Pentingnya Penerapan Animal Welfare Management System dalam Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam industri pengolahan produk hewan, tidak hanya terbatas pada pengolahan atas karkas dari hewan yang telah mati sampai dengan menjadi suatu produk olahan saja. Namun juga penanganan atas hewan hidup baik yang berupa hasil tangkap maupun dalam bentuk budi daya juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan atas Sistem Manajemen Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare Management System).

Lalu apa manfaat yang dapat diambil oleh perusahaan dari pelaksanaan Animal Welfare Management System terhadap Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(1) Memperhatikan Kesehatan Hewan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, prinsip penggunaan Animal Welfare Management System juga diterapkan. Hewan dalam kondisi sakit atau mengalami luka tidak diperbolehkan untuk diproses lanjutan sebagai konsumsi. Hal ini mempertimbangkan kepada aspek keamanan produk pada saat konsumsi. Penanganan hewan sakit dilakukan dengan kehati-hatian dan ditangani oleh personel yang kompeten.

(2) Penanganan Atas Hewan

Pada prinsip kesejahteraan hewan, proses penanganan hewan hidup selama penyembelian harus dipastikan dikendalikan dengan baik. Jangan sampai terdapat kesalahan atas prosedur penanganan yang menyebabkan hewan tersebut mati atau trauma. Hal ini akan menyebabkan permasalahan baik secara kualitas maupun keamanan pangan. Memastikan kebersihan dijalankan dengan baik di lokasi untuk mencegah penyebaran potensi wabah di area yang dimaksud.

(3) Pengendalian Titik Kritis Animal Welfare

Aspek pengendalian untuk titik kritis Animal Welfare memperhatikan aspek yang terkait dengan keamanan pangan, seperti pelaksanaan atas penanganan hewan hidup, seleksi dan sortir atas hewan hidup, penyimpanan sementara , penyembelihan serta setelah penanganan setelah proses penyembelihan. Adapun proses penanganan yang dijalankan bisa berjalan secara maksimal dengan mempertimbangkan bahwa pengendalian atas titik kritis berjalan dengan baik. Hasil dari pengendalian adalah pencapaian kualitas yang maksimal atas produk sehingga keamanan pangan dapat terpenuhi.

Bagaimana prinsip penerapan Sistem Manajemen Kesejahteraan Hewan berjalan dengan baik di perusahaan Anda? Lakukan proses implementasi dan sertifikasi Sistem Manajemen Kesejahteraan Hewan di perusahaan Anda, agar mendapatkan jaminan kualitas dan keamanan pangan yang lebih baik pada produk olahan hewani di perusahaan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan VACCP yang Efektif Dalam Industri Pangan/ Kemasan

Dalam menjalankan sistem manajemen keamanan pangan, khususnya yang terkait dengan proses sertifikasi yang berbasiskan pada GFSI (Global Food Safety Initiative), dimana penerapan atas VACCP adalah suatu mandatory yang penting untuk dijalankan. Sedikit berbeda dengan prinsip pengendalian HACCP. Penerapan VACCP lebih terfokus kepada pengendalian atas bahaya yang menjadi bahaya dengan motivasi ekonomi.

Penerapan atas bahaya ini dapat dijalankan dengan pengendalian sebagai berikut:

(1) Pengendalian Pemasok

Industri wajib untuk mengetahui issue yang muncul yang dapat menjadi resiko adanya fraud pada bahan baku. Aktifitas seperti impor dan penetapan rantai pasokan yang luas akan membuka resiko fraud terbuka lebar bagi perusahaan. Selain dengan mengandalkan sertifikasi keamanan pangan (BRCGS ataupun FSSC, serta sertifikasi GFSI lainnya), perusahaan dapat menerapkan audit supplier dimana kegiatan mengunjungi dan memeriksa dilakukan langsung ke pemasok. Supplier dengan jarak pengendalian jauh dan pembelian dengan jumlah banyak dapat memberikan resiko tinggi adanya resiko Food Fraud.

(2) Pengendalian Internal Perusahaan

Food Fraud tidak hanya muncul pada pemasok saja. Bagi perusahaan yang menerapkan VACCP lebih terfokus kepada supplier, mungkin ada baiknya memeriksa kembali bagaimana pengendalian internal dijalankan untuk melakukan penanganan atas fraud yang muncul dalam perusahaan. Bagaimana proses pembelian dilakukan, audit internal bahkan penetapan rotasi ataupun mutasi personel dapat menjadi bagian pengendalian yang dapat dilakukan.

(3) Penetapan Komitmen Manajemen

Dalam beberapa kasus seringkali ditemukan bahwa penyimpangan yang terkait dengan fraud seringkali dilakukan oleh manajemen perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen manajemen terkait dengan integritas kualitas dan keamanan pangan belum terbentuk secara maksimal.

Menjalankan VACCP dapat dilakukan dengan penetapan komitmen, pengendalian internal dan eksternal. Bagi perusahaan, penerapan ini harus dilakukan secara konsisten dan dipastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanannya. Untuk dapat menerapkan dengan tepat, ada baiknya perusahaan mempelajari prinsip VACCP melalui referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sudahkan Lay Out Industri Pangan Anda Sesuai?

Banyak perusahaan manufacturing yang lalai dalam melakukan evaluasi terkait dengan lay out. Hal ini dapat menimbulkan adanya biaya tambahan, peningkatan resiko kontaminasi atas produk serta dapat menyebabkan tidak efisiennya proses. Ada baiknya saat ini perusahaan melakukan proses evaluasi terkait dengan kesesuaian atas lay out yang dimiliki.

Bagaimana proses evaluasi tersebut dijalankan?

(1) Mengidentifikasi Potensi Kontaminasi Produk

Seberapa besar produk mengalami kontaminasi produk selama proses dijalankan? Semakin besar potensi kontaminasi muncul, berarti semakin besar peluang ketidaksesuaian dari lay out yang ada.

(2) Waktu Penyelesaian Proses

Ada baiknya perusahaan melakukan evaluasi terkait dengan deviasi dari waktu yang ideal ditetapkan dengan waktu aktual. Semakin besar deviasi yang muncul berarti semakin besar ketidakefektfitan dari lay out yang ada.

(3) Output produktifitas

Melakukan proses penilaian terkait dengan output produktifitas dari standar yang dipersyaratkan. Bagaimana performa produktifitas dapat ditingkatkan melalui proses perbaikan lay out.

Perusahaan sebaiknya melakukan kajian atas lay out, untuk mendapatkan hasil produksi yang lebih baik. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memiliki hasil yang lebih maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)