Manfaat Sertifikasi Animal Welfare untuk Perusahaan Pengolahan Produk Hewani

Sertifikasi Animal Welfare adalah sertifikasi terkait dengan penanganan hewan yang tepat mulai dari penanganan saat hidup, setelah penyembelihan serta penanganannya. Dibandingkan dengan sertifikasi keamanan pangan, proses sertifikasi animal welfare ini kurang terdengar familiar. Namun, ada baiknya penetapan atas sertifikasi ini menjadi pertimbangan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap keamanan, kesehatan serta keselamatan produk.

Untuk lebih detail terkait dengan manfaatnya, berikut ini adalah manfaat yang terkait dengan sertifikasi Animal Welfare.

Melakukan proses sertifikasi ini juga memberikan persepsi yang tepat pada pelanggan negara-negara maju, sehingga memberikan nilai tambah untuk menjalankan produk ekspor. Mengembangkan sertifikasi ini sebaiknya dilakukan dengan tepat dan mempergunakan referensi yang dapat diandalkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Struktur Organisasi Berubah?

Perusahaan dapat melakukan proses perubahan struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan. Perubahan ini perlu melewati kajian terstruktur dan sistematis untuk dapat memastikan bahwa struktur bisa berjalan dengan tepat. Sebelum menjalankan perubahan struktur organisasi, berikut ini terdapat beberapa alasan mengapa struktur organisasi dapat berubah.

Proses perubahan struktur organisasi sebaiknya dijalankan dengan mempertimbangkan alasan yang tepat. Pelaksanaannya dapat melalui proses evaluasi dan dijalankan dengan tepat. Mempergunakan referensi eksternal yang tepat dapat dijalankan oleh perusahaan untuk menjalankan perubahan struktur organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Melakukan Pengelolaan Pekerja Paruh Waktu

Dalam beberapa hal, perusahaan membutuhkan keberadaan atas pekerja paruh waktu. Pekerja ini biasanya dipekerjakan lebih disebabkan adanya kebutuhan skill khusus yang diperlukan dalam suatu pekerjaan yang bersifat jangka pendek atau bukan core business dari perusahaan. Terdapat beberapa hal penting yang perlu untuk diperhatikan. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perusahaan menjalankan proses pengelolaan atas pekerja paruh waktu.

Bagaimana perusahaan menjalankan pengelolaan atas pekerja paruh waktu, harus dipastikan bahwa setiap pengelolaan yang dijalankan adalah tepat dan efektif untuk memastikan bahwa pengendalian dan penanganan atas pekerja dijalankan dengan tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam perusahaan untuk pengelolaan sumber daya manusia yang dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Pelatihan Implementasi ISO 9001

Proses sertifikasi ISO 9001 menjadi bagian penting dijalankan bagi perusahaan yang akan meningkatkan kualitas kinerja organisasinya. Namun tidak sedikit perusaaan mengalami hambatan yang terkait dengan proses implementasi ISO 9001. Untuk dapat meningkatkan proses implementasi ISO 9001, berikut ini adalah beberapa pelatihan yang perlu dikembangkan oleh perusahaan terkait dengan proses implementasi yang dimaksud.

(1) Pelatihan Internal Audit ISO 9001

Pelatihan ini ditujukan untuk menetapkan kompetensi terkait dengan internal auditor. Tentu saja internal auditor yang dimaksudkan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dari internal auditor serta bagaimana personel yang dimaksud mampu untuk menjalankan kegiatan internal audit. Secara prinsip pelatihan internal audit dapat memberikan dasar pada organisasi terkait dengan kemampuan untuk menjadi internal auditor, mulai dari menyusun perenencanaan audit, teknik dan kemampuan untuk melakukan audit serta kemampuan untuk membuat laporan yang terkait dengan kegiatan internal audit.

(2) Pelatihan Manajemen Kinerja

Dalam penerapan ISO 9001, terdapat siklus PDCA (Plan, Do, Check and Action), perencanaan yang ditetapkan adalah target dari perusahaan. Target ini menurut ISO 9001 adalah Sasaran Mutu yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Mutu perusahaan. Salah satu pelatihan yang dapat dilakukan adalah pelatihan KPI (Key Performance Indicator) dimana dalam pelatihan ini perusahaan mendapatkan penjelasan terkait dengan bagaimana target perusahaan tercapai.

(3) Pelatihan Pengelolaan Resiko

Perusahaan diminta untuk mengenali resiko-resiko yang terkait dengan organisasi/ perusahaan. Setiap unit kerja yang ada di dalam perusahaan diminta untuk mengenali resiko yang ada untuk kemudian melakukan pengendalian atas resiko yang dimaksud.

(4) Pelatihan Pengendalian Dokumen dan Catatan

Pelatihan ini bertujuan untuk dapat mendukung perusahaan terkait dengan penyusunan dokumen, proses penetapan identifikasi, proses kajian dan evaluasi serta pemusnahan dokumen. Satu hal yang wajib diketahui adalah bahwa dokumen ini merupakan wujud komitmen dari implementasi Sistem Manajemen Mutu.

(5) Pelatihan Penanganan dan Pelayanan Pelanggan

Tujuan paling utama dari implementasi Sistem Manajemen Mutu adalah bagaimana penanganan serta pengendalian yang terkait pelanggan dapat memenuhi kebutuhan dan standar keberterimaan pelanggan. Dalam pelatihan ini, perusahaan diajarkan untuk membentuk spesifikasi mutu dari kebutuhan pelanggan serta bagaimana setiap unit kerja memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.

(6) Pelatihan Quality Improvement Tools

Pelatihan yang memberikan arahan serta pendekatan teknis terkait dengan metode perbaikan yang dapat dilakukan pada organisasi/ perusahaan. Pendekatan ini dapat dijalankan dengan beberapa jenis pelatihan seperti QCC, Six Sigma, Kaizen, ataupun Quality Deployment Program.

Dengan melihat pelatihan yang terkait dengan implementasi ISO 9002, sepertinya langkah pengembangan atas ISO 9002 dapat memberikan dampak yang besar bagi perusahaan/organisasi. Perusahaan/organisasi dapat selalu mengembangkan Sistem Manajemen Mutu sebagai teknik untuk peningkatan pertumbuhan bisnis. Untuk dapat menghasilkan output terbaik, tidak ada salahnya perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan ISO 9001. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan SOP (Standard Operating Procedure) yang Strategis bagi Perusahaan

Walaupun perusahaan sudah memiliki SOP (Standard Operating Procedure), namun tidak semua perusahaan memiliki SOP yang memiliki manfaat secara strategis. Proses pengembangan sebaiknya dilakukan untuk mengkaji apakah saat ini tersebut sudah memiliki syarat-syarat yang menunjukkan bahwa SOP yang dimiliki perusahaan adalah SOP yang strategis yang dapat membantu tata kelola yang tepat.

Berikut ini adalah informasi yang terkait dengan penyusunan SOP yang strategi di dalam perusahaan.

Untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan, penyusunan SOP yang bersifat strategi sangat diperlukan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk membantu perusahaan dalam menjalankan pengembangan SOP di dalam perushaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempergunakan KPI Sebagai Strategi Efektifitas Bisnis

Saat ini, dunia usaha mendapatkan tantangan antara biaya dan produktifitas. Kadangkala tingginya produktifitas tidak selaras dengan nilai efisiensi perusahaan. Lalu bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan kedua hal tersebut?

Salah satu strategi yang perlu untuk dijalankan dalam dunia bisnis adalah pentingnya menetapkan parameter-parameter terukur yang mampu untuk menjaga ukuran produktifitas dan efisiensi tersebut. Penetapan parameter ini ditetapkan dalam bentuk KPI.

Lalu bagaimana proses penetapan atas strategi tersebut dijalankan.

(1) Menyusun Budget

Salah satu parameter yang ditetapkan adalah budget. Menyusun budget itu sendiri harus dilakukan dengan mempergunakan rasio yang tepat. Untuk dapat mengukur rasio antara output produktifitas dan nilai biaya.

(2) Penetapan Program Efisiensi

Perusahaan ada baiknya menyusun program efisiensi yang kemudian dijabarkan ke setiap departemen. Memastikan setiap divisi tersedia tanggung jawab atas terlaksananya program tersebu.

(3) Meningkatkan Nilai Output

Mengukur nilai optimalisasi dari masing-masing divisi untuk kemudian menetapkan sebagai nilai output yang tepat.

Lalu bagaimana perusahaan Anda mengelola Efektifitas Bisnis? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk menjalankan efektifitas bisnis tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meminimalkan Dampak Penyimpangan Rekruitmen

Saat ini, program rekruitmen adalah menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Dalam beberapa kondisi, ditemukan bahwa proses rekruitmen riskan atas penyimpangan. Faktor penyebab penyimpangan itu sendiri beragam, mulai dari proses pencarian yang memakan waktu, proses seleksi karyawan , serta memastikan bagaimana program rekruitmen yang dimaksudkan tersebut dapat memberikan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan kualifikasi persyaratan yang sesuai.

Lalu bagaimana perusahaan dapat meminimalkan resiko yang terkait dengan kesalahan proses rekruitmen.

(1) Meneliti Latar Belakang Pelamar

Melakukan proses pemeriksaan atas latar belakang pelamar secara teliti dan detail.  Apabila memungkinkan dapat melakukan proses pengecekan silang ke perusahaan dmana karyawan tersebut bekerja. Bahkan saat ini tidak sedikit perusahaan yang melakukan proses pemeriksaan melalui media sosial.

(2) Mempergunakan Jasa Head Hunter

Apabila perusahaan mempergunakan jasa head hunter, maka pastikan bahwa kualifikasi dari head hunter tersebut adalah sesuai dengan kebutuhan.  Hal ini untuk mengurangi resiko karena biaya dari proses rekruitmen perusahaan menjadi tinggi dan sia-sia.  Sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan adanya jaminan bahwa jasa head hunter dapat memberikan jaminan apabila di tengah jalan kandidat mengundurkan diri.

(3) Mendesain Alat Psikometris yang Akurat

Penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses assessment sebagai proses pengujian atas kegiatan rekruitmen.  Dengan memiliki pusat assessment maka perusahaan dapat secara akurat dan efisien dalam melakukan proses pengujian.

Bagaimana dengan proses rekruitmen yang dilakukan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan dan mengelola proses rekruitmen dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Mendesain KPI

Dalam memastikan mekanisme kinerja perusahaan terukur dengan tepat, perusahaan sebaiknya melakukan proses penyusunan KPI sebagai bentuk dari proses pengukuran kinerja yang obyektif. Selain untuk dapat melakukan penilaian per jabatan yang ada dalam organisasi, pelatihan itu sendiri dapat membantu perusahaan untuk memastikan bahwa KPI yang dimiliki dapat dipergunakan untuk melakukan proses pengukuran kinerja dapat membantu pengembangan organisasi.

Lalu, bagaimana program pelatihan yang tepat dan efektif untuk dapat menyusun KPI tersebut. Pelatihan selama 1 (satu) hari ini disusun untuk memastikan bagaimana KPI tersebut disusun.

Berikut ini adalah silabus untuk pelatihan satu hari yang dipergunakan untuk memastikan bagaimana proses penyusunan KPI dapat dijalankan secara tepat dan efektif.

No Agenda Pelatihan Waktu Pelatihan Output
1 Penyusunan SWOT Analysis 1 jam Peserta memahami teknik penyusunan SWOT Analysis sebagai dasar pembuatan KPI
2 Perumusan aspek variable indicator kinerja perusahaan 1 jam Peserta mampu menyusun variable indicator kinerja untuk keuangan, internal proses, customer dan learning
3 Pembuatan KPI per departemen berbasiskan balanced score card 2 jam Peserta mampu menjabarkan KPI per departemen sesuai dengan fungsi dan deskripsi masing-masing jabatan
4 Pembuatkan worksheet KPI 2 jam Peserta mampu untuk menyusun worksheet yang menjadi catatan atas pengisian kinerja karyawan
5 Pembuatan manual KPI 1 jam Peserta mampu untuk menyusun manual KPI

Bagaimana perusahaan Anda melakukan penyusunan KPI? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa KPI yang dijalankan adalah tepat dan efektif untuk dapat dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)