Menyusun Sistem Remunerasi pada Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan adalah organisasi yang dikembangkan berbasiskan pelayanan. Seperti halnya bidang pelayanan lainnya, sistem remunerasi yang terbentuk sangat penting untuk meningkatkan produktifitas. Produktifitas yang dimaksud bukan hanyak kuantitas, namun juga terkait dengan kualitas. Penyusunan atas remunerasi pada lembaga pendidikan sangat sensitif untuk didesain agar tidak menimbulkan konflik dan turunnya kualitas pekerjaan yang berdampak kepada output dari organisasi.

Untuk dapat mendesain sistem remunerasi yang tepat pada lembaga pendidikan, berikut ini adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh organisasi.

Agar dapat menjalankan proses penyusunan sistem remunerasi yang tepat, konsultan dapat membantu dan berperan dalam menyusun sistem remunerasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang berpengalaman dan tepat dalam menyusun sistem remunerasi di dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Temuan Audit FSSC yang Seringkali Muncul pada Industri Kemasan

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat dijalankan salah satunya melalui proses sertifikasi FSSC (Food Safety System Certification) . Persyaratan ini tidak hanya diaplikasikan pada industri pangan saja, namun juga pada industri kemasan. Namun, dalam pelaksanaan FSSC, seringkali ditemukan adanya ketidaksesuaian yang seringkali muncul pada kegiatan audit (baik internal maupun eksternal) yang dijalankan pada industri kemasan.

Berikut ini adalah temuan audit FSSC yang seringkali muncul pada industri kemasan. Hal ini dapat dipelajari untuk mencegah adanya implementasi yang tidak tepat.

Untuk dapat meningkatkan proses implementasi, lakukan perbaikan dari proses pembelajaran yang muncul untuk temuan audit. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat melakukan proses implementasi FSSC di dalam perusahaan, termasuk di dalamnya adalah industri pangan maupun industri kemasan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)