Penyusunan HR Dashboard sebagai Bentuk Pemantauan Kinerja HR

HR meme

Pola kerja unit Human Capital/ Human Recources adalah sangat beragam dan memiliki variabel yang sulit untuk diukur. Namun bagaimana proses evaluasi efektifitas atas peranan HR dapat dijalankan?

Beberapa hal yang penting dapat menjadi nilai untuk perbaikan manajemen, namun alangkah baiknya apabila data yang terbentuk secara kuantitatif tersebut diubah menjadi data kualitatif. Memastikan ulang bahwa pola kinerja yang dijalankan oleh Human Resources dijalankan.

HR Dasboaard adalah suatu bentuk aplikasi sederhana yang dapat dikemas dalam bentuk Microsoft Excell sederhana sekalipun.  Hal yang tersulit adalah menghubungkan antara kinerja yang satu dengan lainnya. Pemahaman dasboard adalah untuk menjadi pintu monitoring dalam melihat bagaimana sistem manajemen SDM dalam perusahaan tersebut seimbang terimplementasi.  Konsep kausalitas antara policy dan dampak harus menjadi poin penting dalam mengurutkan sistem evaluasi dalam HR Dashboard yang dimaksudkan tersebut.

Tertarik untuk menjalankannya? Jangan terlalu berpikir rumit atas penyusunanan, lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan sistem manajemen SDM yang terbentuk akan efektif. (amarylliap@gmail.com)

Tahapan Penyusunan Kelas Jabatan dalam Organisasi

Banyak perusahaan dewasa ini mengalami kesulitan dalam menjalankan sistem kompensasi dalam perusahaan. Ada beberapa penyebab yang membuat perusahaan tersebut lupa untuk mengembangkan penyusunan struktur jabatan secara tepat. Atau menyusun kelas jabatan yang ada dalam perusahaan secara sederhana.

Perusahaan sebelum melakukan proses penyusunan kelas jabatan ada baiknya untuk melakukan proses kajian atas organisasi.  Lakukan proses analisis yang tepat untuk dapat memastikan bahwa life cycle dari bisnis/ perusahaan Anda dalam beberapa waktu ke depan terdeteksi dengan baik. Unit kerja/ departemen yang menjadi senjata utama dalam pengembangan perusahaan sesuai dengan life cycle tersebut.

Perusahaan kemudian menyusun analisis jabatan yang tepat dan strategis, proses yang dilakukan adalah sebagai berikut:

(1) Menetapkan Kompetensi Organisasi

Penetapan kompetensi organisasi menjadi bagian yang penting terkait dalam melakukan proses penyusun. Ada baiknya perusahaan menjalankan proses inventarisasi terhadap kompetensi yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan organisasi ke depannya, untuk kemudian melakukan proses penyusunan level atas kompetensi yang dimaksudkan tersebut.

(2) Menetapkan Klasifikasi Pekerjaan

Penyusunan kelompok pekerjaan dan karakteristik termasuk di dalamnya mengidentifikasi kelompok pekerjaan (job family).  Dimana dalam penetapan karakteristik tersebut perusahaan dapat mengidentifikasi jalur karir yang tepat dalam melakukan proses penyusunan kelas jabatan yang dijalankan dalam perusahaan. Melakukan penetapan antara jabatan struktural dan fungsional juga menjadi proses yang penting dijalankan dalam kegiatan klasifikasi pekerjaan.

(3) Mengukur Kapasitas SDM dan Organisasi

Perlunya perusahaan memastikan keseimbangan kemampuan SDM untuk belajar dan mengembangkan karir sesuai dengan kapasitas organisasi.  Perusahaan menyusun pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan kemudian melakukan proses penempatan kelas jabatan.  Kemampuan Organisasi dalam memgembangkan sistem renumerasi yang tepat juga dapat menjadi suatu langkah strategis yang tepat dalam proses pengembangan sumber daya manusia.

Lakukan proses penyusunan kelas jabatan yang tepat dalam perusahaan.  Pencarian referensi eksternal adalah bagian penting yang dibutuhkan perusahaan dalam mengembangkan organisasi yang tepat dan strategis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Sistem Kompetensi Nasional

Menghadapi tantangan atas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), negara dan perusahaan dapat melakukan proses pengelolaan terkait dengan sistem proteksi atas ketengakerjaan.  Saat ini, permasalahan ketenagakerjaan menjadi perihal yang memiliki dua sisi yang kontradiktif, antara biaya dengan kompetensi. Realistisnya, kondisi dimana kompensasi dalam nilai yang tinggi tentu dibarengi dengan status kompetensi yang tinggi.  Namun realisasi atas tantangan tersebut masih perlu dievaluasi lebih lanjut.

Salah satu cara untuk melindungi kepentingan antara tenaga kerja, pemerintah dan perusahaan adalah mengembangkan sistem sertifikasi kompetensi. Penting untuk memastikan bahwa  kompetensi teridentifikasi dalam suatu sistem uji yang memiliki status reliabilitas yang tepat. Dimana di dalamnya tenaga kerja menjalani serangkai uji kompetensi yang kemudian apabila lulus maka tenaga kerja yang dimaksudkan tersebut mendapatkan sertifikat atas uji kompetensi tersebut.

Setiap perusahaan ketika melakukan proses rekruitmen, memastikan kecocokan unit kompetensi yang ada dengan standar kualifikasi yang dipersyaratkan yang ditetapkan. Adalah penting bagi tenaga kerja asing untuk juga mengikuti standar kompetensi yang dipersyaratkan tersebut. Sangat strategis dan memberikan solusi antara pertentangan perlu tidaknya suatu perusahaan melakukan rekruitmen tenaga kerja asing. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Sukses Mengembangkan Sistem Franchise

Pengembangan penjualan/ marketing dengan menggunakan sistem Franchise adalah pekerjaan yang penuh dan tantangan, bahkan tidak semudah yang diperkirakan oleh banyak perusahaan/ pengusaha.  Banyak Franchise yang secara investasi telah menghabiskan dana yang cukup besar namun ternyata dalam realitasnya menjadi tidak sukses.

Lalu bagaimana strategi yang tepat bagi perusahaan untuk mengembangkan sistem Franchise. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

(1) Konsep Produk yang Kuat

Kekuatan produk adalah hal yang utama dalam pengembangan Sistem Franchise. Keunikan serta pengembangan konsep-konsep baru adalah hal yang penting untuk dipastikan disediadakan oleh perusahaan yang mengembangkan sistem Franchise.  Inovasi adalah suatu investasi yang sulit untuk dikelola, mengingat dengan sangat mudahnya perusahaan lain meniru. Namun, perusahaan harus memastikan posisinya adalah sebagai pioner yang kuat sehingga menjadi tidak mudah bagi perusahaan lain untuk meniru.  Pastikan dinamisme dari produk terjaga.

Untuk menyusun konsep produk yang kuat, perusahaan harus memastikan melakukan proses riset dan evaluasi yang tentung saja didukung oleh tim R&D yang memiliki komitmen atas inoviasi.

(2) Sistem/ SOP Perusahaan

Franchise adalah berkaitan dengan konsistensi.  Dimana di setiap tempat, konsumen akan mendapatkan pelayanan yang sama serta tata lay out yang sama.  Dalam beberapa kondisi, perusahaan harus dapat memastikan telah memiliki SOP yang menjadi bagian penting sebagai standar untuk pengelolaan unit usaha yang dijalankan oleh mitra. Tata kelola operasional dan komunikasi menjadi kunci utama dalam proses pengembangan bisnis berbasiskan franchise.

(3) Pengendalian dan Evaluasi

Perusahaan harus memastikan hubungan dengan mitra menjadi tidak terputus.  Adanya pengendalian kualitas, proses, SDM (Sumber Daya Manusia), untuk beberapa kasus adalah pengendalian keuangan menjadi nilai yang penting. Perusahaan harus memastikan bahwa pihak mitra memegang komitmen yang kuat sesuai dengan kesepekatan.

Apakah perusahaan Anda tertarik untuk mengembangkan sistem Franchise? Atau perusahaan Anda tertarik untuk memperbaiki sistem Franchise? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan strategi dari perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Penyusunan SOP dengan Pendekatan ITIL

Perusahaan banyak melakukan pendekatan dengan berbagai metode terkait dengan penyusunan SOP. Salah satu pendekatan yang paling seringkali dipergunakan adalah pendekatan berbasiskan ISO 9001:2008.  Salah satu pendekatan lain yang dapat dipergunakan adalah pendekatan dengan mengadopsi ITIL (Information Technology Infrastructure Library).  Pendekatan atas desain ini dijalankan pada awalnya pada perusahaan Teknologi Informasi, namun dalam proses selanjutnya dapat juga diadopsi pada perusahaan jenis lainnya.

Pendekatan ini dijalankan dengan menggunakan pembagian proses sebagai berikut:

(1) Desain Produk

Dalam tahapan proses ini, perusahaan menjalankan kegiatan desain produk. Termasuk di dalamnya melakukan proses identifikasi atas kebutuhan pengembangan produk, kegiatan riset atas pengembangan produk yang dimaksudkan tersebut serta proses analisis atas kebutuhan perbaikan dan pembuatan produk.

(2) Konstruk Produk/ Proses

Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses penetapan atas konstruk produk/ proses yang dijalankan oleh perusahaan. Proses ini termasuk di dalamnya adalah seluruh tahapan atas proses produksi/ proses yang dijalankan. Termasuk di dalamnya kegiatan verifikasi dan validasi atas proses tersebut.

(3) Proses Implementasi

Perusahaan harus memastikan bahwa desain atas produk tersebut dapat diimplementasikan ke dalam operasional perusahaan. Proses change management ditetapkan untuk memastikan bahwa proses implementasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(4) Operational Support

Proses analisis atas fungsi-fungsi pendukung yang diperlukan dalam business process organisasi.  Operational support ini meliputi divisi Finance, Accounting, HR dan divisi terkait lainnya.

Bagaimana perusahaan Anda menyusun Standard Operating Procedure. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam menyusun sistem dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Manajemen Konflik dalam Perusahaan

Dalam perusahaan, terkadang muncul adanya konflik.  Disukai atau tidak, konflik selalu muncul dalam setiap perusahaan. Namun, beberapa perusahaan menjalankan proses rekayasa sehingga memunculkan adanya konflik. Strategi manajemen konflik itu sendiri bagi beberapa perusahaan justru dapat meningkatkan motivas karyawan dalam berkompetisi namun dalam beberapa kondisi justru menempatkan perusahaan dan karyawan untuk sulit berkembang secara profesional.

Seperlu apakah perusahaan mengembangkan manajemen konflik dalam perusahaan?

(1) Melakukan Evaluasi Sistem

Perusahaan tidak dapat menilai sistem secara efektif apabila tidak terdapat konflik dalam perusahaan. Konflik dengan konstruk yang positif justru dapat membantu perusahaan untuk dapat melakukan proses evaluasi untuk mengidentifikasi apakah sistem yang disusun adalah sistem yang efektif.

(2) Pengembangan Kompetensi

Manajemen konflik yang tepat dan didukung dengan adanya sistem justru dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan kompetensi organisasi. Khususnya kompetensi non teknis.  Manajemen konflik itu sendiri dapat meningkatkan kemampuan kompetisi yang dimiliki oleh perusahaan terkait dengan proses penanganan konflik sendiri. Sehingga organisasi menjadi kuat dan apabila dikelola dengan tepat, manajemen konflik justru dapat memperkuat kinerja kelompok dalam organisasi.

Mengembangkan Sistem Manajemen SDM merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan manajemen Sumber Daya Manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail,com, 08129369926)

Proses Penyusunan Customer Relationship Program

Dalam proses penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), adalah hal yang sulit untuk ditetapkan. Mengingat bahwa kebutuhan dan kepentingan dari konsumen akan selalu berubah dan sifatnya adalah dinamis.

Untuk dapat menyelesaikan permasalahan mengenai sistem tersebut, ada baiknya perusahaan menyusun masterplan program yang dapat dipergunakan untuk menjadi program pemasaran yang tepat dan strategis.  Salah satu strategi penting dalam penyusunan sistem adalah proses pengembangan Customer Relationship Program. Konsep dan stategis dari proses pengembangan program/ perencanaan terhadap pendekatan pelanggan adalah menetapkan tahapan program Customer Relationship.

Adapun tahapan penyusunan program itu sendiri dapat dilakukan sebagai berikut:

(1) Pemahaman Kebutuhan Pelanggan

Perusahaan harus dapat mendefinisikan pelanggan yang dimiliki, bahkan potensi yang akan dimiliki.  Bagaimana proses ini dilakukan? Salah satunya adalah dengan mengembangkan program-program survey maupun proses riset.  Dengan dapat mendefiniskan kebutuhan pelanggan secara tepat, maka perusahaan dapat mengembangkan jenis program yang akan dikembangkan.

(2) Penyusunan Program

Dalam proses penyusunan program, perusahaan harus dapat menyesuaikan antara jenis produk maupun jenis pelanggan yang dipersyaratkan.  Penetapan program itu sendiri adalah program yang harus diperhatikan menyentuh esensi produk dan esensi kebutuhan.  Memastikan bahwa program itu akan memegang pengaruh atas kepercayaan pelanggan terhadap produk Anda. Program bisa terbagi atas 3 (tiga) jenis, yaitu:

(a) Program Pelayanan Terpadu

Dimana dalam program ini, perusahaan menciptakan suatu sistem terpusat (satu pintu) dimana pelanggan diberikan akses satu pintu untuk kebutuhan keluhan, produk maupun masalah teknis lainnya.  Program pelayanan terpadu ini sebaiknya dipastikan dijalankan dengan kondisi tanpa kendala akses sehingga pelanggan tidak mudah kecewa.

(b) Program Marketing dengan Sistem Keterlibatan Pelanggan

Proses penjualan dengan pemberian nilai poin dan apabila terdapat status penjualan referensi adalah suatu metode yang tepat dalam memastikan bahwa pelanggan adalah bagian dari diri perusahaan.  Perusahaan harus dapat memposisikan bahwa produk dan pelayanan yang mereka berikan adalah solusi bagi pelanggan. Strategi ini banyak dikembangkan oleh perusahaan yang menerapkan sistem Multilevel Marketing.

(c) Program Pengembangan Identitas Produk dan Pelanggan

Perusahaan harus menerapkan strategi dengan modal kuat, sehingga brand yang terbentuk pada diri pelanggan adalah sangat identik dan menjadi bagian penting dari diri pelanggan.  Mengembangkan merk yang kuat dengan identitas yang dekat dengan pelanggan,

(3) Proses Evaluasi Program

Bagaimana suatu program tersebut dapat dipastikan efektif dijalankan? Perusahaan harus memastikan adanya suatu pemantauan terkait dengan pelaksanaan program yang dijalankan. Adanya strategi yang penting untuk melakukan program perbaikan secara terus-menerus menjadi hal penting untuk memastikan bahwa program yang dibentuk adalah untuk memastikan bahwa pelanggan Anda adalah bagian penting dari perusahaan.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program perusahaan Anda menjadi bagian penting bagi pelanggan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08153467638)

Langkah Strategis dalam Sistem Manajemen Pengelolaan Asset

Banyak perusahaan, melihat asset adalah bentukan dari kekayaan asset yang menjadi bagian penting dari proses pencatatan dari sistem manajemen keuangan.
Adalah menjadi strategi penting bagi perusahaan untuk dapat menciptakan sistem pengelolaan asset yang tepat.

Beberapa hal penting yang dapat dijadikan pertimbangan dalam proses penyusunan sistem pengelolaan asset adalah sebagai berikut:

(1) Proses pendataan dan pengadaan asset
Hal yang paling penting untuk perusahaan jalankan ketika melakukan proses pengadaan asset adalah melihat seberapa pentingnya organisasi dalam melakukan proses optimalisasi yang terkait dengan utilisasi dari proses pengadaan asset yang ada.

(2) Penetapan budget terhadap asset
Banyak perusahaan yang melihat bahwa proses pengadaan adalah proses final dari suatu penyediaan asset. Untuk memastikan bahwa utilisasi yang terkait dengan asset dapat dioptimalkan, perusahaan harus dapat memastikan bahwa penggunaan budget dapat dijalankan 100%. Dimana perusahaan harus dapat memastikanbahwa tidak ada loss yang disebabkan oleh tidak dijalankannya proses pemeliharaan secara maksimal.

3) Penanganan penyimpanan dan status asset
Bagaimana perusahaan memastikan waktu penggunaan asset tersebut telah selesai dijalankan serta mengidentifikasi status asset yang dikelola. Beberapa perusahaan melakukan proses up grade/ penambahan waktu pakai terhadap asset, yang mana proses tersebut adalah hal penting dan strategis yang dapat dijalankan oleh organisasi dengan mempertimbangkan masalah keamanan dan produktifitas.

Perusahaan harus menjalankan sistem pengelolaan asset yang tepat dan efektif untuk dapat memaksimalkan kinerja organisasi dan efisiensi yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memaksimalkan Sistem Manajemen Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Strategis dalam Melakukan Proses Regenerasi Organisasi

Bagaimana Anda mengkaji perusahaan Anda saat ini? Apakah perusahaan Anda dapat mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan dari konsumen? Banyak perusahaan besar mengalami kegagalan dari pertumbuhan selanjutnya, yang mana alasan yang muncul adalah karena perusahaan gagal menjalankan pengembangan konsep organisasi yang dapat mengikuti konsep kompetisi dari perusahaan.

Lalu bagaimana konsep pengembangan organisasi yang mengikuti arus regenerasi kebutuhan konsumen.

(1) Seimbangkan core process dengan konsep produk

Perusahaan harus dapat melakukan identifikasi terkait dengan konsep produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Setelah desain produk dikembangkan jalankan analisis pengembangan alir utama (core business) yang kemudian dipastikan tergambarkan dalam organisasi.

(2) Mengembangkan konsep business process

Melakukan proses identifikasi terkait dengan core business yang dimaksud untuk kemudian melakukan penyusunan terhadap alir proses yang ditetapkan dalam business process. Proses penyusunan business process dapat mengaplikasikan model BPR, yaitu Business Process Reengineering. Dimana dengan strategi manajemen tersebut maka proses dapat dilakukan reengineering secara maksimal.

(3) Mengubah Kompetensi Organisasi

Bagaimana kompetensi organisasi diubah? Adalah hal yang sangat penting ketika organisasi akan melakukan suatu upaya penting dalam proses peningkatan organisasi untuk menetapkan fokus perubahan. Salah satu penempatan fokus yang tepat adalah pada fungsi supervisor dan manager. Adalah sangat strategis bagi perusahaan untuk menggunakan level posisi ini sebagai agen perubahan dalam menjalankan proses regenerasi organisasi.

(4) Mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang Efektif

Dalam proses regenerasi, adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan harmonisasi pencapaian tujuan organisasi tercapat secara tepat dan efektif. Penetapan proses penilaian unjuk kerja yang tepat dapat menstimulus adanya suatu kondisi kompetitif dan tuntutan dalam organisasi untuk dapat secara dinamis bergerak dalam memastikan proses regenerasi organisasi berjalan secara cepat dan optimal.

Regenerasi organisasi kadangkala mengalami masalah kesulitan untuk dapat menyatukan kapasitas organisasi antara waktu saat ini dengan kondisi waktu yang akan dituju. Tantangan organisasi menjadi suatu hal yang harus diantisipasi dengan sistem yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain SOP Industri Melalui Total Quality Control

Dalam melakukan proses penyusunan SOP untuk sektor industri/ manufacturing, kadangkala tidak terimplementasinya sistem yang muncul ke dalam organisasi adalah pendekatan yang salah dalam proses penetapan sistem. Tidak teradopsinya Total Quality Control yang tepat dalam penyusunan sistem justru akan menyebabkan sistem yang terbentuk akan terpisah, dan seluruh aspek industri tidak melihat kualitas sebagai bagian yang mengikat antar departemennya.

Pendekatan konsep Total Quality Control akan memberikan manfaat yang efektif dalam perusahaan, khsususnya bagaimana perusahaan melakukan proses perumusan masalah. Tahapan identifikasi pemecahan masalah adalah salah satu faktor penting yang harus disinerfikan pada seluruh lini operasional. Mulai dari level operator sampai dengan manager, sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam organisasi tersebut.

Menarik untuk kemudian dikembangkan pendekatan SOP melalui Total Quality Control, sebagaimana proses ini juga membantu membentuk adanya knowledge management. Pendekatan perumusan masalah yang tepat dapat membuka organisasi untuk dapat memecahkan masalah melalui program dan kegiatan training agar pemecahan masalah di setiap lini menjadi efektif. Tentu saja pendekatan ini akan sangat membantu budaya pemecahan dalam organisasi.

Tidak hanya membantu organisasi dalam bidang manufacturing saja, sistem pendekatan operasionasl ini juga dapat diaplikasikan pada jenis industri jasa ataupun bisnis bentuk lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat mengembangkan sistem dalam organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)