Building Team Spirit

Apa yang perusahaan harus lakukan untuk memastikan bahwa organisasi dapat berjalan dengan tepat?  Hal yang terpenting adalah bagaimana memastikan bahwa kinerja tim dalam organisasi memberikan mekanisme output produktivitas terbaik.  Beberapa penelitian dalam suatu organisasi khususnya industri dan bisnis, salah satu penyebab dari sulitnya mengembangkan keberhasilan perusahaan adalah kesulitan untuk membangun semangat tim dalam bisnis. Dimana organisasi cenderung untuk berada dalam kondisi terjebak

Banyak konsep yang menarik mengenai bagaimana cara yang tepat suatu organisasi dapat membangun semangat kerja timnya menjadi nilai yang kuat dan sangat penting untuk memastikan bahwa proses optimalisasi dari output harus sesuai dengan kinerja dan semangat tim itu sendiri.  Lalu bagaimana membangun kinerja tim yang kuat dan optimal itu sendiri.

(1) Pengembangan kinerja tim menjadi suatu bentuk soft competency kelompok yang penting dan kritikal dalam membangun konsep semangat kerja tim, penetapan kompetensi kelompok ini terbagun dengan cara melakukan proses modifikasi yang tepat dalam soft competency  setiap individu tersebut akan memastikan munculnya optimalisasi dari proses dan program kinerja tim itu sendiri.

(2) Penyusunan sistem kinerja yang membentuk budaya kerja sama tim.  Banyak sistem justru memunculkan semangat individualistik yang menyebabkan proses operasional dan kinerja tim tidak dapat mengakomodasi suatu bentuk sistem manajemen berjalan sesuai dengan bentuk dan tahapan kompetensi tim.  Dimana output dan kinerja dari individu sebaiknya tidak hanya diukur dari kemampuan individu itu saja dalam menjadi kinerja yang terbaik namun juga bagaimana memastikan kontribusi kelompok kerja berjalan secara maksimal.

Menyusun dan mengembangkan kinerja tim bukanlah tanggung jawab dari manajemen saja, namun suatu perusahaan harus memastikan bahwa kinerja tim juga muncul sebagai tanggung jawab bersama dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan dalam Melakukan Proses Rekruitmen

Beberapa perusahaan besar mengeluhkan tingkat kesulitan untuk melakukan proses rekruitmen yang sulit.  Karyawan yang dipilih dengan seksama dan melalui serangkaian test ternyata rontok di dalam perjalannya untuk mencapai prestasi optimal dalam bekerja.  Lalu apa yang menjadi penyebab dari ketidaksesuaian proses rekruitmen yang dijalani oleh perusahaan itu sendiri sehingga tidak dapat mengambil kandidat yang potensial untuk bisnis dalam perusahaan.

(1) Kesalahan Pertama: Keterlibatan User dalam Rekruitmen

Tim rekruitmen sedari awal proses rekruitmen seharusnya melibatkan user dalam proses rekruitmen termasuk di dalamnya adalah perencanaan untuk individu yang akan direkruit.  Lakukan penetapan aspek kompetensi dan personality yang dibutuhkan untuk calon karyawan baru.  Ada baiknya apabila tim rekruitmen itu sendiri secara mendalam memahami proses rekruitmen yang ditetapkan dalam perusahaan itu sendiri.

(2) Kesalahan Kedua: Memaksa agar calon kandidat diterima

Dalam kondisi tertentu dimana kebutuhan akan calon kandidat ini sangat dibutuhkan, maka tim rekruitmen memaksa kandidat yang belum tepat untuk masuk dan bekerja.  Nilai urgency dan ketersediaan calon yang tepat dapat menyebabkan tim rekruitmen merasa tidak adanya pilihan untuk mencari karyawan. Sehingga meskipun dalam tahapan seleksi calon kandidat yang dimaksud belum memenuhi standar persyaratan namun karena unsur “keterpaksaan” karyawan tersebut diterima dalam perusahaan.

(3) Kesalahan Ketiga: persepsi rekruitmen

Kegiatan rekruitmen itu bukan hanya tahapan seleksi saja, namun proses dalam melatih karyawan agar dapat menjalankan fungsi pekerjaan dalam orientasi merupakan nilai penting.  Kegiatan ini merupakan salah satu ruang lingkup dari kegiatan rekruitmen itu sendiri.

(4) Kesalahaan Keempat: fokus terhadap gaji

Banyak perusahaan gagal merekruit karyawan karena terkait dengan fokus gaji karyawan.  Dimana status dan standar gaji menghalangi perusahaan untuk mendapatkan batasan standar persyaratan yang tidak sesuai.  Banyak perusahaan gagal melakukan proses pengambilan karyawan akibat kesalahan dalam melakukan negosiasi gaji.

(5) Kesalahan Kelima: tidak transparan dalam menginformasi detail perusahaan serta tugas dan tanggung jawab

Salah satu kekecewaan terbesar yang menyebabkan banyak kandidat tidak meneruskan bekerja dalam perusahaan adalah adanya mimpi surga yang dijanjikan oleh tim rekruitmen.  Mengingat surga tidak seindah kenyataannya, maka dapat dilihat bahwa konsep transparansi harus dijelaskan termasuk tugas dan tanggung jawab serta resiko yang menyertai pekerjaannya tersebut.

Menyusun program rekruitmen yang tepat adalah langkah strategis untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aspek bisnis yang ada dalam perusahaan.  Lakukan penyusunan program rekruitmen yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)