Memahami Peranan Konsultan HACCP dalam Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Beberapa perusahaan mungkin mempertanyakan kepentingan untuk memiliki konsultan HACCP dalam menyusun Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Mungkin penggunaan konsultan terlihat tidak efisien, mahal dan mengganggu budget perusahaan. Namun, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk mempertimbangkan penggunaan konsultan HACCP agar sistem yang dimiliki menjadi lebih tepat dan efisien.

Sebagai gambaran, berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan peranan konsultan HACCP dalam proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Mengamati dari peranan tersebut, terdapat banyak manfaat positif yang didapatkan oleh perusahaan dengan mempergunakan konsultan HACCP. Salah satunya adalah meminimalkan kesalahan dalam proses pelaksanaan sistem keamanan pangan itu sendiri, karena dengan pengalaman konsultan, penerapan dapat menjadi lebih maksimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat agar pelaksanaan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan di perusahaan anda memberikan hasil yang terbaik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi Cleaning & Desinfektan Sesuai dengan Standar ISO 22002-100: 2025

Pelaksanaan dari kegiatan cleaning & Desinfektan sesuai dengan standar yang berhubungan dengan ISO 22002-100: 2025, mengalami beberapa penambahan yang bertujuan untuk mengembangkan pelaksanaan dari keamanan pangan yang tepat. Terkait dengan pengembangan tersebut, berikut ini adalah ilustrasi terkait dengan pengembangan cleaning & desinfektan.

Proses implementasi dapat dijalankan oleh perusahaan disesuaikan dengan kondisi yang sudah dijalankan dalam perusahaan. Lakukan risk assessment yang tepat untuk memastikan bahwa program cleaning & desinfektan yang dimaksud berjalan dengan tepat. Perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan program keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perubahan HACCP Codex CXC I:1969 Versi 2022

Penetapan yang terkait dengan persyaratan yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pasti memasukkan adanya informasi atas standar yang terkait dengan HACCP. Sejak mulai dibentuk dari tahun 1969 sampai dengan saat ini, terdapat beberapa revisi yang terkait dengan perubahan dari HACCP itu sendiri. Revisi yang terakhir adalah pada HACCP Codex CXC I:1969.

Berikut ini adalah gambaran perubahan terbaru sesuai dengan revisi pada periode tahun 2022.

Untuk dapat mengimplementasikan, ada baiknya perusahaan mempelajari perubahan atas revisi yang dimaksud. Setiap perubahan yang dimaksud kemudian dievaluasi dengan penerapan yang sudah dijalankan untuk kemudian dilakukan revisi atas perubahan yang dimaksud. Lakukan proses pencarian referensi eksterna yang tepat untuk dapat memastkan bahwa revisi yang terkait dengan penerapan HACCP Versi 2022 ini dapat dilakukan di dalam perusahaan sesuai dengan standar. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

7 Langkah dalam Mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Shop Floor Level

Dalam industri, penerapan sistem yang paling kritikal dan memiliki tantangan adalah penerapan sistem pada shop floor level (level pelaksana di lapangan). Hal ini lebih banyak disebabkan pada tingkat kepraktisan yang dijalankan yang mana menyebabkan kesulitan dalam menjalankan sistem. Dengan tantangan yang ada tersebut, perusahaan dapat mengembangkan langkah-langkah yang dimana dapat dipergunakan untuk dapat mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada level yang dimaksud.

Berikut ini adalah gambaran bagaimana perusahaan dapat menjalankan proses implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Shop Floor Level.

Langkah yang ada terlihat panjang dan rumit, namun tujuan utama yang diharapkan adalah bukan untuk menimbulkan penerapan keamanan pangan ala kadarnya saja, namun benar-benar suatu penerapan yang dijalankan sesuai dengan standar. Pastikan perusahaan dapat menjalankan implementasi dengan tepat dan mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman agar implementasi tersebut dapat berjalan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Kegiatan Internal Audit GMP

Dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, kegiatan internal audit GMP (Good Manufacturing Practice) adalah wajib untuk dijalankan. Penetapan atas internal audit GMP dapat dilaukan dengan periode waktu yang disesuaikan dengan resiko produk. Untuk dapat menjalankan kegiatan internal audit GMP yang efektif, berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dapat dijalankan.

Kegiatan ini menjadi bagian verifikasi untuk dapat mengukur tingkat efektifitas dari penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan itu sendiri. Untuk dapat memaksimalkan efektifitasnya, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Mengaplikasikan MSC COC pada Industri Perikanan

Industri saat ini, khususnya industri perikanan, bukan hanya memperhatikan aspek keamanan pangan saja. Namun juga harus memperhatikan aspek yang terkait dengan keberlangsungan (sustainability). Penerapan atas sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) Chain of Custody, adalah salah satu bentuk industri perikanan dalam mendukung penerapan dari keberlangsungan tersebut.

Dalam proses penerapannya, terdapat beberapa hal yang menjadi bagian penting dalam pengendalian. Hal yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Untuk dapat memastikan MSC COC dapat berjalan dengan tepat di dalam perusahaan, ada baiknya perusahaan mulai dalam memahami persyaratan yang dimaksud dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Proses BRCGS pada Industri Perikanan

Sektor perikanan memiliki potensi pengembangan yang baik, dimana pengelolaan dan jaminan atas mutu dan kualitas menjadi bagian penting untuk memperbesar peluang pasar terkait dengan penjualan ekspor ke mancanegara. Hal ini tentu menimbulkan adanya kebutuhan terkait dengan sertifikasi atas jaminan mutu dan keamanan pangan.

Indusrri perikanan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh regulasi, harus memiliki sertifikasi HACCP yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bentuk jaminan keamanan pangan produk dalam proses pengelolaan perijinan baik lokal maupun ekspor. Namun, pada beberapa negara tujuan ekspor, sertifikasi yang diharapkan tidak hanya sertifikat HACCP saja, namun juga mencakup sertifikasi BRCGS serta sertifikasi lainnya.

Apakah sulit bagi industri perikanan dalam memiliki sertifikasi BRCGS? Berikut ini adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh pelaku industri perikanan untuk memastikan adanya sertifikasi dari BRCGS itu sendiri.

Lakukan proses pemastian bahwa langkah-langkah yang dimaksud sudah dijalankan sebelum melakukan proses sertifikasi. Selain itu, perusahaan dapat melakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan proses sertifikasi mendapatkan hasil yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Checklist Terkait dengan Audit Supplier dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, proses seleksi pemasok adalah salah satu proses yang perlu dilakukan untuk meminimalkan resiko keamanan pangan pada produk dan proses. Untuk jenis produk dengan tingkat resiko yang tinggi, proses seleksi dapat dilakukan dengan menjalankan proses audit pemasok.

Dalam menjalankan proses audit pemasok ini, terdapat beberapa parameter yang dapat dimasukan ke dalam proses penyusunan checklist yang terkait dengan audit supplier. Berikut ini adalah gambaran yang terkait dengan checklist tersebut.

Pengembangan audit supplier yang tepat dapat membantu perusahaan untuk memastikan keamanan atas pemasok yang dimaksud. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tindakan pengendalian resiko pemasok ke dalam rantai proses perusahaan. Lakukan proses persiapan yang terkait dengan perencanaan audit pemasok dengan referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Budaya Keamanan Pangan Pada Perusahaan

Pelaksanaan atas budaya keamanan pangan dijalankan di dalam perusahaan sebagai proses implementasi dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang berbasiskan pada sertifikat GFSI (Global Food Safety Initiative). Proses pelaksanaan budaya keamanan pangan itu sendiri melalui beberapa tahapan yang dijalankan secara terstruktur dan sistematis. Berikut ini adalah diagram yang terkait dengan proses implementasi atas budaya keamanan pangan pada perusahaan.

Perusahaan dapat mengambil manfaat atas pelaksanaan budaya keamanan pangan. Selain terkait dengan pemenuhan atas persyaratan keamanan pangan, implementasi yang tepat dapat mendukung prilaku organisasi yang positif yang berhubungan dengan budaya keamanan pangan. Mempergunakan referensi eksternal yang tepat dapat membantu perusahaan dalam menjalankan implementasi yang terkait dengan budaya keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Proses Persiapan Pengurusan SNI Produk Pangan

Persyaratan yang terkait SNI produk pangan tidak hanya menyentuh pada aspek kualitas saja namun juga dapat menyentuh kepada persyaratan keamanan pangan. Tahapan persiapan selain dengan melakukan proses sertifikasi ISO 9001, juga dibarengi dengan menjalankan proses implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan tahapan proses persiapan pengurusan SNI pada produk pangan yang dimaksud.

Memastikan pemenuhan atas seluruh persyaratan SNI adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan dengan tepat dan efektif di dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan pelaksanaan atas persyaratan SNI pada produk berjaln dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)