5 Pengendalian Food Threat yang Tepat dan Efektif

Ancaman atas produk pangan, bukan hanya muncul dari bahaya terkait dengan keamanan pangan HACCP namun juga aspek dari potensi keamanan pangan yang teridentifikasi dalam penerapan Food Defense (Proteksi Pangan). Food Threat (ancaman produk) teridentifikasi sebagai bentuk dalam penerapan Sistem Manajemen Proteksi Pangan. Untuk menjalankan pengendalian yang tepat, perusahaan menjalankan Food Defense yang tepat, maka Food Threat harus dapat dikendalikan dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa kategori pengendalian Food Threat yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

Untuk dapat menjalankan perencanaan proteksi pangan yang ada di dalam perusahaan. Tindakan yang terukur terkait dengan penerapan Sistem Proteksi Pangan harus dipilih sesuai dengan nilai resiko yang teridentifikasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan atas Perencanaan Proteksi produk dengan mempergunakan konsultan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengimplementasikan FSSC pada Bisnis E-commerce

Dalam menghadapi perkembangan bisnis digital yang mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, hal penting yang harus dipertimbangkan dari pertumbuhan bisnis ini adalah memastikan bahwa ekosistem yang dibangun adalah kondusif untuk mendukunga pelanggan, produk serta partner yang terkait dengan e-commerce tersebut. Pada E-commerce yang terkait dengan ekosistem produk pangan, selain mempertimbangkan kualitas dan bisnis juga sebaiknya mempertimbangkan keamanan pangan.

FSSC (Food Safety System Certification) Versi 7 menjalankan pendekatan adaptif untuk perusahaan E-commerce yang memiliki ruang lingkup produk pangan, sehingga proses implementasi sampai dengan sertifikasi yang terkait dengan keamanan pangan dapat dijalankan pada perusahaan E-commerce. Berikut ini adalah tahapan detail yang terkait dengan penerapan yang berhubungan dengan keamanan pangan, melalui sertifikasi FSSC Versi 7.

Proses implementasi FSSC Versi 7 pada E-commerce adalah nilai tambah penting bagi E-commerce. Dimana pelaksanaan yang terkait dengan aplikasi E-commerce dapat menjamin keamanan pangan pada ekosistem bisnis. Dengan adanya jaminan keamanan pangan, maka perusahaan telah menjamin perlindungan pelanggan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada e-commerce yang dimiliki oleh perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Food Retail Dari Kontaminasi Mikroba Pathogen

Pengelolaan food retail memiliki tingkat resiko yang tinggi terkait dengan kondisi penanganan serta pengolahan atas produk food retail. Potensi yang berhubungan dengan kontaminasi pathogen adalah salah faktor dengan resiko tinggi yang membutuhkan perhatian penting. Pathogen ini muncul sebagai akibat dari kontaminasi silang atau dari pertumbuhan produk pangan itu sendiri. Bakteri pathogen, adalah bakteri yang memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen. Bakteri pathgoen ini dapat berasal dari produk pangan itu sendiri (seperti bahan baku segar, kemasan, ataupun ingredient) dan dari kontaminasi (berasal dari lingkungan, peralatan, dan personel yang menangani produk itu sendiri).

Untuk memastikan bahwa keamanan produk dan dapat terbebas dari kontaminasi pathogen. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh unit pengolahan pangan pada food retail untuk mencegah kontaminasi mikroba pathogen.

Dengan mempelajari langkah yang tepat, pencegahan kontaminasi bakteri pathogen dari produk pangan dapat dilaksanakan dengan maksimal. Lakukan pengelolaan proses yang tepat untuk dapat meningkatkan kualitas dan keamanan pangan produk. Unit usaha dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk mencegah mikrobiologi pathogen pada produk itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)