menjadi beberapa variabel, yaitu terkait dengan aspek kompetensi dan pengembangan strategi lainnya. Bagaimana menetapakan aspek remunerasi dalam proses operasional yang dijalankan dengan tunjangan kompetensi, prestasi dan intensif lainnya.

Lalu bagaimana proses penerapan sistem renumerasi dijalankan dalam bisnis retail Anda? Lalu bagaimana proses penerapan terkait dengan strategi perusahaan dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mengelola Strategi Retail

Saat ini, proses pengelolaan terkait dengan manajemen retail menghadapi tantangan yang sangat krusial. Keberadaan internet dan penjualan on line, menyebabkan adanya pertanyaan apakah penjualan retaik tersebut masih relevan untuk dijalankan.

Lalu bagaimana pengelolaan strategi retail yang tepat saat ini.

(1) Fokus

Profil pelanggan dan produk yangbakan dijual dengan tepat. Ketepatan dalam profil ini akan membantu pola strategi yang akan dijalankan dalam. Kegiatan retail.

(2) Simple

Membuat pelanggan memahami arti dan pesan retail Anda dengan tepat. Ke sederhana untuk menahami produk dan bisnis Anda menjadi bagian penting dalam menjalin keterikatan dengan pelanggan.

(3) Relasi

Retail sangat terkait dengan relasi. Baik dengan vendor maupun pelanggan. Bentuk kekuatan relasi Anda sebagai bentuk pendukung bisnis yang kuat. Kembangkan nilai stategi serta pemahaman pentingnya rlasi tersebut. Membuat sekuruh stakeholder memahami arti bisnis dalam perusahaan adalah penting untuk dijalankan dalam perusahaan.

Bagaimana saat ini Anda mengelola strategi retail? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan bisnis dan strategi perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Melakukan Efisiensi Melalui ISO 9001:2015

Saat ini, banyak perusahaan yang telah memiliki ISO 9001:2015, namun sangat jarang perusahaan yang telah memiliki ISO 9001:2015 mendapatkan manfaat terkait dengan sertifikasi ISO itu sendiri. Tidak banyak yang tahu bahwa melalui ISO 9001:2015, perusahaan dapat menjalankan program efisiensi. Bagaimana cara yang tepat untuk menjalankan program efisiensi tersebut?

(1) Meminimalkan Seluruh Resiko Bisnis

Biaya-biaya yang muncul akibat dari kesalahan resiko dapat diperkecil melalui proses analisis resiko yang tepat. Menetapkan tindakan pencegahan yang akurat terkait dengan bagaimana mengendalikan seluruh resiko bisnis yang ada dalam perusahaan.

(2) Mengukur Kemampuan Organisasi dan Pihak Eksternal

Melakukan proses identifikasi terkait dengan pengukuran kemampuan perusahaan dan pihak eksternal yang terkait dengan bagaimana mengelola komponen-komponen eksternal dan internal dalam proses pemastian bahwa program efisiensi dapat dijalankan dengan tepat dalam perusahaan.

(3) Proses Pembaharuan Sistem Berdasarkan Pada Perbaikan yang Dijalankan dalam Perusahaan

Memastikan bahwa sistem terevaluasi secara terus-menerus. Pembaharuan dilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan perusahaan dalam menjalankan seluruh resiko yang muncul di dalam bisnis. Penggunaan ISO 9001:2015 dapat dipergunakan untuk memastikan bahwa seluruh perbaikan telah dapat dijalankan dengan tepat dan efektif.

Bagaimana perusahaan menjalankan Sistem ISO 9001:2015 yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang dapat membantu perushaan dalam memperbaiki sistem yang dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempersiapkan Sumber Daya Manusia di Era Industri 4.0

Perkembangan teknologi saat ini sangat maju dan kompleks. Transformasi tidak hanya terjadi di pelaku industri saja. Namun juga terjadi di sektor pelanggan. Setiap bisnis menghadapi masalah terbesar yaitu sumber daya manusia.

Keterbatasan pada kemampuan dan kecepatan mengadopsi perubahan adalah tantangan yangbharus dijawab. Secara regulasi, bisnis juga terpatok pada peraturan pemerintah, sehingga membongkar pasang sumber daya manusia adalah hal yang tidak dapat dilakukan secara mudah. Lalu apa yang harus perusahaan jalankan dalam mengelola sumber daya manusia tersebut?

(1) Mengembangkan Divisi HRD ke Arah Strategis

Divisi HRD tidak mengedepankan kembali proses rutin manajemen secara umum. Terdapat pertimbangan untuk dapat mengidentifikasi tantangan dan melakukan transformasi perubahan ke arah bisnis secara strategis.

(2) Mengembangkan Kemitraan Tenaga Kerja

Dibandingkan dengan melakukan rekruitmen tenaga kerja baru dengan skill yang tinggi, lakukan proses kemitraan untuk meningkatkan alih teknologi di dalam bisnis. Sedikit demi sedikit kompetensi SDM perusahaan Anda akan berkembang

(3) Fleksibilitas Terstruktur

Konsep fleksibilitas adalah konsep bisnis yang mampu untuk menjawab tantangan. Namun pastikan bahwa konsep tersebut terstruktur, namun apabila sulit untuk terstruktur kembangkan dalam konteks project.

Bagaimana perusahaan Anda saat ini? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan transformasi SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sistem Bukanlah Sertifikasi Namun Transformasi Bisnis

Terdapat asumsi bahwa perusahaan yang memiliki sertifikat baik ISO maupun keamanan pangan, seperti BRC dan FSSC adalah perusahaan yang telah tersistemkan dengan baik. Namun banyak perusahaan yang melupakan bahwa sistem adalah transfirmasi bisnis.

Tidak sedikit perusahaan yang tidak mempergunakan program sertifikasi sebagai waktu transformasi bisnis dengan tepat. Lalu bagaimana proses transfirmasi tersebut dijalankan?

(1) Memperbaiki Perusahaan

Secara efektif sistem akan menjaga perusahaan dari segala resiko yang dapat muncul dalam bisnis. Salah satunya adalah mengidentifikasi seluruh resiko yang berpotensi muncul dan merugikan perusahaan. Menyusun sistem mitigasi adalah tepat. Namun pencegahan adalah hal positif lainnya yang harus disusun.

(2) Memperbaiki Budaya Perusahaan

Sistem harus terimplementasi dengan tepat. Budaya perusahaan yang positif menjadi suatu bentuk strategi positif yang dapat di kembangkan sebagai dasar untuk pelaksanaan implementasi dilakukan.

(3)Pengembangan Leadership

Menyusun ulang kompetensi leadership dapat dilakukan dalam perusahaan. Bagaimana konsep perubahan dapat dilakukan oleh agen perubahan yang kemudian dapat mengembangkan sistem secara konsisten ke arah yang tepat.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Jangan sia-siakan program sertifikasi di perusahaan Anda hanya dengan tujuan mendapatkan sertifikat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Program Training secara Optimal

Mengembangkan karyawan adalah suatu proses yang memakan waktu dan kadangkala tidak murah. Sehingga ada baiknya perusahaan menjalankan pengelolaan program training dengan tepat dan efektif. Lalu bagaimana mekanisme yang tepat damam menyusun program training?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang menjadi perhatian untuk menyusun program pelatihan.

(1)  Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan

Analisis target yang dibutuhkan oleh perusahaan serta jenis-jenis kompetensi apa saja yang menjadi persyaratan. Berdasarkan pada jenis kompetensi tersebut maka lakukan proses perencanaan atas program pelatihan yang dibutuhkan.

(2) Mendesain Silabus Pelatihan

Menyusun agenda dan isi pelatihan yang akan diberikan terkait dengan jenis program pelatihan yang disusun.  Membuat detail materi yang diberikan serta periode pelatihan tersebut.  Sebaiknya program evaluasi atas kegiatan pelatihan tersebut juga ditetapkan.

(3) Melakukan Evaluasi Program Pelatihan

Melakukan proses evaluasi yang dijalankan untuk memastikan bagaiaman proses pelatihan tersebut memberikan perbaikan dalam pelaksanaan.  Mengembangkan pelaksanaan yang tepat untuk dapat memastikan bahwa proses evaluasi terkait dengan program pelatihan tersebut memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda mendesain program pelatihan? Lakukan proses pencarian referesi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan program pelatihan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)