Implementasi Keamanan Pangan Pada Catering/ Food Service

Penerapan keamanan pangan adalah langkah yang sangat strategis dan tepat pada bisnis catering/food service. Dengan semakin berkembangnya bisnis, Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat membantu penigkatan kepercayaan pelanggan kepada bisnis penyediaan makanan. Meskipun bagi banyak usaha hal ini menambah biaya operasional, namun patut dipikirkan bahwa penerapan ini dapat mengendalikan resiko bisnis.

Untuk perusahaan catering/food service apabila ingin menerapkan keamanan pangan, ada baiknya memahami prinsip dasar yang mungkin sudah mulai dipertimbangkan sebagai tahapan implementasi awal.

(1) Penetapan Atas GCP (Good Catering Practice)

Prinsip dasar atas Good Catering Practice meliputi beberapa aspek yang penting seperti lay out, kondisi bangunan serta fasilitas atas pengolahan produk. Pengendalian ini dilakukan untuk dapat meminimalkan atas kontaminasi silang dalam proses pengolahan produk. Dibandingkan dengan industri pengolahan pangan, sektor katering memiliki keberagaman bahan baku yang lebih bervariasi. Tentu saja ini dapat menimbulkan resiko yang tinggi dalam pengolahannya. Dalam penerapan Good Catering Practice, pemisahan atas pengolahan dan proses dijalankan sesuai dengan seksi/ unit pengolahan. Pengelompokan pengolahan dijalankan berdasarkan pada jenis kategori resiko produk.

(2) Pengolah Pangan/ Penjamah Pangan

Personel yang menjalankan proses pengolahan produk sebaiknya mendapatkan pelatihan yang terkait dengan proses pengolah pangan/ penjamah pangan. Salah satu pelatihan yang diperlukan adalah pelatihan HACCP sebagai dasar untuk menjalankan proses pengolahan pangan yang sesuai dengan persyaratan keamanan pangan dasar. Pengolah pangan diharapkan selain mampu mengolah produk menjadi makanan yang enak untuk dikonsumsi, juga dapat menghasilkan produk yang aman dan bersih. Selain mampu dalam mengimplementasikan, pengolah pangan juga berkewajiban untuk dapat menjalankan personal hygiene termasuk juga untuk menjaga kesehatan personel agar tidak menularkan penyakit melalui makanan.

(3) Implementasi Atas PRP (Pre Requisite Program)

Proses implementasi atas PRP (Pre Requisite Program) dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam prinsip keamanan pangan. Seperti memperhatikan infrastruktur pendukung yang menjadi bagian penting dari proses keamanan pangan. Selain fasilitas infrastruktur, fasilitas lainnya harus dapat terkait dengan pengendalian hama, personal hygiene serta penanganan limbah. Ketetapan terkait dengan status PRP menjadi bagian utama dan mengikat dalam persyaratan keamanan pangan.

(4) Pelayanan Pelanggan

Konsep pelayanan pelanggan pada food service/catering menjadi hal yang penting untuk dilakukan proses pengendalian. Bagaimana memastikan proses penyediaan atas makanan ini aman untuk pelanggan. Bagaimana konsep penanganan produk dapat dijalankan secara higienis dan terhindar dari resiko adanya potensi bahaya. Penyediaan makanan harus mempehatikan waktu serta temperatur dari proses penyajian. Proses pengiriman atas makanan juga penting untuk memastikan bahwa produk pangan tersebut tetap aman sampai ke tujuan pelanggan. Pengemasan atas produk juga menjadi bagian penting bagaimana produk dapat dijaga untuk memastikan keamanannya.

Penetapan atas keamanan pangan pada industri food service/ catering menjadi hal penting untuk menjaga keamanan pangan dan kesehatan konsumen. Penanganan dan pengendalian dapat dilengkapi dengan menjalankan proses sertifikasi keamanan pangan, seperti HACCP, FSSC atau ISO 22000. Perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan sertifikasi untuk dapat meningkatkan jaminan produk kepada pelanggan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Penerapan Animal Welfare Management System dalam Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam industri pengolahan produk hewan, tidak hanya terbatas pada pengolahan atas karkas dari hewan yang telah mati sampai dengan menjadi suatu produk olahan saja. Namun juga penanganan atas hewan hidup baik yang berupa hasil tangkap maupun dalam bentuk budi daya juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan atas Sistem Manajemen Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare Management System).

Lalu apa manfaat yang dapat diambil oleh perusahaan dari pelaksanaan Animal Welfare Management System terhadap Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(1) Memperhatikan Kesehatan Hewan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, prinsip penggunaan Animal Welfare Management System juga diterapkan. Hewan dalam kondisi sakit atau mengalami luka tidak diperbolehkan untuk diproses lanjutan sebagai konsumsi. Hal ini mempertimbangkan kepada aspek keamanan produk pada saat konsumsi. Penanganan hewan sakit dilakukan dengan kehati-hatian dan ditangani oleh personel yang kompeten.

(2) Penanganan Atas Hewan

Pada prinsip kesejahteraan hewan, proses penanganan hewan hidup selama penyembelian harus dipastikan dikendalikan dengan baik. Jangan sampai terdapat kesalahan atas prosedur penanganan yang menyebabkan hewan tersebut mati atau trauma. Hal ini akan menyebabkan permasalahan baik secara kualitas maupun keamanan pangan. Memastikan kebersihan dijalankan dengan baik di lokasi untuk mencegah penyebaran potensi wabah di area yang dimaksud.

(3) Pengendalian Titik Kritis Animal Welfare

Aspek pengendalian untuk titik kritis Animal Welfare memperhatikan aspek yang terkait dengan keamanan pangan, seperti pelaksanaan atas penanganan hewan hidup, seleksi dan sortir atas hewan hidup, penyimpanan sementara , penyembelihan serta setelah penanganan setelah proses penyembelihan. Adapun proses penanganan yang dijalankan bisa berjalan secara maksimal dengan mempertimbangkan bahwa pengendalian atas titik kritis berjalan dengan baik. Hasil dari pengendalian adalah pencapaian kualitas yang maksimal atas produk sehingga keamanan pangan dapat terpenuhi.

Bagaimana prinsip penerapan Sistem Manajemen Kesejahteraan Hewan berjalan dengan baik di perusahaan Anda? Lakukan proses implementasi dan sertifikasi Sistem Manajemen Kesejahteraan Hewan di perusahaan Anda, agar mendapatkan jaminan kualitas dan keamanan pangan yang lebih baik pada produk olahan hewani di perusahaan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan VACCP yang Efektif Dalam Industri Pangan/ Kemasan

Dalam menjalankan sistem manajemen keamanan pangan, khususnya yang terkait dengan proses sertifikasi yang berbasiskan pada GFSI (Global Food Safety Initiative), dimana penerapan atas VACCP adalah suatu mandatory yang penting untuk dijalankan. Sedikit berbeda dengan prinsip pengendalian HACCP. Penerapan VACCP lebih terfokus kepada pengendalian atas bahaya yang menjadi bahaya dengan motivasi ekonomi.

Penerapan atas bahaya ini dapat dijalankan dengan pengendalian sebagai berikut:

(1) Pengendalian Pemasok

Industri wajib untuk mengetahui issue yang muncul yang dapat menjadi resiko adanya fraud pada bahan baku. Aktifitas seperti impor dan penetapan rantai pasokan yang luas akan membuka resiko fraud terbuka lebar bagi perusahaan. Selain dengan mengandalkan sertifikasi keamanan pangan (BRCGS ataupun FSSC, serta sertifikasi GFSI lainnya), perusahaan dapat menerapkan audit supplier dimana kegiatan mengunjungi dan memeriksa dilakukan langsung ke pemasok. Supplier dengan jarak pengendalian jauh dan pembelian dengan jumlah banyak dapat memberikan resiko tinggi adanya resiko Food Fraud.

(2) Pengendalian Internal Perusahaan

Food Fraud tidak hanya muncul pada pemasok saja. Bagi perusahaan yang menerapkan VACCP lebih terfokus kepada supplier, mungkin ada baiknya memeriksa kembali bagaimana pengendalian internal dijalankan untuk melakukan penanganan atas fraud yang muncul dalam perusahaan. Bagaimana proses pembelian dilakukan, audit internal bahkan penetapan rotasi ataupun mutasi personel dapat menjadi bagian pengendalian yang dapat dilakukan.

(3) Penetapan Komitmen Manajemen

Dalam beberapa kasus seringkali ditemukan bahwa penyimpangan yang terkait dengan fraud seringkali dilakukan oleh manajemen perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen manajemen terkait dengan integritas kualitas dan keamanan pangan belum terbentuk secara maksimal.

Menjalankan VACCP dapat dilakukan dengan penetapan komitmen, pengendalian internal dan eksternal. Bagi perusahaan, penerapan ini harus dilakukan secara konsisten dan dipastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanannya. Untuk dapat menerapkan dengan tepat, ada baiknya perusahaan mempelajari prinsip VACCP melalui referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Perusahaan Dalam Menjalankan Program Cost Saving

Untuk meningkatkan nilai kompetitif dari bisnis, tidak ada salahnya perusahaan mempertimbangkan untuk menjalankan program Cost Saving. Penerapan terkait dengan cost saving ini terkadang menjadi hal yang berat untuk perusahaan namun dalam kondisi aktualnya adalah proses yang harus dijalankan oleh organisasi. Terdapat beberapa hal yang perlu untuk dipertimbangkan oleh perusahaan untuk dapat dihindari ketika menjalankan program cost saving. Berikut adalah beberapa hal yang perlu untuk dipertimbangkan?

(1) Perencanaan yang Tidak Lengkap

Program cost saving bukanlah proses membuang “lemak jahat” yang sebegitu sederhananya. Namun lebih melihat kepada dampak yang akan muncul. Perencanaan dilakukan dengan memastikan bahwa output proses tetap harus dengan nilai maksimal. Perencanaan juga melihat bagaimana modifikasi proses dan sistem bisa dilakukan dengan proses cost saving tersebut. Mempertimbangkan karena program ini adalah investasi yang menjadi bagian penting dalam organisasi.

(2) Memilah biaya yang tidak tepat

Dalam proses cost saving, sebaiknya perusahaan harus berhati-hati dalam memastikan cost yang akan dilakukan proses efisiensi. Karena tidak seluruh biaya dapat diefisienkan dengan mudah. Beberapa membutuhkan analisis yang mendalam untuk dapat memastikan bahwa efisiensi yang dimaksud dapat dijalankan secara optimal.

(3) Tidak Mempertimbangkan Dampak dan Resiko

Terkadang perusahaan melihat adanya suatu variabel biaya yang terlihat sangat tinggi namun tidak memiliki fungsi langsung kepada produktifitas. Hal ini bisa saja disebabkan karena komponen biaya yang dimaksud adalah komponen biaya yang dipergunakan untuk meminimalkan resiko. Melihat pada hal yang dimaksud, ada baiknya perusahaan sangat berhati-hati dalam mengelola komponen biaya tersebut.

(4) Melihat SDM sebagai cost

Beberapa perusahaan melihat bahwa cost saving dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah SDM atau mengganti SDM dengan peranan teknologi. Pengurangan atas jumlah SDM sendiri dapat dipertimbangkan sebagai pengurangan cost, apabila tidak melihat bahwa SDM adalah aset perusahaan. Menghilangkan SDM sama dengan meminimalkan asset yang ada dalam perusahaan. Hal ini apabila tidak dijalankan dengan baik, maka akan menyebabkan kerugian perusahaan.

(5) Tidak Memberikan Persepsi Positif Terkait dengan Cost Saving

Banyak perusahaan menerapkan cost saving sebagai bentuk ancaman kepada tim yang ada dalam perusahaan. Bukan sebagai tantangan untuk meningkatkan inovasi yang ada dalam perusahaan. Ancaman tidak akan memberikan motivasi yang baik kepada karyawan dan organisasi, alih-alih mendapatkan program cost saving yang terstruktur, perusahaan malah akan menemukan permasalahan besar terkait dengan mengefisienkan biaya secara tepat.

Untuk dapat meningkatkan daya saing perusahaan, penerapan strategi cost saving menjadi salah satu strategi penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Terkadang penerapan yang salah dapat menyebabkan resiko dalam perusahaan. Lakukan proses penanganan atas cost saving yang tepat dalam perusahaan. Tidak ada salahnya perusahaan mempergunakan referensi eksternal untuk memaksimalkan penerapan vost saving dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Efisiensi Bisnis Melalui Sistem Anti Penyuapan ISO 37001

Dalam kondisi perekonomian yang sangat menantang, perusahaan menghadapi banyaknya tantangan atas persaingan usaha. Perusahaan harus menjalankan strategi yang tepat untuk dapat memaksimalkan strategi yang tepat dan efektif. Salah satu strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah menjalankan Sistem ISO 37001. Mengapa ISO 37001 dapat meningkatkan efisiensi bisnis perusahaan?

(1) Pengendalian Biaya Perusahaan Secara Tepat

Dengan menjalankan sistem anti korupsi, perusahaan memiliki standar pembiayaan biaya yang tepat dalam pengelolaan budget yang ada dalam perusahaan. Memiliki sistem manajemen yang terbebaskan dari korupsi menjadi bagian penting dari perusahaan untuk melakukan penyusunan perencanaan keuangan yang tepat dan tidak menimbulkan resiko pembiayaan dengan nilai tinggi.

(2) Memberikan Manfaat Kerbelangsungan Bisnis

Anti penyuapan membuat bisnis berjalan secara adil dan transparan. Pembentukan sistem kepegawaian dijalankan berdasarkan kompetensi, pemilihan atas vendor didasarkan pada pengukuran yang yang obyektif. Hal ini menyebabkan pengendalian bisnis dapat berjalan secara tepat dan efisien.

(3) Mengoptimalkan Produktifitas

Semangat anti korupsi dapat membuat nilai kompetitif bisnis semakin baik dan semakin profesional. Biaya yang dialokasikan terkait dengan penyuapan dapat dipergunakan untuk peningkatan kompetensi SDM dan penilaian atas sumber daya lainnya dalam perusahaan. Efisiensi yang disebabkan adanya penggunaan biaya yang berlebihan untuk penyuapan akan menjadi masalah besar dalam pengembangan bisnis selanjutnya.

(4) Meningkatkan Kepercayaan Partner Bisnis

Kepercayaan terbentuk tidak melalui penyuapan. Kepercayaan muncul karena perusahaan secara kualifikasi mampu memberikan hal yang terbaik dalam bisnis. Serta bagaimana setiap partner percaya dengan kemampuan bisnis yang ditetapkan oleh perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan sistem manajemen anti penyuapan? Memastikan bahwa sistem anti penyuapan dapat dilakukan dalam perusahaan memberikan nilai positif yang strategis dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengefisienkan Struktur Organisasi Sales Perusahaan

Ketika menghadapi hambatan sales/penjualan, perusahaan melihat bahwa peranan Sales untuk ditingkatkan. Namun selain dengan menambah personel sales, peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan perbagikan organisasi sales perusahaan. Lalu bagaimana cara yang paling efektif dalam organisasi untuk mendesain organisasi yang optimal untuk sales perusahaan. Lalu bagaimana cara yang dapat perusahaan untuk mendesain struktur organisasi yang efisien pada divisi sales?

(1) Melakukan Pengukuran Potensi Penjualan

Analisis atas potensi penjualan menjadi salah satu strategi penting yang ditetapkan dari awal ketika perusahaan melakukan proses penetapan strategi penjualan. Pemahaman penting atas potensi sales ini lah yang nantinya akan ditetapkan dalam budget organisasi perusahaan. Identifikasi potensi atas sales menjadi bagian penting bagaimana suatu perusahaan akan membentuk struktur organisasi. Potensi yang dapat diserap oleh pasar ini harus dibedakan antara pasar digital atau pasar konvensional. Dari sinilah proses penetapan potensi dilakukan.

(2) Mendesain Mitra Penjualan

Perusahaan sebagai principal diharapkan mengembangkan level/ lapisan dari mekanisme penjualannya. Pengembangan mitra ini menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan proses penjualan yang dilakukan oleh perusahaan. Mitra perlu untuk dilatih untuk dapat secara loyal dan produktif menjalankan proses penjualan. Mitra penjualan juga perlu untuk diberikan insentif dan remunerasi atas kegiatan penjualan yang dijalankannya.

(3) Mengembangkan Daya Dukung Penjualan dan Konsumen

Memastikan bagaimana proses penjualan dapat dijalankan untuk memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang tepat. Program pengembangan atas kepercayaan pelanggan juga harus dilengkapi dengan program bagaimana meningkatkan penjualan secara efektif, seperti promosi dan marketing komunikasi. Menciptakan interaksi antara merk dengan penjualan menjadi lebih maksimal adalah satu daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

Berdasarkan pada informasi di atas, perusahaan dapat mendesain organisasi yang tepat dan efektif. Termasuk di dalamnya memastikan bahwa setiap program yang dijalankan adalah program yang paling tepat terkait dengan struktur organisasi.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan mekanisme penjualan dan desain organisasi atas sales dan marketing? Sebaiknya perusahaan mendesain organisasi yang efektif untuk memaksimalkan penjualan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Business Continuity Plan dalam Perusahaan

Saat ini, perusahaan dituntut untuk melakukan penilaian resiko bisnis secara tepat. Dalam kondisi dengan resiko tertentu, business continuity plan harus didesain untuk memastikan bagaimana proses dijalankan. Tentu saja penyusunan business continuity plan ini adalah sangat penting, tidak hanya memastikan keberlanjutan dari supply chain management, penetapan atas business continuity plan itu sendiri menjadi bagian penting yang harus disusun oleh perusahaan.

Lalu bagaimana penetapan atas business continuity plan dijalankan dalam perusahaan? Perusahaan harus bisa memastikan bahwa business continuity plan adalah bagian penting yang menjadi strategi bagaimana perusahaan dapat bertahan dalam kondisi tersulit yang ditemukan. Konsep ini muncul sebagai bentuk komitmen untuk dapat mengkonsistenkan jalannya perusahaan meskipun resiko bisnis muncul. Berikut ini adalah tahapan yang dapat perusahaan lakukan untuk menyusun business continuity plan.

(1) Memahami resiko bisnis dengan tepat

Perusahaan diharapkan mengidentifikasi setiap resiko bisnis yang ada. Setiap resiko bisnis dilakukan penilaian untuk memastikan resiko tersebut masuk ke dalam kategori yang membutuhkan adanya penetapan sistem Business Continuity Plan. Apabila penilaian atas resiko tersebut menunjukkan bahwa resiko tersebut harus dikelola melalui Business Continuity Plan maka dipastikan penetapan Business Continuity Plan dijalankan.

(2) Menetapkan Tim Pelaksana Business Continuity Plan

Alternate system perlu untuk ditetapkan dalam memastikan bagaimana perencanaan atas keberlangsungan sistem. Melihat pada point yang dimaksud, sangat diperlukan adanya pemastian bagaimana pelaksanaan business continuity tersebut dijalankan dalam organisasi dalam bentuk penetapan tim yang kuat. Tim yang dimaksud bertanggung jawab secara penuh untuk menjalankan business continuity plan yang dimaksud.

(3) Menyusun Tahapan Busines Continuity Plan

Perusahaan diminta untuk mendesain contingency plan atas skenario-skenario yang akan muncul terkait dengan bagaimana perencanaan keberlangsungan proses dijalankan. Komunikasi dengan pihak customer/buyer dijalankan untuk memastikan bagaimana proses keberlangsungan bisnis akan secara terus-menerus berjalan.

Bagaimana dengan pelaksanaan Business Continuity Plan di perusahaan Anda? Lakukan penetapan sistem yang efektif untuk dapat memastikan bahwa perencanaan bisnis dapat berjalan secara efektif. Penyusunan SOP adalah salah satu strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengembangkan bisnis dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Strategi Bisnis yang Tepat Dalam Industri Pengolahan Sarang Burung Walet

Sarang burung walet adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia. Namun, meskipun memiliki nilai produktifitas tinggi, kualitas maupun keunggulan produk dari sarang burung walet di Indonesia kurang kompetitif. Hal ini lebih disebabkan karena pengolahan atas produk sarang burung walet lebih terfokus kepada pengolahan bahan baku dan pencucian yang meskipun rumit tidak memiliki aspek keunggulan yang kompetitif.

Untuk dapat lebih mengembangkan nilai produk, tidak ada salahnya pengusaha ataupun perusahaan sarang burung walet untuk lebih mengoptimalkan strategi bisnis yang dijalankan. Berikut ini adalah strategi yang dapat dilakukan untuk dapat lebih meningkatkan nilai produk sarang burung walet tersebut.

(1) Inovasi Produk

Pengembangan inovasi produk dapat dilakukan melalui perbaikan teknis pengemasan atau pengembangan varietas produk. Produk turunan atas sarang burung walet dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk dapat mengembangkan produk. Pengembangan produk turunan ini dapat menjadi manfaat penting bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan bisnia lebih tinggi.

(2) Pengembangan Teknologi

Teknologi proses dan pengemasan menjadi alternatif yang dapat dikembangkan oleh industri pengolahan sarang burung walet dalam meningkatkan nilai produk. Kualitas kemasan yang tepat dapat memperpanjang nilai simpanpada produk. Teknologi juga mempertimbangkan aspek keamanan pangan pada produk yang dapat meningkatkan nilai kepercayaan konsumen.

(3) Peningkatan Skill SDM

Industri pengaolahan sarang burung walet adalah industri yang mengedepankan skill (keahlian) dari SDM (Sumber Daya Manusia) untuk melakukan penanganan atas produk. Proses peningkatan SDM baik dari kompetensi maupun ketaatan atas aturan menjadi hal penting untuk memastikan konsistensi kualitas dijalankan.

Pengembangan investasi dalam industri sarang burung walet merupakan peluang yang baik sebagai alternatif dari pengembangan usaha. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan manajemen pengelolaan bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Model Bisnis Retail yang Efektif dalam Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner adalah bisnis yang sangat kompetitif berkembang. Secara bisnis, peluang usaha atas sektor kuliner memiliki pasar yang terus meningkat, namun secara model bisnis banyak pemain sektor kuliner tidak dapat mengembangkan model bisnis yang optimal. Untuk dapat meningkatkan proses pengembangan bisnis terkait dengan manajemen retail, berikut ini adalah beberapa type model bisnis kuliner yang dapat dikembangkan oleh pemain usaha dalam bidang kuliner itu sendiri.

(1) Retail Food Service

Bisnis ini berkembang dengan mengedapnkan pengalaman dari pelaku usaha terkait dengan proses bisnis yang dikembangkan. Kedekatan fisik terhadap pelanggan dikedepankan untuk memastikan bahwa setiap karyawan memahami bahwa pelayanan verbal dalam bentuk komunikasi dapat dijalankan secara maksimal. Penampilan dari outlet, pramusaji dan hidangan menjadi daya tarik khusus selain rasa makanan.

(2) On line retail

On line retail berkembang seiring dengan pengembangan bisnis digital. Konsep dalam pengembangan model bisnis retail digital yang berkembang adalam bagaimana konsumen bisa mengakses bisnis kuliner yang ada dengan mengoptimalkan portal teknologi digital. Pengelolaan atas bisnis digital bisa dijalankan baik melalui portal on line yang tersedia maupun dengan mengembangkan portal on line tersendiri. Terdapat hal positif dalam mengelola portal on line sendiri, dimana perusahaan dapat mengembangkan promosi dalam portal on line. Keterikatan pelanggan kepada bisnis akan lebih kuat apabila dibandingkan mempergunakan portal yang dijalankan bersamaan dengan portal lainnya.

(3) Corporate Retail

Pengelolaan corporate retail dijalankan sebagai bentuk bagaimana bisnis bisa bermodifikasi dengan tepat terkait dengan B To B strategic. Pengembangan bisnis dalam bentuk kemitraan, maupun pembuatan produk untuk retail corporate juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan strategi dalam perusahaan. Dimana secara bisnis corporate retail juga dapat memberikan jaminan pengembangan produk dan kualitas secara tepat.

Bagaimana pun pengelolaan strategi yang dijalankan dalam bisnis kuliner, adalah menjadi bagian penting bagi perusahaan untuk dapat mempertimbangkan referensi eksternal yang tepat. Dimana dalam referensi eksternal tersebut, perusahaan dapat lebih mengoptimalkan business plan dan business strategy sehingga mencapai nilai yang lebih maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Ulang Skala Pengupahan Perusahaan

Saat ini banyak perusahaan yang mengalami tuntutan untuk menjadi lebih efisien. Salah satu program efisiensi yang dijalankan adalah dengan melakukan proses perampingan remunerasi. Beberapa perubahan mengambil jalan pintas dari permasalahan yang muncul dengan memotong gaji karyawan secara sepihak.

Untuk jangka pendek penyelesaian masalah ini dapat dilakukan, namun untuk jangka panjangnya, dapat menimbulkan dampak yang merugikan perusahaan. Seperti salah satunya penurunan produktifitas. Alih-alih melakukan proses pemotongan gaji sepihak, perusahaan bisa melakukan proses perombakan atas remunerasi karyawan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengoptimalkan permasalahan remunerasi tersebut.

(1) Menghitung ulang produktifitas karyawan

Tidak ada salahnya perusahaan melakukan analisis produktifitas jabatan yang ideal untuk kemudian dilakukan proses perhitungan atas nilai output yang dihasilkan. Proses rasionalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi bobot yang ada.

(2) Kajian atas grade jabatan

Apabila memang dibutuhkan, penetapan atas fungsi dan jabatan dapat dikaji. Kebutuhan atas jumlah dan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Penetapan kualifikasi jabatan ditetapkan dilakukan sesuai dengan persyaratan yang secara aktual sedang dihadapi oleh perusahaan.

(3) Penetapan atas pengendalian budget perusahaan

Budget memegang peranan penting dalam perhitungan remunerasi. Lakukan analisis ketersediaan budget perusahaan berdasarkan pada rasio produktifitas. Restrukturisasi kembali skala pengupahan berdasarkan pada budget yang tersedia.

Proses perhitungan remunerasi ini menjadi bagian penting dalam organisasi untuk meningkatkan produktifitas dan loyalitas karyawan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengelola remunerasi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)