5 Kesalahan Utama dalam Mengimplementasikan Sistem Manajemen Unjuk Kerja KPI/BSC

Banyak perusahaan telah mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC) di dalam perusahaannya. Namun tidak sedikit, sistem manajemen unjuk kerja ini tidak memiliki dampak yang signifikan bagi pengembangan perusahaan. Terdapat banyak permasalahan yang menyebabkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC) tidak dapat berjalan secara efektif.

(1) Kesalahan dalam Menetapkan Indikator Performa
Ketika menetapkan indikator performa, ada baiknya perusahaan mengembangkan konsep sistematis yang menghubungkan antara target perusahaan dengan target divisi/departemen serta sasaran terget individu karyawan yang berada di departemen tersebut.

(2) Kesalahan dalam Menetapkan Nilai Target
Nilai target harus dipastikan tidak terlalu mudah untuk dicapai, sehingga kesan perbaikan dari proses sulit untuk muncul. Sedangkan nilai target yang sulit untuk dicapai juga dapat menimbulkan efek psikologis sulit untuk dicapai dan menyebabkan motivasi terhadap target untuk pencapaian nilai yang dimaksud.

(3) Kesalahan dalam Menetapkan Bobot Penilaian
Tujuan adanya bobot penilaian adalah untuk menetapkan status prioritas terkait dengan kepentingan dari penilaian tersebut. Kesalahan dalam penetapan bobot akan mengakibatkan kesulitan dalam mengembangkan target utama pencapaian perusahaan yang lebih strategis.

(4) Kesalahan dalam Melakukan Proses Evaluasi
Secara rutin, atasan dan pejabat yang terkait harus melakukan proses evaluasi terhadap Sistem Manajemen Unjuk Kerja. Tidak adanya proses evaluasi dapat menyebabkan tidak danya perbaikan serta kebutuhan untuk meningkatkan pencapaian target kinerja.

(5) Tidak adanya audit KPI/BSC
Personel yang tidak memiliki pemahaman yang tepat terkait dengan fungsi KPI/BSC menyebabkan perusahaan tidak mendapatkan dukungan yang tepat dari personel. Apabila hasil pengukuran data ini tidak didukung dengan program audit, maka ada potensi penyimpangan data yang tidak terdeteksi selama kegiatan audit.

Dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara strategis, maka perusahaan ada baiknya menggunakan langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC). Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses implementasi Sistem Manajemen Unjuk Kerja. (amarylliap@gmail.com, 08129269926)

Etika Proses PHK

Bagi siapa pun proses PHK bukanlah suatu proses yang mudah. Baik itu bagi karyawan itu sendiri maupun bagi personel yang ditugaskan oleh perusahaan untuk menjalankan proses pemutusan hubungan kerja.

Adalah menjadi suatu permasalahan tersendiri apabila proses PHK tidak dijalankan dengan cara yang tepat. Dimana selain ada efek legalitas yang muncul juga dapat menyebabkan dampak negatif kepada karyawan itu sendiri.

Berikut adalah 5 tips untuk menjalankan proses PHK dengan etika yang tepat.

(1) Pastikan bahwa proses pemutusan hubungan kerja bukan didasari oleh konflik/ emosional
Proses PHK yang dilatarbelakangi faktor rasa tidak suka atau emosional dapat memperburuk hubungan perusahaan bukan hanya pada karyawan itu sendiri namun juga dapat berdampak pada karyawan lainnya.

(2)Informasikan kepada karyawan tersebut secara personal
Adalah tidak tepat apabila karyawan bersangkutan justru mengetahui dari orang lain dan bukan dari perusahaan. Pastikan informasi ini rahasia dan tidak dibuka kepada orang lain.

(3) Komunikasikan secara tepat
Pola komunikasi yang tepat dengan memberikan latarbelakang yang jelas serta adanya informasi bahwa hal ini menjadi keputusan perusahaan adalah menjadikan hal yang penting bagi karyawan. Agar karyawan tidak merasa tersakiti ataupun tersinggung. Tawarkan kepada karyawan tersebut untuk memberikan surat rekomendasi pekerjaan apabila karyawan tersebut akan mencari pekeerjaan lainnya.

(4) Pastikan perhitungan kompensasi sesuai
Kompensasi penghasilan harus dipastikan sesuai untuk memberikan penghargaan kepada karyawan tersebut. Perhitungan formulasi sesuai dengan peraturan sangat dibutuhkan.

(5) Bekali Pemecahan Masalah
Ada pentingnya perusahaan memberikan informasi terkait dengan solusi tentang apa yang dapat karyawan kembangkan setelah berhenti bekerja dari perusahaan. Tidak harus berupa bekerja dalam perusahaan, namun pemberian motivasi untuk wiraswasta adalah menjadi penting juga untuk dapat diikuti.

Pastikan bahwa perusahaan tetap menjalin hubungan baik dengan personel tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Pelatihan SOP Manajemen Retail

Bisnis retail adalah bisnis yang bersifat sangat dinamis. Namun meskipun bersifat dinamis, adalah penting untuk melihat adanya suatu sistem standarisasi yang kuat untuk menjadi bagian dasar dari proses operasional yang dijalankan.

Pelatihan dua hari ini akan memberikan manfaat yaitu:

(a) Memberikan ilmu dasar manajemen retail

(b) Tata cara proses penyusunan business process

(c) Tata cara proses pembuatan kebijakan/ pedoman bisnis

(d) Tata cara proses pembuatan prosedur, instruksi kerja dan form/ catatan kerja

(e) Workshop proses penulisan SOP

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan retail dapat mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik dan optimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan usaha retail Anda berkembang secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perubahan Strategis pada Perusahaan dengan Sistem Manajemen Keluarga

Banyak perusahaan keluarga, mengalami kesulitan ketika akan melakukan proses transformasi untuk menjadi perusahaan profesional. Kesulitan terbesar yang muncul adalah bagaiman mengubah sistem yang tadinya tersentral pada pimpinan (one man show) menjadi tersentral pada sistem. Pola kerja yang sistematik pada karyawan akan menjadi budaya penting yang akan mengalami suatu transformasi.

Terdapat 5 Hal penting yang menjadi pertimbangan ketika melakukan perubahan transformasi sistem manajemen yang dapat mendukung pendekatan manajemen yang dilakukan melalui sistem.

(1) Pengembangan SOP
Penerapan Standard Operating Procedure yang kuat dan efektif dapat membantu untuk mendudukkan proses operasional perusahaan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana pemahaman terhadap sistem harus menjadi pertimbangan utama ketika sistem tersebut dijalankan.

(2) Penetapan Sistem SDM yang tepat
Ketika berbicara tentang sistem yang tepat, penetapan aspek proporsional obyektif terhadap SDM adalah hal yang tidak bisa ditunda. Dalam beberapa hal, perusahaan harus mempertimbangkan tentang pengembangan sistem kompetensi sebagai bagian penting dari pengelolaan sumber daya manusia.

(3) Perubahan sistem authorisasi
Untuk menghindari adanya sentralisasi terhadap sistem authorisasi, perusahaan harus menetapkan sistem leveling yang tepat terkait dengan penetapan authorisasi seperti yang dipersyaratkan dalam sistem.

(4) Penetapan target terukur
Salah satu indikator terpenting sudah dilakukannya perbaikan manajemen adalah kemunculan suatu bentuk target terukur. Target ini menjadi suatu bentuk format terukur yang dapat dilakukan proses penetapan evaluasi terkait dengan sistem ukuran yang obyektif untuk dicapai.

(5) Penetapan sistem pengawasan
Setelah tersedianya sistem dan penetapan proporsional yang efektif, maka program pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam sistem.

Agar menciptakan nilai kompetitif yang kuat dalam usaha Anda, mulailah mempertimbangkan perubahan sistem manajemen di dalam perusahaan Anda menjadi sistem yang profesional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Menyusun KPI dalam Desain Sistem Insentif

Bagi perusahaan manufacturing, adalah menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menyeimbangkan antara produktifitas dan sumber daya manusia. Pertanyaan terbesar adalah apakah sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan dapat secara signifikan membantu pengembangan produktifitas perusahaan?

Salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menyusun sistem insentif untuk memancing produktifitas dari SDM. Proses untuk menformulasikan insentif ini dapat dilakukan dengan melakukan proses desain terhadap pengukuran kinerja. Proses untuk menggunakan sistem KPI (Key Performance Indicator) yang mana dapat memberikan suatu desain pengukuran kinerja yang obyektif.

Penetapan formulasi KPI itu sendiri dapat dilakukan dalam bentuk perhitungan untuk group (kelompok) maupun untuk individu per jabatan, untuk kemudian dilakukan proses pembobotan terhadap formulasi yang telah ditetapkan tersebut. Sistem insentif dibentuk dari nilai normatif yang terukur dari KPI yang dimaksud untuk kemudian dilakukan perhitungan pada rasio budget operasional perusahaan.

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki sistem pengukuran kinerja yang efektif dan dapat dioptimalkan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan produktifitas dari sumber daya manusia Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengukuran Performa Kerja Pada Sektor Usaha Jasa

Banyak perusahaan, khususnya sektor jasa seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan pengukuran produktifitas karyawannya. Dibandingkan dengan sektor manufacturing, yang mana perhitungan produktifitas dapat terukur langsung ke dalam kuantitas produk, pengembangan sektor jasa membutuhkan adanya upaya khusus untuk memastikan pengukuran tersebut dapat dijalankan dengan baik.

Bagaimana strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan agar produktifitas dari karyawan dapat terukur dengan tepat dan efektif?

Langkah Pertama, kenali keluaran produk jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Dari jenis dan karakteristiknya, lakukan proses pengukuran untuk dapat melihat ekspektasi pelanggan Anda yang diukur sebagai bentuk “produktifitas’.

Langkah Kedua, penetapan nilai kuantitas yang diterapkan. Setelah mendapatkan parameter penilaian, ada baiknya dilakukan penetapan nilai terkuantifikasi dalam bentuk kategori-kategori yang kemudian diidentifikasi sebagai “angka” yang terkuantifikasi untuk dilakukan proses penilaian.

Langkah Ketiga, penjabaran dari hasil pengukuran tersebut ke dalam posisi ataupun jabatan yang dipersyaratkan pada setiap posisi yang ada dalam perusahaan. Sinergikan proses pengukuran tersebut ke dalam sasaran utama perusahaan.

Lakukan proses pengukuran produktifitas yang efektif dan tepat dalam organisasi. Pengembangan organisasi membutuhkan strategi pengukuran kinerja yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kajian Manajemen SDM dalam Pengembangan Sistem Manajemen

Bagaimana menjalankan suatu sistem agar terimplementasi secara tepat dan efektif dalam perusahaan? Terdapat beberapa cara yang sudah dijalankan dalam perusahaan Anda, namun ternyata secara efektif tidak dapat dikembangkan dalam internal perusahaan.

Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan implementasi sistem yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, setelah dilakukan analisis adalah disebabkan oleh ketidaksesuaian yang muncul pada kompetensi sumber daya manusia.

Aspek SDM inilah yang memberikan efek terpenting yang dapat menyebabkan mengapa sistem tidak dijalankan. Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk memastikan bahwa sumber daya manusia dapat mendukung Standard Operating Procedure.

(1) Lakukan proses assessment pada karyawan
Hal yang terpenting untuk dilakukan adalah dengan menjalankan kegiatan assessment terhadap kapasitas karyawan. Bagaimanapun juga, sistem yang akan diterapkan sangat tergantung kepada kapasitas sumber daya manusia dalam organisasi yang dimaksud. Adalah sangat kritikal bagi perusahaan untuk dapat mengidentifikasi terkait dengan kapasitas kompetensi karyawan dalam organisasi ketika melakukan proses start up dalam pembuatan sistem.

(2) Program perhitungan beban kerja
Beban kerja menjadi bagian penting yang harus diidentifikasi untuk memastikan proses penanganan terhadap sistem yang diaplikasikan. Penetapan alokasi tanggung jawab dan jabatan dalam penetapan pekerjaan tersebut menjadi penting untuk dijalankan dalam proses operasional pekerjaan.
Alokasi penetapan sistem harus dipastikan teralokasi sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab yang dipersyaratkan.

(3) Program Pelatihan Karyawan
Mengembangkan kompetensi karyawan adalah penting untuk memastikan bahwa karyawan memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan sistem. Pengetahuan, keterampilan dan pengalaman adalah menjadi bagian penting dalam program pelatihan agar dapat dipastikan bahwa sistem dapat dijalankan. Karyawan adalah motor terpenting untuk memastikan sistem dijalankan.

Bagaimana pengembangan sistem di dalam perusahaan Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan sistem dalam perusahaan Anda (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengendalian Dokumen dan Komunikasi dalam Perusahaan

Dalam perusahaan, adalah menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengelola pola komunikasi internal dan eksternal. Dimana dalam aplikasinya proses komunikasi akan diikuti dengan sistem administrasi yang tepat. Sistem administrasi ini sendiri, harus dapat memastikan bahwa organisasi menyampaikan pesan secara komunikatif dan efektif.

Di dalam perusahaan sendiri, terdapat dua jenis pola administrasi yang seringkali dijadikan pilihan dalam membentuk sistem.

(1) Pola dokumentasi sentralisasi
Dalam pola dokumen sentralisasi, setiap perusahaan memiliki pusat pengontrol dokumen, biasanya dalam bentuk unit kesekretariatan. Unit ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pengendalian dan penyimpnanan seluruh kearsipan. Setiap departemen yang terkait memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pelaporan dan penertiban kepada sekretariat umum.

(2) Pola dokumen non sentralisasi
Setiap departemen dapat menjalankan korespodensi surat menyurat secara bebas dengan batasan authorisasi yang ditetapkan. Dalam beberapa hal, sistem juga memastikan bahwa fungsi kearsipan dijalankan per masing-masing bagian dengan sistem pengendalian. Harus dapat dipastikan bahwa konsep terhadap pengendalian dokumen dijalankan dengan self monitoring.

Langkah apa pun dalan melakukan proses pengendalian dokumen, perusahaan dapat menjalankan sistem e-automatation untuk menjalankan program kearsipan ini berjalan secara elektronik. Hal yang terpenting adalah menjalankan alir proses secara tepat untuk kemudian diadopsi ke dalam sistem filing komputer. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Pelatihan di Industri Manajemen Retail

Dalam mengembangkan manajemen retail pada perusahaan retail, adalah sangat penting untuk memastikan bahwa sumber daya manusia memiliki kompetensi (soft dan hard) yang memadai. Ketika akan melakukan proses penyusunan program pelatihan, pastikan bahwa program pelatihan menyangkut materi yang menjelaskan unit kompetensi berikut:

(1) Leadership skill
Sangat dibutuhkan konsep yang kuat pada diri karyawan yang kuat yang mamapu untuk mengembangkan kompetensi pribadinya dan kemampuan untuk tidak berhenti dan secara terus-menerus mengubah dirinya menjadi hal yang positif.

” Dalam industri retail, kekuatan untuk mengubah diri menjadi positif adalah hal penting yang untuk dapat menjadi lebih optimis, dapat mengundang pelanggan lebih banyak dan yang terpenting dapat memenangkan kompetisi dengan kompetitor.” Bagaimana pun juga aspek mutu yang terdepan adalah pelayanan, sehingga akan menjadi nilai positif apabila sumber daya manusia yang ada dalam industri ini memiliki kekuatan untuk memimpin.

(2) Etos Kerja
Pekerjaan retail yang tidak berhenti, merumuskan adanya suatu konsep motivasi yang kuat pada intrinsik karyawan. Sehingga sangat penting bagi karyawan itu sendiri untuk dapat meningkatkan kapasitas self motivation yang positif dalam bekerja agar kinerja tidak menjadi menurun.

(3) Art of selling
Kemampuan komunikasi untuk menjual adalah hal penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia di bidang sales.Bagaimana konsep yang tepat untuk menyusun pesan yang ada dalam produk, mempopulerkan brand, dan yang terpenting adalah memastikan proses closing terhadap produk dapat berjalan secara maksimal.

Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis retail perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Program Supervisory Leadership Program

Banyak perusahaan, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing, mengalami kesulitan ketika akan mengoptimalkan pelaksanaan kinerja dari sistem operasional perusahaannya. Banyak hal yang menyebabkan sistem menjadi terkendala untuk menjadi lebih optimal, salah satunya adalah kinerja dari perusahaan yang tidak dapat diterjemahkan oleh lini operasional untuk dijalankan secara detail teknisnya.

Dalam penerapan suatu program/ sistem adalah penting bagi perusahaan untuk melengkapi perangkat manajemennya dengan suatu kemampuan supervisory (memimpin dalam bentuk supervisor), dimana dalam kegiatan ini perusahaan dapat mengoptimalkan fungsi SDM untuk memastikan optimalisasi kinerja dari pelaksanaan sistem.

Dengan program pelatihan yang tepat, maka pengembangan program supervisory menjadi suatu nilai yang penting dan maksimal untuk didapatkan manfaatnya.

Program pelatihan yang tepat dapat menawarkan manfat berupa:

(1) Tahapan proses mengidentifikasi terkait dengan kapasitas leadership dari level supervisory yang ada.

(2) Tahapan proses untuk melakukan proses pengukuran terkait dengan kemampuan kepemimpinan

(3) Tahapan proses untuk menyusun rencana kerja dan memahami konsep kinerja kepemimpinan dalam perusahaan

(4) Tahapan proses untuk melakukan evaluasi kinerja dari pelaksanaan program kerja

Bagaimana suatu program kepemimpinan dapat berhasil? Suatu realisasi dari pelaksanaan pengembangan program harus dapat dipastikan terpantau. Suatu bentuk proses pelaporan dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan kinerja sistem harus dipastikan dijalankan dan ditindaklanjuti untuk memastikan bahwa program tersebut tidak terputus dan pola kepemimpinan supervisory terbentuk dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)