Bagaimana Menjalankan Proses Regenerasi yang Tepat dalam Organisasi

Dalam proses pengelolaan organisasi, khususnya perusahaan keluarga, proses regenerasi perusahaan memiliki tantangan tersendiri. Selain melihat konteks organisasi yang sudah mengalami perubahan cukup banyak, teknik dan prilaku dalam mengelola organisasi juga memiliki perubahan yang signifikan. Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dalam menjalankan proses regenerasi. Tidak ada salahnya sebelum berlanjut, dilakukan proses perencanaan terkait dengan regenerasi dalam organisasi.

(1) Pahami Konteks Organisasi dengan Tepat

Sebelum menyusun perencanaan regenerasi, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan analisis terkait dengan konteks organisasi. Pelajari apa saja kekuatan dan kelemahan yang dihadapi oleh perusahaan termasuk di dalamnya apa saja tantangan dan peluang yang akan dihadapi. Kemudian setelah itu dilakukan proses penetapan evaluasi yang terkait dengan apa yang perlu dijalankan dalam strategi generasi berikutnya. Inilah yang kemudian ditetapkan dengan perencanaan

(2) Memahami Resiko atas Proses Regenerasi

Lakukan evaluasi yang terkait dengan resiko yang akan dihadapi dalam proses regenerasi. Resiko baik yang bersifat internal dan eksternal. Tetapkan cara penanggulangan atas resiko yang dimaksud. Bagaimana pengendalian itu kemudian dijabarkan ke dalam suatu perencanaan dengan target yang terukur. Inilah yang menjadi panduan dalam penyusunan pelaksanaan atas program yang dimaksud.

(3) Mengimplementasikan Program Regenerasi

Program ini harus dipastikan dijalankan untuk memastikan bahwa program regenerasi dijalankan dengan tepat. Terdapat jangka waktu perencanaan yang berhubungan dengan kegiatan regenerasi tersebut, termasuk di dalamnya adalah penetapan yang terkait dengan keefektifannya. Proses ini harus melibatkan banyak pihak termasuk di dalamnya adalah pihak dari generasi sebelumnya dan pihak dari generasi setelahnya. Lakukan proses implementasi secara konsisten dan secepatnya lakukan evaluasi untuk mendeteksi efektif atau tidaknya program regenerasi tersebut.

Bagaimana organisasi Anda menjalankan proses regenerasi? Lakukan evaluasi yang tepat untuk memastikan bahwa proses regenerasi tersebut dapat berjalan dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Merk Perusahaan dengan Tepat

Tidak jarang perusahaan melupakan betapan pentingnya merk perusahaan untuk dapat dijaga. Namun, tidak sedikit perusahaan mengalami kesulitan dalam mengelolaan merk perusahaan dengan tepat. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena pengelolaan yang tidak tepat tersebut dapat memberikan dampak yang merugikan perusahaan.

Lalu bagaimana perusahaan sebaiknya mengelola merk perusahaan mereka.

(1) Menetapkan filosofi dari merk perusahaan

Melakukan identifikasi dari karakter dan nilai apa yang akan dikembangkan dalam merk perusahaan tersebut. Penetapan atas status merk tersebut kemudian digambarkan ilustrasi terkait dengan karakteristik yang dilakukan dalam prilaku organisasi. Prilaku organisasi kemudian dapat digambarkan dengan informasi terkait dengan karakteristik prilaku yang didetailkan dan mudah dimengerti oleh karyawan.

(2) Pembinanaan dan Pengembangan Karyawan

Karyawan diharapkan dapat mengembangkan dan mengelola prilaku sesuai dengan nilai yang ada pada merk perusahaan. Bagaimana kemudian perusahaan melakukan pelatihan dan pembinaan. Pelatihan dijalankan secara struktural dimana setiap level dalam organisasi dikelola pelatihan yang berbeda sesuai dengan segmentasi dari level dalam struktur.

(3) Menjamin Pengelolaan Kualitas

Merk akan selalu terkait dengan output yang ada dalam perusahan, baik itu jasa maupun barang. Hal penting untuk menjamin bahwa kualitas output selalu konsisten bahkan meningkat. Merk akan selalu terasosiasi dengan kualitas hasil dari perusahaan. Sehingga penting bagi perusahaan memastikan bahwa kualitas sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Pengeloaan merk dijalankan dalam periode waktu yang cukup panjang sampai menjaga konsistensi bahwa penyampaian merk sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Penanganan yang terkait dengan pengelolaan merk harus dipastikan dengan keseriusan dan konsisten yang tinggi. Untuk menjaga keberlangsungannya, tidak ada salahnya perusahaa mempergunakan referensi eksternal sebagai pembantu dalam program pengelolaan merk. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

BRCGS Start! Solusi UMKM Pangan dalam Menebus Pasar Dunia

Produk pangan yang dihasilkan oleh UMKM terkadang mengalami kesulitan untuk masuk ke pasar dunia. Walaupun secara produk, kualitas dari produk yang dihasilkan tidak kalah dengan perusahaan besar, namun terkait dengan sistem jaminan keamanan pangan, UMKM terkadang mengalami kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi keamanan pangan, khususnya terkait dengan sertifikasi yang berbasiskan GFSI (Global Food Safety Initiative).

Terdapat solusi yang terkait dengan proses sertifikasi ini, yaitu sertifikasi BRCGS Start!. Dengan menjalankan sertifikasi ini UMKM dapat melakukan proses penanganan terkait dengan persyaratan keamanan pangan. Persyaratan yang berhubungan dengan keamanan pangan tersebut dapat diakomodasi dengan BRCGS Start! Lalu apa manfaat yang akan dijalankan dengan menjalankan terkait dengan BRCGS Start!

(1) Masuk ke dalam BRCGS Directory

Setelah perusahaan mendapatkan sertifikasi, maka perusahaan dapat mengakses BRCGS Directory. Perusahaan akan berada pada daftar perusahaan yang tersertifikasi BRCGS untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki sertifikasi yang dimaksud.

(2) Jaminan Keamanan Pangan

Dengan sertifikasi yang dimaksud, pelaksanaan yang terkait dengan jaminan keamanan pangan harus dipastikan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang berbasiskan dengan GFSI. Jaminan keamanan pangan ini memiliki apresiasi yang sangat positif bagi pelanggan internasional.

(3) Pengembangan Usaha untuk Naik Kelas

Dengan kemampuan untuk dapat go Internasional, maka perusahaan dapat naik kelas dan mengembangkan Sistem Manajemen yang ada dalam perusahaan sehingga secara internal pengelolaan perusahaan menjadi lebih profesional. Pengendalian atas penanganan dan pengembangan usaha tersebut dijalankan dengan untuk mencapai target keamanan pangan yang ditetapkan dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan dapat menjalankan sistem manajemen keamanan pangan untuk skala UMKM? Mempelajari sistem dan standar dapat dilakukan serta mempergunakan referensi eksternal yang tepat dapat menjadi cara dalam menjalankan penerapan sistem yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Audit Budaya Perusahaan

Penetapan budaya perusahaan adalah salah satu mekanisme penting yang dijalankan oleh perusahaan untuk dapat mengetahui apakah budaya dalam perusahaan tersebut dijalankan dengan tepat dan efektif. Pelaksanaan kegiatan audit itu sendiri dijalankan dengan prinsip untuk mendapatkan obyektifitas bagaimana budaya tersebut terimplementasikan. Lalu bagaimana proses pelaksanaan audit budaya perusahaan dijalakan.

(1) Perencanaan Kegiatan Audit Budaya

Perusahaan menetapkan tim internal audit yang akan menjalankan kegiatan audit budaya tersebut. Mengingat audit budaya juga melakukan kajian atas prilaku yang dijalankan dalam organisasi, maka panduan yang terkait dengan parameter-parameter prilaku pada nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting untuk diperiksa. Pemeriksaan atas prilaku dilakukan dengan memastikan auditor memahami indikator-indikator yang terbentuk dari budaya yang dimaksud.

(2) Pelaksanaan Kegiatan Audit

Proses audit dipahami oleh karyawan sebagai bentuk untuk memastikan budaya terlaksana. Penetapan atas indikator ini perlu untuk dapat dievaluasi lebih lanjut terkait bagaimana proses penerapan budaya terimplementasi. Kegiatan audit dilengkapi dengan checklist yang terkait dengan indikator yang terkait dengan pelaksanaan yang berhubungan dengan aspek budaya.

(3) Penanganan Atas Temuan Audit

Hasil dari temuan audit akan ditindaklanjuti dalam bentuk analisis penyebab dari ketidaksesuaian yang dimaksud untuk kemudian dilakukan proses penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan atas temuan audit yang dimaksudkan tersebut.

Lalu bagaimana proses kegiatan audit budaya dijalankan di dalam perusahaan Anda? Berikut referensi terkait dengan persyaratan yang ditetapkan terkait dengan pelaksanaan audit budaya perusahaan. Tidak ada salahnya perusahaan mempergunakan referensi eksternal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan HACCP Pada Industri Pakan

Feed Safety Management System adalah bentuk implementasi HACCP pada industri pakan. Jenis pakan apa pun sebaiknya memastikan pemenuhan terhadap persyaratan ini untuk memastikan tidak terdapat resiko kepada pasokan rantai proses berikutnya. Pengelolaan Feed Safety Management System selain dijalankan oleh industri pakan, juga diberlakukan pada pemasok industri pakan.

Langkah yang perlu dijalankan oleh industri pakan dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

(1) Penerapan PRP (Pre Requsisite Program)

Penetapan atas persyaratan PRP berupa Good Manufacturing Practice serta program sanitasi. Penerapan atas GMP dijalankan sesuai dengan ISO TS 22002-6:2016 dimana persyaratan yang terkait dengan Pre Requisite Program tersebut dapat memastikan bagaimana seluruh parameter yang terkait dengan persyaratan dasar industri pakan yang aman dapat terpenuhi. Termasuk di dalamnya adalah penetapan lay out bangunan, pengelolaan limbah serta pengendalian proses.

(2) Penanganan bahaya

Penetapan atas bahaya dijalankan dengan mempertimbangkan seluruh aspek yang beresiko, termasuk di dalamnya adalah identifikasi atas bahaya biologi, kimia, fisik, allergen serta radiologi. Penetapan atas seluruh resiko ini dapat menjadi bagian penting untuk dilakukan penilaian. Kategori atas penilaian ditetapkan untuk dapat memisahkan atas bahaya yang signifikan dan yang tidak signifikan. Bahaya yang signifikan dikelola dalam pohon keputusan untuk kemudian dijalankan proses penetapan tindakan pengendalian. Melalui pohon keputusan, dapat ditetapkan titik kendali sebagai CCP ataupun CP.

(3) Penanganan serta Pengendalian Proses

Pelaksanaan atas kegiatan proses dijalankan dengan mempergunakan SOP (Standard Operating Procedure) serta form-form dimana kegiatan yang dimaksud untuk memastikan bahwa pengendalian yang dijalankan telah sesuai dengan standar persyaratan keamanan pakan. Kegiatan proses yang tercatat dalam SOP harus melakukan proses pengendalian dengan tepat untuk memastikan bahwa proses yang dijalankan adalah sesuai dengan keamanan pakan.

(4) Pelatihan Personel

Dimana pelatihan dijalankan untuk memastikan adanya kesadaran dari personel dengan keamanan pakan. Pelatihan yang diperlukan adalah pelatihan HACCP, GMP serta SSOP dan pengendalian bahan kimia yang dijalankan terkait dengan pencegahan atas kontaminasi. Bagaimana penanganan dan pengendalian atas personel diperlukan untuk memastikan bahwa proses berjalan sesuai dengan persyaratan keamanan pakan. Pengembangan personel selalu diarahkan menjadi tim keamanan pakan. Dimana tim keamanan pakan dijalankan untuk memastikan bahwa keamanan pakan dijalankan dengan tepat.

Bagaimana proses pengendalian dijalankan terkait dengan sistem keamanan pakan dilakukan? Untuk dapat memaksimalkan keamanan pakan, dimana proses pengelolaan terkait dengan keamanan pakan dijalankan dengan efektif, ada baiknya perusahaan mempergunakan referensi eksternal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Perusahaan Dalam Menjalankan Program Cost Saving

Untuk meningkatkan nilai kompetitif dari bisnis, tidak ada salahnya perusahaan mempertimbangkan untuk menjalankan program Cost Saving. Penerapan terkait dengan cost saving ini terkadang menjadi hal yang berat untuk perusahaan namun dalam kondisi aktualnya adalah proses yang harus dijalankan oleh organisasi. Terdapat beberapa hal yang perlu untuk dipertimbangkan oleh perusahaan untuk dapat dihindari ketika menjalankan program cost saving. Berikut adalah beberapa hal yang perlu untuk dipertimbangkan?

(1) Perencanaan yang Tidak Lengkap

Program cost saving bukanlah proses membuang “lemak jahat” yang sebegitu sederhananya. Namun lebih melihat kepada dampak yang akan muncul. Perencanaan dilakukan dengan memastikan bahwa output proses tetap harus dengan nilai maksimal. Perencanaan juga melihat bagaimana modifikasi proses dan sistem bisa dilakukan dengan proses cost saving tersebut. Mempertimbangkan karena program ini adalah investasi yang menjadi bagian penting dalam organisasi.

(2) Memilah biaya yang tidak tepat

Dalam proses cost saving, sebaiknya perusahaan harus berhati-hati dalam memastikan cost yang akan dilakukan proses efisiensi. Karena tidak seluruh biaya dapat diefisienkan dengan mudah. Beberapa membutuhkan analisis yang mendalam untuk dapat memastikan bahwa efisiensi yang dimaksud dapat dijalankan secara optimal.

(3) Tidak Mempertimbangkan Dampak dan Resiko

Terkadang perusahaan melihat adanya suatu variabel biaya yang terlihat sangat tinggi namun tidak memiliki fungsi langsung kepada produktifitas. Hal ini bisa saja disebabkan karena komponen biaya yang dimaksud adalah komponen biaya yang dipergunakan untuk meminimalkan resiko. Melihat pada hal yang dimaksud, ada baiknya perusahaan sangat berhati-hati dalam mengelola komponen biaya tersebut.

(4) Melihat SDM sebagai cost

Beberapa perusahaan melihat bahwa cost saving dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah SDM atau mengganti SDM dengan peranan teknologi. Pengurangan atas jumlah SDM sendiri dapat dipertimbangkan sebagai pengurangan cost, apabila tidak melihat bahwa SDM adalah aset perusahaan. Menghilangkan SDM sama dengan meminimalkan asset yang ada dalam perusahaan. Hal ini apabila tidak dijalankan dengan baik, maka akan menyebabkan kerugian perusahaan.

(5) Tidak Memberikan Persepsi Positif Terkait dengan Cost Saving

Banyak perusahaan menerapkan cost saving sebagai bentuk ancaman kepada tim yang ada dalam perusahaan. Bukan sebagai tantangan untuk meningkatkan inovasi yang ada dalam perusahaan. Ancaman tidak akan memberikan motivasi yang baik kepada karyawan dan organisasi, alih-alih mendapatkan program cost saving yang terstruktur, perusahaan malah akan menemukan permasalahan besar terkait dengan mengefisienkan biaya secara tepat.

Untuk dapat meningkatkan daya saing perusahaan, penerapan strategi cost saving menjadi salah satu strategi penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Terkadang penerapan yang salah dapat menyebabkan resiko dalam perusahaan. Lakukan proses penanganan atas cost saving yang tepat dalam perusahaan. Tidak ada salahnya perusahaan mempergunakan referensi eksternal untuk memaksimalkan penerapan vost saving dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Business Continuity Plan dalam Perusahaan

Saat ini, perusahaan dituntut untuk melakukan penilaian resiko bisnis secara tepat. Dalam kondisi dengan resiko tertentu, business continuity plan harus didesain untuk memastikan bagaimana proses dijalankan. Tentu saja penyusunan business continuity plan ini adalah sangat penting, tidak hanya memastikan keberlanjutan dari supply chain management, penetapan atas business continuity plan itu sendiri menjadi bagian penting yang harus disusun oleh perusahaan.

Lalu bagaimana penetapan atas business continuity plan dijalankan dalam perusahaan? Perusahaan harus bisa memastikan bahwa business continuity plan adalah bagian penting yang menjadi strategi bagaimana perusahaan dapat bertahan dalam kondisi tersulit yang ditemukan. Konsep ini muncul sebagai bentuk komitmen untuk dapat mengkonsistenkan jalannya perusahaan meskipun resiko bisnis muncul. Berikut ini adalah tahapan yang dapat perusahaan lakukan untuk menyusun business continuity plan.

(1) Memahami resiko bisnis dengan tepat

Perusahaan diharapkan mengidentifikasi setiap resiko bisnis yang ada. Setiap resiko bisnis dilakukan penilaian untuk memastikan resiko tersebut masuk ke dalam kategori yang membutuhkan adanya penetapan sistem Business Continuity Plan. Apabila penilaian atas resiko tersebut menunjukkan bahwa resiko tersebut harus dikelola melalui Business Continuity Plan maka dipastikan penetapan Business Continuity Plan dijalankan.

(2) Menetapkan Tim Pelaksana Business Continuity Plan

Alternate system perlu untuk ditetapkan dalam memastikan bagaimana perencanaan atas keberlangsungan sistem. Melihat pada point yang dimaksud, sangat diperlukan adanya pemastian bagaimana pelaksanaan business continuity tersebut dijalankan dalam organisasi dalam bentuk penetapan tim yang kuat. Tim yang dimaksud bertanggung jawab secara penuh untuk menjalankan business continuity plan yang dimaksud.

(3) Menyusun Tahapan Busines Continuity Plan

Perusahaan diminta untuk mendesain contingency plan atas skenario-skenario yang akan muncul terkait dengan bagaimana perencanaan keberlangsungan proses dijalankan. Komunikasi dengan pihak customer/buyer dijalankan untuk memastikan bagaimana proses keberlangsungan bisnis akan secara terus-menerus berjalan.

Bagaimana dengan pelaksanaan Business Continuity Plan di perusahaan Anda? Lakukan penetapan sistem yang efektif untuk dapat memastikan bahwa perencanaan bisnis dapat berjalan secara efektif. Penyusunan SOP adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengembangkan bisnis dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengendalian Manajemen Investasi SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Perusahaan

Saat ini, pemahaman atas pentingnya Sumber Daya Manusia telah mengubah persepsi dari karakteristik SDM itu sendiri. Dimana yang sebelumnya terbatas pada sumber daya (resources) menjadi capital (asset). Sebagaimana dengan asset, perusahaan harus mengelola asset yang dimilikinya agar nilai asset tidak mengalami penurunan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan proses pengendalian asset yang

(1) Penilaian atas Asset

Proses penilaian terkait dengan asset dijalankan dengan melakukan penilaian atas nilai asset yang dimiliki. Perusahaan melakukan evaluasi atas nilai berdasarkan pada parameter kompetensi serta nilai achievement (pencapaian) yang dimiliki. Rasio atas kompetensi dan prestasi menjadi bentuk ukuran yang efektif terkait dengan program penilaian asset yang dilakukan oleh perusahaan.

(2) Pemeliharaan atas Nilai Asset

Nilai kompetensi dan potensi dari sumber daya manusia harus dikelola dengan tepat agar target pencapaian yang terkelola dapat mencapai target yang dipersyaratkan.  Program pemeliharaan dikelola dalam sistem evaluasi kinerja yang tepat, dimana seluruh program kerja dan pencapaiannya termonitor.

(3) Peningkatan Nilai Asset

Adalah menjadi tantangan dari setiap perusahaan untuk dapat memastikan nilai atas asset yang dimaksudkan tersebut meningkat. Program pelatihan dan coaching dapat dipergunakan untuk memastikan bahwa asset SDM yang dimiliki perusahaan dapat mengalami kesesuaian dengan target yang diharapkan.

Bagaimana dengan pengelolaan asset SDM dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan peningkatan nilai asset SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Pengembangan Manajemen Strategi dalam Perusahaan

Dalam kondisi saat ini, dimana aspek kompetitif dari keunikan dan kekuatan secara strategis termasuk di dalamnya adalah status terhadap pengelolaan manajemen. Pengelolaan manajemen harus diintervensi dengan rekayasa strategis.  Proses penetapan atas rekayasa stategis tersebut dijalankan dengan menjalankan konsep analisis pertumbuhan perusahaan dengan tantangan serta ancaman atas perusahaan.

Konsep pengelolaan yang tepat secara strategis dapat memberikan cukup manfaat dalam perusahaan, baik itu dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat perusahaan dapatkan ketika menerapkan manajemen strategi.

(1) Memastikan Transformasi Bisnis Berjalan

Manajemen strategi adalah mengadopsi model bisnis ideal dengan model bisnis strategis yang tajan dan sesuai dengan sasaran tujuan bisnis. Alih-alih terfokus dengan kegiatan rutin, manajemen strategis selalu mencari alternatif-alternatif mode bisnis yang mampu mengembangkan bisnis menjadi lebih berkembang dan kompetitif.

(2) Menjalankan Bisnis Forecasting

Peramalan bisnis harus dijalankan, dengan selalu mempertimbangkan seluruh faktor SWOT (Strength, Weakness, Opportuninty & Threat) yang menjadi dasar dari seluruh arahan dan penyusunan sistem.  Bisnis bukan hanya sekedar compliance (kepatuhan saja), serta sistem bukan hanya berisikan tentang aturan baku yang menjadi dasar proses, namun sistem harus memuat aspek inovasi serta kekuatan bisnis untuk menjadi kuat dan memiliki tingkat kesadaran yang tinggi atas segala resiko bisnis yang muncul.

Strategi adalah memasukkan formula-formula penting untuk dapat menghindari perusahaan atas resiko serta mengendalikan perusahaan agar mencapai kekuatn inovasi yang tepat. Lalu bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa sistem yang dijalankan adalah tepat dan efektif untuk dijalankan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan strategi dalam pengelolaan manajemen.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menghitung Investasi Transformasi SDM dalam Perusahaan

Apakah perusahaaann Anda saat ini akan melakukan proses transformasi SDM (Sumber Daya Manusia)? Melakukan proses transformasi SDM bukanlah proses yang mudah dan bahkan di beberapa perusahaan memakan biaya yang tinggi.

Ada baiknya bagi perusahaan untuk melakukan analisis atas investasi yang dilakukan untuk menjalankan proses transoformasi SDM.

(1) Investasi Rekruitmen

Dalam program trasnformasi manajemen SDM, terkadang perusahaan harus memastikan bahwa program rekruitmen dijalankan secara tepat dan akurat. Menjalankan konsep strategis dan memperkuat antara Sistem Manajemen Strategis yang akan dijalankan dengan kompetensi yang akan direkruit.

(2) Investasi Pelatihan

Apabila dalam proses rekruitmen termasuk di dalamnya adalah rekruitmen internal dan eksternal tidak berjalan dengan tepat. Maka perusahaan harus mendesain program pelatihan untuk memastikan ketercapaian target kompetensi pada SDM (Sumber Daya Manusia).

(3) Investasi Sistem

Perusahaan harus mendesain ulang atas seluruh kebijakan-kebijakan SDM (Sumber Daya Manusia) termasuk di dalamnya untuk dapat memastikan bahwa sistem disusun secara tepat dan akurat.untuk memastikan bahwa sistem terjalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Lalu bagaimana proses pelaksanaan transformasi bisnis di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan kesesuaian dari implementasi Business Process Re-engineering yang akurat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)