Menghitung Investasi Transformasi SDM dalam Perusahaan

Apakah perusahaaann Anda saat ini akan melakukan proses transformasi SDM (Sumber Daya Manusia)? Melakukan proses transformasi SDM bukanlah proses yang mudah dan bahkan di beberapa perusahaan memakan biaya yang tinggi.

Ada baiknya bagi perusahaan untuk melakukan analisis atas investasi yang dilakukan untuk menjalankan proses transoformasi SDM.

(1) Investasi Rekruitmen

Dalam program trasnformasi manajemen SDM, terkadang perusahaan harus memastikan bahwa program rekruitmen dijalankan secara tepat dan akurat. Menjalankan konsep strategis dan memperkuat antara Sistem Manajemen Strategis yang akan dijalankan dengan kompetensi yang akan direkruit.

(2) Investasi Pelatihan

Apabila dalam proses rekruitmen termasuk di dalamnya adalah rekruitmen internal dan eksternal tidak berjalan dengan tepat. Maka perusahaan harus mendesain program pelatihan untuk memastikan ketercapaian target kompetensi pada SDM (Sumber Daya Manusia).

(3) Investasi Sistem

Perusahaan harus mendesain ulang atas seluruh kebijakan-kebijakan SDM (Sumber Daya Manusia) termasuk di dalamnya untuk dapat memastikan bahwa sistem disusun secara tepat dan akurat.untuk memastikan bahwa sistem terjalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Lalu bagaimana proses pelaksanaan transformasi bisnis di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan kesesuaian dari implementasi Business Process Re-engineering yang akurat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Transformasi Small Enterprise

Berbeda dengan dekade sebelumnya, dalam masa milenia ini perubahan harus melakukan transformasi atas perubahan bisnis.  Apabila sebelumnya, pertimbangan bahwa perusahaan besar dengan jumlah output yang massive adalah jenis perusahaan yang sulit untuk fleksible dan bertransformasi dengan keadaan.  Usaha kecil memungkinkan setiap elemen dalam organisasi untuk dapat bertransformasi secara maksimal dan kuat. Seluruh kekuatan organisasi dapat dibentuk dalam waktu yang singkat dan efektif.

(1) Mendesain Creative Tink Tank

Organisasi mendesain budaya inovasi yang kuat, setiap aspek proses yang menyebabkan adanya suatu langkah kerja yang panjang dengan jumlah karyawan massif dapat dipotong untuk menjadi anak perusahaan terpisah ataupun dikembangkan dalam bentuk mitra kerja.  Semakin besar ruang lingkup perusahaan dalam mendesain organisasi maka akan semakin terbuka peluang untuk mengembangkan anak-anak usaha ataupun mitra usaha.

(2) Mengelola Kompetensi Generalis

Dalam organisasi kecil, fungsi spesialisasi dihilangkan menjadi fungsi generalis.  Perbenturan konflik dalam pelaksanaan akan terjadi namun dapat diantisipasi dengan menggunakan pendekatan proyek dengan desain pekerjaan yang dapat dijalankan oleh setiap elemen di organisasi.

(3) Menjalankan Konsep Service Company

Perusahaan harus melupakan strategi menjual namun lebih kepada melayani. Konsep hubungan baik dan bagaimana menjalankan pendekatan pemecahan masalah adalah strategi penting yang harus dijalankan oleh perusahaan.

Bagaimana pola desain organisasi dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pendesainan ulang organisasi secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Job Validation Bagi Perusahaan

Pengembangan atas sistem operasional perussahaan membutuhkan proses pemeriksaan ulang atas struktur organisasi serta implementasi penerapan fungsi-fungsi organisasi berdasarkan pada referensi atas penetapan jabatan dan tanggung jawab fungsi dalam perusahaan. Lalu apa manfaat dari proses job validation dijalankan dalam perusahaan.

Berikut adalah manfaat atas pentingnya proses job validation dilakukan dalam perusahaan.

Pertama, Mengkaji Fungsi Struktural Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan kajian atas implementasi kebijakan strategis perusahaan dalam organisasi. Normalnya seluruh elemen dalam perusahaan menjalankan sistem implementasi kebijakan perusahaan.  Pemastian dilakukan untuk mencegah adanya duplikasi peranan atau justru hilangnya peranan dalam organisasi.

Kedua, Melakukan Verifikasi Awal Atas Nomenklatur Jabatan

Memastikan bahwa bahwa jabatan yang terkait atas nomenklatur jabatan adalah sesuai dengan isi uraian jabatan yang terdapat dalam nomenklatur jabatan. Melakukan evaluasi atas kesesuaian nomenklatur yang pada saat ini telah ditetapkan dengan isu dari uraian jabatan tersebut.

Ketiga, Memastikan Nilai Rasional dari Kompetensi dan Beban Kerja

Melakukan proses kajian secara kuantitatif dan kualitatif terkait dengan besaran nilai kompetensi dan beban kerja yang terdapat dalam jabatan tersebut.  Melakukan perhitungan besaran proporsional terkait dengan kompetensi dan beban kerja yang dimaksudkan tersebut.

Bagaimana dengan proses job validation dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen SDM perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan HR Dashboard sebagai Bentuk Pemantauan Kinerja HR

HR meme

Pola kerja unit Human Capital/ Human Recources adalah sangat beragam dan memiliki variabel yang sulit untuk diukur. Namun bagaimana proses evaluasi efektifitas atas peranan HR dapat dijalankan?

Beberapa hal yang penting dapat menjadi nilai untuk perbaikan manajemen, namun alangkah baiknya apabila data yang terbentuk secara kuantitatif tersebut diubah menjadi data kualitatif. Memastikan ulang bahwa pola kinerja yang dijalankan oleh Human Resources dijalankan.

HR Dasboaard adalah suatu bentuk aplikasi sederhana yang dapat dikemas dalam bentuk Microsoft Excell sederhana sekalipun.  Hal yang tersulit adalah menghubungkan antara kinerja yang satu dengan lainnya. Pemahaman dasboard adalah untuk menjadi pintu monitoring dalam melihat bagaimana sistem manajemen SDM dalam perusahaan tersebut seimbang terimplementasi.  Konsep kausalitas antara policy dan dampak harus menjadi poin penting dalam mengurutkan sistem evaluasi dalam HR Dashboard yang dimaksudkan tersebut.

Tertarik untuk menjalankannya? Jangan terlalu berpikir rumit atas penyusunanan, lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan sistem manajemen SDM yang terbentuk akan efektif. (amarylliap@gmail.com)

Pengembangan SDM dalam Bidang Industri Jasa

Berbeda dibandingkan dengan dunia usaha yang bergerak di bidang manufacturing.  Pengembangan sektor jasa memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilakukan berbeda dengan proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam bidang Manufacturing.

Adapun proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) tersebut dijalankan dengan melalui beberapa program/ tahapan.

(1) Penetapan Nilai-nilai Perusahaan

Berbeda dibandingkan dengan manufacturing, dalam sektor jasa, karyawan adalah asset penting.  Karyawan adalah perwakilan perusahaan ketika berhadapan dengan pelanggan. Pemastian terkait dengan nilai-nilai tersebut harus tertanam dengan kuat pada diri karyawan.  Nilai selain menjadi dasar dari seluruh prilaku SDM ketika berada di perusahaan, nilai juga dapat menjadi pemersatu perusahaan ketika mengembangkan sistem operasional yang dijalankan.

(2) Pengelolaan kompetensi

Seluruh tantangan dalam perusahaan harus dipetakan untuk kemudian ditetapkan jenis karakteristik yang berhubungan dengan sistem pengelolaan kompetensi tersebut.  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan kompetensi dilakukan dengan melakukan proses identifikasi kompetensi, pelatihan/ pengembangan kompetensi serta program pengujian kompetensi.  Aspek kompetensi ada baiknya untuk divalidasi untuk memastikan bahwa proses penetapan kompetensi sesuai dengan manajemen pengelolaan atas resiko usaha.

(3) Pengelolaan Sistem Renumerasi

Dalam industri jasa, penetapan sistem renumerasi adalah menjadi penting.  Pertimbangan yang ditetapkan tidak hanya berdasarkan kepada nilai pasar, aspek produktifitas, resiko maupun komitmen atas loyalitas menjadi nilai yang penting dalam melakukan proses pengelolaan sistem renumerasi dalam perusahaan.

Bagaimana dengan proses pengelolaan manajemen SDM dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan dalam Menjalankan Restrukturisasi Organisasi

Banyak perusahaan mengalami tantangan baru terkait dengan adanya peningkatan biaya operasional dan adanya penurunan daya beli dari masyarakat. Untuk menjamin kelangsungan usahanya, perusahaan melakukan banyak strategi yang dapat dipastikan salah satunya adalah dengan mengoptimalkan kapasitas organisasi. Salah satu cara yang tepat untuk dijalankan adalah dengan melakukan proses restrukturisasi organisasi.

Proses restrukturisasi dapat dijalankan dengan melakukan tahapan proses sebagai berikut:

(1) Melakukan proses Business Process Reengineering
Ada pentingnya bagi perusahaan untuk menjalankan perubahan strategis terkait dengan business process yang saat ini sedang dijalankan. Lakukan proses evaluasi untuk dapat memastikan bahwa business process yang dimaksud dapat dilakukan proses perbaikan untuk dapat mengefektifkan proses kerja dan memastikan adanya optimalisasi dari fungsi sumber daya manusia.

(2) Melakukan proses Analisis Jabatan
Penetapan analisis jabatan dalam organisasi dilakukan untuk menyambung perbaikan dari business process yang telah ditetapkan untuk dilakukan proses koreksi. Penyusunan ulang fungsi dan tanggung jawab jabatan yang ada dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk memastikan adanya konsep strategis untuk mengoptimalkan peranan suatu jabatan dalam organisasi.

(3) Kajian Organisasi
Proses untuk menjalankan kajian organisasi adalah penting setelah konsep penetapan jabatan tersebut dilakukan. Pemetaan fungsi dan jabatan dalam organisasi menjadi proses penting yang menjadi bagian penting untuk dilakukan. Setelah pemetaan ditetapkan. Lakukan proses evaluasi terhadap kondisi yang ada untuk kemudian disusunkan struktur organisasi yang baru.

Proses restrukturisasi organisasi adalah langkah penting bagi perusahaan/organisasi untuk dapat bertahan dalam menghadapi tantangan bisnis. Fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi dalam proses restrukurisasi dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan memastikan ukuran organisasi yang rasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain SOP Industri Melalui Total Quality Control

Dalam melakukan proses penyusunan SOP untuk sektor industri/ manufacturing, kadangkala tidak terimplementasinya sistem yang muncul ke dalam organisasi adalah pendekatan yang salah dalam proses penetapan sistem. Tidak teradopsinya Total Quality Control yang tepat dalam penyusunan sistem justru akan menyebabkan sistem yang terbentuk akan terpisah, dan seluruh aspek industri tidak melihat kualitas sebagai bagian yang mengikat antar departemennya.

Pendekatan konsep Total Quality Control akan memberikan manfaat yang efektif dalam perusahaan, khsususnya bagaimana perusahaan melakukan proses perumusan masalah. Tahapan identifikasi pemecahan masalah adalah salah satu faktor penting yang harus disinerfikan pada seluruh lini operasional. Mulai dari level operator sampai dengan manager, sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam organisasi tersebut.

Menarik untuk kemudian dikembangkan pendekatan SOP melalui Total Quality Control, sebagaimana proses ini juga membantu membentuk adanya knowledge management. Pendekatan perumusan masalah yang tepat dapat membuka organisasi untuk dapat memecahkan masalah melalui program dan kegiatan training agar pemecahan masalah di setiap lini menjadi efektif. Tentu saja pendekatan ini akan sangat membantu budaya pemecahan dalam organisasi.

Tidak hanya membantu organisasi dalam bidang manufacturing saja, sistem pendekatan operasionasl ini juga dapat diaplikasikan pada jenis industri jasa ataupun bisnis bentuk lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat mengembangkan sistem dalam organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Strategis dalam Penyusunan Sistem Renumerasi

Apakah perusahaan Anda memiliki masalah dengan sistem penggajian karyawan? Apakah perusahaan Anda merasa melakukan proses penggajian karyawan dengan nilai yang terlalu tinggi? Atau apakah perusahaan bermasalah dengan memberikan sistem kompensasi yang tidak sejalan dengan produktifitas?

Salah satu strategi penting yang sangat dapat dioptimalkan dalam organisasi adalah dengan jalan melakukan proses restrukturisasi terhadap sistem renumerasi yang ada. Lalu bagaimana proses penyusunan sistem renumerasi yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

Langkah pertama, pembuatan tabel gaji

Penyusunan tabel gaji dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Seperti penetapan antara rasio antara kompetensi, pengalaman kerja dan grade. Besaran grade dapat dibagi dengan beberapa klasifikasi, salah satunya adalah bisa dengan pendidikan atau nomenklatur tertentu yang ditetapkan dalam organisasi.

Langkah kedua, penyusunan kelas jabatan

Menyusun kelas jabatan adalah penting untuk dapat memastikan bahwa organisasi memiliki konsep yang strategis ke dalam penetapan fungsi organisasinya. Besaran organisasi dan tingkatan level menjadi hal yang krusial dalam menetapkan kelas jabatan yang dimaksudkan tersebut.

Langkah ketiga, penempatan nilai gaji

Proses penempatan nilai gaji ke dalam tabel adalah hal yang penting. Status penyesuaian dapat muncul, seperti adanya kondisi overpaid ataupun kondisi underpaid. Dimana dalam hal ini penyesuaian yang penting untuk dilakukan adalah penyesuaian yang bersifat obyektif bukan subyektif.

Ketiga langkah ini menjadi bagian penting dari suatu organisasi untuk melakukan proses restrukturisasi terhadap sistem renumerasi dalam perusahaan/organisasi Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan produktifitas dan sistem kompensasi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Desain Organisasi Matrix dalam Business Process Reengineering

Business Process Reengineering adalah suatu strategi bisnis yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat mengedepankan konsep efisiensi perusahaan. Dimana perusahaan lebih melihat pada faktor outcome (output) dan bukan pada aspek fungsi (task) assignment. Dalam beberapa hal, konsep Business Process Reengineering dapat dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami masalah akan jumlah sumber daya manusia yang ada. Tingginya beban biaya sumber daya manusia juga menjadi bagian penting, bagi perusahaan ketika akan melakukan Business Process Reengineering.

Pengembangan desain organisasi dengan konsep matrix adalah suatu bentuk mekanisme strategis yang penting yang dapat dijalankan dalam perusahaan untuk menjalankan Business Process Reengineering. Dalam desain matrix, perusahaan memaksimalkan nilai output dari sumber daya manusia untuk kemudian dijalankan menjadi suatu desain organisasi yang terstruktur. Fungsi spesialisasi dikembangkan menjadi fungsi produktif yaitu fungsi untuk menghasilkan output proses yang dibutuhkan.

Mengembangkan Business Process Reengineering adalah bagian penting dari suatu perusahaan untuk dapat memaksimalkan nilai dengan mengefisienkan biaya dari perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Penyusunan SOP Berdasarkan Standar ISO 9001

Banyak perusahaan berkeinginan untuk memiliki SOP dan sekaligus juga memiliki sistem ISO 9001. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kedua sistem ini dapat berjalan beriringan untuk diimplementasikan dalam perusahaan? Kedua sistem tersebut tentu saja bisa menjadi penyeimbang untuk dapat dipergunakan dalam memastikan agar sistem SOP dan Sistem ISO 9001 dapat dijalankan secara efektif.

Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.

Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001

Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.

Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process

Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.

Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur

Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.

Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi

Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.

SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)